| |
doubts
Sometimes, there are times when you have some doubts towards yourself. A kind of thought that makes you feel like, you're not doing the right thing. It's normal to feel such a thing. But no one can deny that it's somewhat painful to do over yourself. However, the worst feeling is the one when you have doubts over your bestfriends.
Or maybe, people that you thought they WERE your bestfriends.
Hubungan-hubungan yang, katanya, long-lasting semacam persahabatan seharusnya nggak perlu semacam deklarasi tertentu. True bestfriends don't say "we are bestfriends now" to each other. It's just we feel like doing it. Tanpa sadar, kita selalu menghabiskan waktu dengan orang-orang itu. Cerita macem-macem ke mereka. Merasa definisi sesungguhnya dari "quality time" adalah ketika kita melewatkan waktu bareng mereka. Time flows, dan waktu kita sadar, dengan sendirinya kita udah menganggap mereka sebagai sahabat kita. Nggak perlu peresmian. Nggak perlu segala ikrar.
Tapi, yang paling menyakitkan adalah saat dimana TERNYATA mereka nggak merasakan hal yang sama ke kita. Oke, kita nganggep mereka sahabat. Gimana kalo ternyata ini cuma one-sided friendship? Disaat kita mengagung-agungkan mereka sebagai so-called-BFFs, mereka justru sama sekali NGGAK masukkin kita ke "daftar sahabat" nya. Yang lebih parah lagi, gimana kalo mereka menganggap kita sebagai sahabatnya, tapi mereka sama sekali nggak bersikap seperti how a bestfriend should act?
Mereka ngelakuin hal dari A sampe Z dengan mengatasnamakan kebaikan mereka. Prinsip mereka, "aku ngelakuin semua ini demi kebaikanmu, biar kamu seneng". Padahal, sebenernya semua itu cuma untuk kepuasan mereka semata. Dan bodohnya kita, as a loyal bestfriend, mau-maunya ngikutin omongan mereka?
This is bad. I have doubts over my so-called bestfriends. They DO backstab me. They talk behind me, and I've seen the proofs before. It hurts, hurts so bad until I can't stop thinking about it for the whole days. I spent the nights for thinking about my faults, but still - I couldn't find the EXACT thing which made them doing such a cruel thing to me. Why they did this to me? How long it's been since the very first time they started hating me? I don't even know whether "hate" is the perfect word or not, but one thing that I know; if they REALLY love me, they wouldn't do anything like this, right?
This isn't the first time. But I thought all of us already started a brand new page of our friendship. No matter what they do, I can't do anything but only forgiving them. Why they couldn't do the same thing to me? I'm sorry for hurting you. For making you uncomfortable with my behaviour. But if you have any unspoken words, why don't you just tell me directly instead of backstabbing me?
Now it feels like Bon Iver's Skinny Love:
Who will love you? Who will fight? Who will fall far behind?
Bohong kalo mereka bilang mereka nggak mau nyakitin perasaanku dengan berkata jujur. Kalo mereka bener-bener berniat baik, mereka pasti bakal ngomong langsung ke aku. Bukannya nunggu aku sadar sendiri. Bukannya ngomongin aku dari belakang.
Ini semua salahku yang udah ngelanggar prinsipku sendiri; untuk nggak sepenuhnya percaya sama orang lain. Untuk nggak pernah bersandar sama orang lain. The world is giving its judgement towards me. So I guess I have to come back to my oldself; the one who will never, ever believe in another person.
Maaf, maaf banget udah nyakitin kalian semua - meskipun sampe saat ini aku nggak tau apa yang bikin kalian bertindak sejauh ini. Bahkan walaupun kalian mau bilang "itu udah bulan Januari lalu kok, sekarang udah nggak lagi"..........
YOU GUYS STILL HURT ME.
I'm sorry.
Love, LadyLo.
Label: About me, Daily story, Experience, Friends, Life, Problem, Renungan, Sad
Im gonna find a way to make it without you.
Alicia Keys - Try Sleeping With A Broken Heart. Label: Love, Quote, Sad
bitter love
Bitter love. Ini bener-bener title yang sangat klise dan berbau galau khas ababil jaman sekarang. Maafin aku ya, Octopuses. Ini namanya aku lagi running out of title, hiks. Tapi bukan berarti title entry ini irrelevant sama isi nya kok. Justru aku pilih kata "bitter" karena... memang entry ini bakal berbicara tentang hal yang paling naif--dan paling diagungkan--di dunia;
Cinta.
Sebelum ngebahas lebih lanjut, aku mau meluruskan kenapa aku menganggap "cinta" sebagai hal yang paling "naif" di dunia. Well, simply just because cinta memang naif. Dan membuat orang-orang menjadi naif karenanya. Banyak orang yang percaya bahwa "love would be last forever". Dan biasanya mereka yang beranggapan seperti ini adalah remaja belasan tahun. Remaja yang sebaya sama aku.
Setiap kali ada yang menggunakan kata "forever" dalam satu kalimat yang ada kata "love" nya, aku rasanya pengen banget ngasih tau sama mereka kalo "there is NO forever". Ya memang bener kan? Nggak ada yang namanya "selamanya". Nggak usah ngambil contoh yang rumit semacam, "kita hidup cuma sementara alias nggak selamanya, kan?" deh. Cukup ambil sampel yang simpel-simpel aja (hey, it rhymes!). Makanan, pasti akhirannya bakal membusuk kan? Atau, anggaplah kita lagi ngumpul-ngumpul sama temen-temen segeng. Nggak mungkin kan kita bakal selamanya ngumpul bareng? Pasti bakal ada saatnya kita memisahkan diri. Itu pasti. Because it's fated already.
Jadi, intinya, love isn't about being forever. Cinta itu semacam game. Nggak ada kata selamanya. Yang ada cuma permainan seberapa lama kita bisa mempertahankan cinta itu sendiri. That's it. Ibarat kita lagi ikutan kompetisi game yang bernama "cinta", pemenangnya adalah orang yang lebih lama mempertahankan cinta itu. Gitu. Bahasa gampangnya; lama-lamaan cinta-cintaan. In case you couldn't get what I mean.
I, myself, hate the word "love". Bukan, bukan berarti aku nggak bisa falling in love with someone. Tapi aku cuma nggak suka aja sama kata itu. Dan ini bukan disebabkan oleh alesan paling pasaran di dunia ini--patah hati--ya. There is something that happened to me and caused me to hate the word "love". Sesuatu yang mengajarkan aku kalo :
1. Cinta itu buta 2. Cinta itu sementara 3. Cinta itu naif
Cinta itu buta. Ya jelas, kan? Contoh gampangnya, kamu bisa maki-maki orang tua kamu disaat kamu nyaris punya pacar sementara orang tua kamu ngelarang kamu pacaran. Itu contoh yang paling nyata di teen world, no?
Cinta itu sementara. Udah kujabarin dengan jelas di atas.
Cinta itu naif. Udah kujelasin juga di atas, kan? Well, sebenernya bukan pure 100% "cinta" nya yang naif, sih. Sebenernya cinta itu, bisa dibilang, kejam. Dan sangat "real". Cinta itu ajaib, memang. Hari ini kamu bisa diagung-agungkan sama seorang cowok, besoknya kamu bisa dibuang sama mereka. Kenapa? Simpel. Alasan yang paling pasaran buat kasus ini adalah :
"Aku udah nggak cinta lagi sama kamu."
Atau dalam bahasa gampangnya, "cintaku udah lari dan kabur ke cewek lain". Gitu.
Jadi...?
Jadi, yang membuat cinta itu terkesan naif adalah mereka sendiri, yang sedang hanyut dalam cinta. Aku masih belom terlalu ngerti gimana prosedur jalannya percintaan dalam dunia orang dewasa ya, karena aku sendiri belom merasa dewasa. Aku berpikiran simpel, kok. Aku cukup mengambil bahan observasi dari kasus-kasus yang ada di sekelilingku.
Kebanyakan remaja menganggap love is all about lovey-dovey things, while it isn't. Mereka nganggep kalo cinta itu cukup dengan bilang "I love you", gandengan tangan, grepe sana grepe sini, and all. Padahal cinta itu rumit. Cinta itu butuh komitmen, butuh tanggung jawab. Mereka belom punya itu semua, tapi mereka udah berani berkoar-koar "aku cinta sama dia" dan lain sebagainya.
Mereka juga mikir love is all about being happy. Salah sedikit, marah. Salah sedikit, ngambek. Berantem dikit, bilangnya "kamu udah nggak sayang lagi sama aku!" dan lain sebagainya. Ya itulah cinta. Cinta cuma salah satu part penting dalam kehidupan. Dalam dunia. Dunia berputar, cinta juga. Hari ini kamu seneng di dunia, besoknya kamu sedih. Cinta juga begitu. Hari ini kamu merasa cintaaaa banget, besok kamu merasa kadar cintamu berkurang drastis. Ya gitu deh. Intinya, semua yang ada di dunia ini..... adalah "roda". Roda yang terus berputar. Wujudnya memang nggak bulet sempurna kayak roda. Wujudnya memang nggak berporos semacam roda. Tapi ya itu tadi. Semua yang ada di dunia ini punya hukum yang sama seperti roda.
Berputar. Dan kita nggak akan pernah bisa menghentikan perputarannya. Kita cuma bisa jadi penonton. Diam dan menikmati. Kita cuma bisa jadi pemain. Mengikuti apa yang ada di naskah--yang disebut takdir--dan memerankannya dengan sempurna. Kita cuma bisa jadi figuran. Karena pemeran utama nya adalah dunia sendiri. Makanya, ada yang bilang kalo dunia itu "panggung sandiwara". Memang begitulah adanya.
Jadi, ya gitu deh. Kebanyakan orang seumuranku cuma mikir cinta itu isinya happy-happy. Gampangannya, mereka nganggep HAPPY itu pemeran utama dalam sebuah drama yang judulnya "CINTA". Kata-kata semacam "cobaan", "kesedihan", "pengkhianatan", dan lain sebagainya cuma jadi FIGURAN. Mereka salah. Justru yang jadi figuran dalam CINTA itu adalah HAPPY sendiri. Makanya mereka jadi begitu panik ketika mereka masuk dalam fase sulit, fase-fase yang memaksa mereka untuk mendewasakan diri.
Sebelumnya aku minta maaf ya atas pandanganku tentang cinta yang terlalu keras. Tapi memang begitu lah adanya. Life told me so. I've learned about these things from my life experience.
Conclusion? Orang-orang yang lagi dilamun cinta kebanyakan naif. Dan cinta jadi naif karena orang-orang tersebut. Enough said.
....oke. Aku ngerti, penjelasanku yang panjang lebar di atas sama sekali nggak memberi pencerahan maupun jawaban yang tepat dan memuaskan. I'm so sorry. But I've tried my best to tell you about my absurd, odd thoughts. Pokoknya intinya... gitulah. Ada hal-hal yang nggak bisa dijelaskan ke orang lain dengan sempurna. Dan buatku, inilah hal itu.
Alright. Sebelum aku makin off-topic, mari kita bahas inti dari entry kali ini. Kenapa aku sebut bitter love?
Simply just because I considered this kind of love as a bitter love. This kind = the awkward moment when you are falling in love with someone who doesn't even know that you are exist in this world.
So, who the heck is the guy that caused me a BIG problem like this?
It's him.
I know that this photo was taken 2 years ago. Whatever because he looked gorgeous here
His name is Kwon Jiyong. AKA GD, or G-Dragon to be exact (I hate this stage name anyway, I prefer to call him as "GD" than "G-Dragon"). Dia leader Bigbang. Yes, he is Korean. And YES, he is an idol. And of course he doesn't know that there is Winona Anindyasarathi Soedhowo in this world. Poor me, aite?
Kenapa aku suka sama dia?
Because he is amazing. He is still young. Dia good-looking. Tall enough for me. Dia fashionable. Dia smart. Dia creative. Tekun, ulet, bertanggung jawab, profesional, dan banyak hal lainnya yang selalu mencegah aku untuk berhenti belajar lebih banyak lagi dari dia.
Okay, he might be sooo rebel. Asumsiku, gaya hidupnya sangat bebas. Party everyday. Minum. Hangover pastinya. Make. Main cewek. One-night stand udah termasuk dalam kategori main cewek ya. Tapi hebatnya, dia tetep bisa jadi orang HEBAT disaat dia sangat rebel.
You know, sometimes people wouldn't even care about your sins when you are being so awesome. I told you already, right? Poin nomor satu : cinta itu buta.
Everything about him is amazing. Oke, kecuali masalah wajah, itu tolong dikecualikan ya. Menurutku dia bukan tipe orang yang bisa dikyaaaa-in dari segi fisik. Tapi ya, gitu deh. Dalam kasus kebanyakan, biasanya yang terjadi adalah kasus "talenta berbanding terbalik dengan penampilan". Bedanya, GD ini masih bisa jadi eyecandy becuase he is kinda good-looking (just like what I said).
Jujur, sebenernya aku bingung nyari alesan lagi untuk menjelaskan kenapa aku bisa suka sama dia. Bukan, bukan karena aku cuma suka sama dia dengan cara yang klise--karena dia cakep dsb--atau karena aku nggak punya alesan lain untuk suka sama dia. Justru karena terlalu banyak alesan yang aku punya, aku jadi bingung gimana cara ngejabarinnya. Sama kayak gimana aku bingung buat ngejelasin kenapa aku bisa nganggep "cinta itu naif", kayak di atas.
Awalnya memang cuma sekedar rasa kagum. Tapi tau sendiri kan, cinta bisa timbul darimana aja? (Ini salah satu kalimat paling iklan yang pernah aku tulis di blog ini. And I feel so..... gross to mention those words in this blog)
So, yeah......... I'm falling in love with this guy. Bitter love is bitter.
But no, I'm not that delusional. Okay, I might be DELUSIONAL but I'm not that creepy, okay? Mari berbicara tentang fakta. Dan logika. Aku di Indonesia, dia di South Korean. Aku cuma anak tunggal and another student in this world, dan dia idola. Nona Soedhowo x Kwon Jiyong will never happen unless it's fated already and I doubt that God would give that kind of fate to me.
Jadi...? Jadi, aku ga bakal berkhayal lebih lanjut kalo dikemudian hari aku bakal jadi Nona Kwon or else (sebenernya aku bahkan nggak bisa ngebayangin hal ini, sih). Aku cuma berharap, aku bisa dapet suami... atau seenggaknya "pacar" yang kayak dia.
Taller than me, itu pasti. Smart. Creative. Bertanggung jawab. Punya komitmen dan berpegang teguh pada prinsip. Ga klemak-klemek. Easy-going. Fun. Ulet, tekun, ga mudah putus asa, berani mencoba. Agak-sedikit-perfeksionis, boleh lah. Good-looking itu juga harus. I'm not asking for the handsome ones. But he has to be good-looking. Let's talk about reality, sekarang udah bukan jamannya "look doesn't matter", kan? Just admit it. Everyone wants a good-looking girlfriend/boyfriend.
Jadi, dengan bangga saya mendeklarasikan ideal guy saya adalah......... GD! With the less rebel-ness, please. Karena aku gampang kebawa arus. Jadi punya cowok dengan tingkat kerebelan sama kayak GD is a big no.
Mungkin beberapa dari kalian mikir, "ah cuma gitu doang masa iya sih nganggep udah falling in love?". Tapi menurutku, itu lah yang terjadi. Well, semacam itu lah. Karena kadang, ngeliat video nya... ngeliat fotonya.... ngedengerin lagu-lagunya....
He makes my heart flutter.
Hiks, I'm being these pity fangirls with their bitter love. Menyedihkan, memang. Tapi aku nggak menyesal. GD, walaupun dia sangat nakal, udah ngajarin banyak hal ke aku. Termasuk poin bahwa hidup itu bukan sekedar "lalala land". Hidup itu keras. Tapi untuk menghadapi kerasnya hidup, kita hanya bisa bertahan sekuat tenaga. Kompetisi atau persaingan, itu semua cuma hiasan belaka dalam hal yang namanya "kehidupan". Hiasan yang nggak lain adalah salah satu komponen utama. Dan mau nggak mau, kita harus menghadapi hiasan hidup yang satu ini.
Kadang, kalo aku sedih, dengan mengingat perjuangan GD dan role modelsku yang lainnya (Kahi, Park Bom, Tiffany), aku jadi semangat. Kalo putus asa, cuma dengan mengingat mereka pernah melalui fase yang sama dengan apa yang lagi aku alamin, aku jadi punya kekuatan lagi buat menghadapi semua masalah yang ada. Berkat mereka, aku bisa mengatakan hal ini sama diriku sendiri :
"Kamu ada di tahap yang benar, Non. Kamu cuma harus berusaha melewati fase ini, dan tadaaah. Saat kamu sadar, kamu akan ada di tahap yang sama dengan mereka. Sukses. Berhasil."
Ini namanya agak off-topic. Jadi lebih baik obrolan soal GD, Kahi, Park Bom, dan Tiffany being my role models sebaiknya disimpan untuk next entry, gimana? ;)
Jadi, intinya, I'm falling in love with GD and want to have a hubby/bf like him. Ngomong-ngomong soal hubby, I gotta feeling that my hubby will be older than me deh. Beda umurku sama GD bahkan sekitar 7 tahunan. Whatever sih, yang penting masih bisa klik dan nyambung ke aku. Karena aku sendiri nggak bisa ngobrol dengan leluasa and being myself dengan anak-anak cowok seumuranku (just like what my parents said; jalan pikirku udah kejauhan).
Yang penting jangan sama anak-anak semacam member-member SHINee. Sama sekali nggak bikin aku nafsu (sorry, Shawols). They are talented but they aren't my type.
So, yeah.... I prefer Kwon Jiyong over Justin Bieber, is that weird?
Whatever, let's enjoy this bitter love! :D
Love, LadyLo
Label: About me, Celebrity, Daily story, Just babbling, Kpop, Life, Love, Opinion, Postingan sampah, Renungan, Sad
I Hate You, My Stars.
(one too three. again, one two three. stars, i'm going to go crazy)
No matter how many times I look at you, I can't see you, oh baby Because of the tears in my eyes, all because of you My crying face that is reflecting above the spread letters, oh baby I promised myself I wouldn't cry again, but I'm crying again
Awalnya kukira begitu mudah untuk menyembunyikan sedihku Awalnya kusangka tak akan sulit untuk hilangkan tangisku Namun semuanya tidak berjalan sesuai anganku Semakin aku tegar, semakin perih luka yang kurasakan
What do I do, I don't know what to do, what to do This is me, I don't know why I'm going crazy like this All because of you, really because of you I can't do anything, I
Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku tidak diizinkan untuk memperlihatkan amarahku Dan aku juga dilarang untuk meneteskan air mataku Mengapa aku harus berusaha tertawa, disaat aku tidak bahagia?
Love you as much as the stars, stars, stars, stars I came for you to find you, you're that far shining star Stars, stars, stars, no matter what I say I really can't express myself I'm frustrated now, what should I do now
Kini, mungkin aku telah menjadi gila Namun tidak ada satu pun orang yang sadar Mengapa? Karena aku memendam seluruh perasaanku Tetapi, jauh di dalam hatiku, jauh di balik tawaku Aku berharap ada seseorang yang menyadari rasa sakitku
No matter how many times I count, I can't see the end, oh baby Because of all the memories that are in my heart, I think of you again I couldn't say everything I wanted to so I say them to myself, oh baby I want you back, I want to go back to your side
Bila memang bisa, aku ingin memutar waktu Agar saat-saat bahagia itu dapat kumiliki kembali Aku ingin melakukan perubahan kecil, setidaknya agar senyumku kembali Namun aku tidak bisa, karena tidak ada yang mengizinkanku
I'm pleading to you, please, I'm pleading to you To the sky, my prayer goes to the sky Cheer me up, cheer me up Please, where are you now
Dan bila memang diizinkan, Tuhan, tolong kirimkan padaku seseorang yang dapat mengerti isi hatiku Seseorang yang dapat menghiburku dan mengetahui pedihnya sakitku Aku pun tak ingin bersedih, aku ingin tawaku kembali
Stars, stars, stars, stars, talk to me Is it over? Is that it? Answer me, don't just laugh Stars, stars, stars, stars, I'm pleading to you Just for once, my love Let me fly to your side
Kapan seluruh rasa sakit ini menghilang? Kapan detik-detik bahagia dapat kurengkuh kembali? Aku butuh jawaban, walau hanya beberapa patah kata Agar aku dapat tetap tegar, terus bertahan di atas semua luka ini
Star, star, star, ooh baby, star, star, star, oh
Dan tiada yang tahu, bahwa dua bintangku yang paling kucintai Adalah dua bintang yang juga menyakitiku disetiap detik ini
I love you as much as the stars, stars, stars, stars I came for you to find you, you're that far shining star Stars, stars, stars, no matter what I say I really can't express myself I'm frustrated now, what should I do now
Bintangku, sungguh aku mencintaimu Bintangku, sungguh aku tak ingin melukaimu Namun semakin dalam aku menahan tangis dan amarah ini Semakin pedih rasa sakit yang ada Aku juga ingin berbagi tawa dan tangis
Namun aku tidak bisa, dan tidak diizinkan Karena aku harus menjadi seseorang yang kuat Yang bahkan tidak diberi kesempatan untuk mengutarakan isi hatinya…
***
This poem was dedicated for my most precious stars, and the english part above was taken from SNSD - Star Star Star's translation Dua bintang yang selalu kucintai sepenuh hati dan dua bintang yang selalu menusuk hatiku sedalam mungkin
Just for you know, I have an unconditional love for you both But you never give me a chance to make a movement I love you, but you made a deep, the deepest wound in my heart I wanted to make you happy, but I just realized That these things weren’t what I wanted
You’re too precious for me So that’s why, I hate you, My Stars."I miss you, I need you."--After School, Because of You.
Love, LadyLoLabel: About me, Daily story, Life, Love, Poem, Sad
giggles and... tears.
Hey pals! Ups, I mean... octopuses. Yup, started from today, I'm going to call you all "octopuses", not "pals" anymore! Hihi :) take it easy okay? ;)
Okay, maybe you're wondering the reason why did I choose that title for this post. Aku sendiri juga bingung kenapa milih judul itu. Well, mungkin karena dalam postingan kali ini bakal ada hal-hal yang menyenangkan, sekaligus menyedihkan buat aku. Then, let's start this post from the "giggles" side first! ^^
Belakangan ini aku nyadar, kalo ikutan mading di Spansa udah menciptakan berbagai kegilaan tersendiri buat aku. Di postingan sebelumnya aku udah cerita kan, kalo aku sampe kena banjir waktu ngurusin mading? Nah, lagi-lagi aku ngalamin kejadian yang buatku nggak terlupakan gara-gara ngurusin mading, hehe.
Jadi, kemaren (hari Sabtu) ada pengasapan di sekolahku. Biasalah, karena musim hujan, nyamuk-nyamuk semakin mengganas dan berkeliaran dimana-mana. Makanya sekolahku ngadain pengasapan besar-besaran. Terus, apakah kejadian yang nggak terlupakan itu?
Nah, kemaren aku mau nempelin mading sama Ina (belum sempet ditempel hehe). Harusnya kami berdua nempelin tuh mading bareng anak-anak mading yang lain. Tapi anak-anak kelas 8A pada latihan buat upacara Senin, sementara anak-anak kelas 8D... hmm, kemaren aku jarang ketemu sama anak-anak 8D. Jadi, karena aku sama Ina nggak ada kerjaan, kami putuskan buat masang mading saat itu juga (mumpung nggak ada pelajaran karena ada pengasapan).
Pas baru mau masang mading, kami berdua baru inget kalau... madingnya ada di kelas 8A!! Oh crap! Kami bisa aja sih ngambil tuh mading di kelas 8A, terus langsung masang madingnya. But, guess what? Kelas 8A baru aja diasapin sama petugas-petugasnya. I mean, 8A lagi diasapin sama para petugasnya.
Sebenernya, kalau mau dipikir ulang, kami bisa nunggu asap di kelas 8A hilang. Cuma, mengingat kelas kami, 8F, yang udah diasapin dari beberapa waktu yang lalu tapi asapnya belum hilang... kayaknya tuh mading bakal keburu lumutan kalau nggak diambil saat itu juga.
Nah, berbekal jaketnya Shera, aku sama Ina nekat naik ke kelas 8A yang ada di lantai dua. Biarpun nggak tahan sama asapnya yang bikin aku pusing, kami tetep naikkin tangga dengan sangat-amat-sangat pelan. Mau gimana lagi? Asapnya pekat banget! Kalau nggak hati-hati, kami bisa kepeleset.
Oke, kami berhasil sampai di lantai dua. Misi kami berikutnya adalah: masuk ke kelas 8A yang ada di ujung koridor. Great then, hahahaha, aku ketawa garing dalem hati.
"Nonaaaa, yakin nih kita mau lanjut?" Ina udah ragu buat ngelanjutin perjalanan jauh. Sebenernya aku juga males banget buat ngelanjutin perjalanan, secara asap pekat udah menuhin koridor, dan bikin aku pusing banget. Tapi, kayaknya kok nanggung banget buat nyerah ya? Makanya, kami putuskan buat tetep nekat.
Aku sama Ina mulai jalan pelan-pelan. Buset, koridor udah dipenuhin sama asap super pekat. Rasanya koridor gedung itu udah dipenuhin sama kabut-kabut di Persona 4. Eh iya, aku sama Ina berasa masuk ke dalem game Persona 4 deh! Hihi. Seru, seru!
Wah, seru bangeeeeet!, aku, yang emang adrenaline junkies, sempet-sempetnya kepikiran kayak gitu. Sok abis mikir tuh kejadian seru, padahal kepala udah pusing setengah mati, dan tenggorokan serasa kebakar.
Awalnya aku mikir seru, tapi lama kelamaan berasa horor juga. Gimana nggak? Kami ada di dalem koridor yang panjang, yang nggak ketawan "apa" yang ada di depan kami karena pekatnya asap. Apalagi cuma ada tiga orang di gedung ini; yaitu aku, Ina, sama satu anak laki-laki yang udah masuk lebih dulu dengan penuh semangat dan ninggalin kami jauh di belakang.
Dan, pas aku sama Ina sibuk nutupin hidung + mulut pake jaketnya Shera, tiba-tiba....
"HWAAAAAA!" anak laki-laki barusan teriak sambil lompat ke depan kami. Ckck, saking pekatnya asap, aku sama Ina nggak bisa ngeliat kalau dia sempet lari ke arah kami. Tiba-tiba aja dia lompat dari pekatnya asap dan berdiri di depan kami. Then, some minutes later, I saw his blushes. Yup, kayaknya dia salah ngira deh. Mungkin dia kira, aku sama Ina itu temen-temennya, terus dia ngagetin kami. Aku sama Ina langsung bertukar pandang, mikir betapa najisnya tuh cowok.
Berbekal rasa malu, tuh cowok langsung lari nurunin tangga. Great, kali ini kami bener-bener cuma berdua di gedung itu.
Setelah jalan beberapa lama, kepekatan asapnya berkurang sedikit, jadi kami bisa ngeliat jauh ke depan. Nobody, I mean, "nothing". Karena udah nggak tahan lagi dan mulai ngerasa sesak napas, kami langsung lari masuk ke kelas 8A.
Yeah, jendelanya kebuka!, cuma itu yang pertama kali kupikirin waktu masuk ke kelas 8A. Ina langsung ngecek lemari tempat dia nyimpen mading, sementara aku langsung lari ke arah jendela deket lemari barusan. As I said, jendelanya kebuka. Walaupun masih dikelilingin asap, tapi setidaknya masih ada sedikit udara seger dari tuh jendela. Makanya aku langsung ngecharge paru-paruku. Hmmm... rasanya pusingku berkurang gara-gara ngirup udara sedikit segar. Hehe.
"Ina, rasanya tenggorokanku panas deh," aku bilang gitu ke Ina yang udah ikutan ngejulurin kepalanya keluar lewat jendela. Kami berdua sama-sama ngecharge paru-paru.
"Iya, Ina juga," jawab Ina yang keliatan pucat. Kami berdua emang sama-sama lemah dibagian pernapasan sama pencernaan. Hiks.
Nah, selama ngecharge paru-paru, kami berdua ngobrolin soal betapa miripnya environment di gedung itu sama suasana di Persona 4. Ya ampun, kami berasa lagi masuk ke tuh game deh! Terus kami kembali ngobrolin soal game Persona 3 dan Persona 4 (heran, kok sempet-sempetnya ya ngomongin game ditengah kondisi kritis kayak gitu?). Dan akhirnya, kami mulai jalan keluar kelas sambil tetep ngomongin Persona's sequels.
Kami kembali jalan menyusuri koridor yang udah nggak terlalu pekat asapnya, dan kami mulai nurunin tangga. Dan, yeah, kami selamaaaaaaat!! Walaupun aku ngerasa pusing dan tenggorokanku berasa kebakar, setidaknya misi kami sukses! Hihi :) I think that was my unforgettable experience deh! ;)
Okay, that's the "giggles" side. Now, let's talk about the "tears" side.
I'm on my hiatus now! I'm going to have some tests on next week, so I won't update my blog until I've finished my tests. I'm gonna miss you so much, octopuses! ><>
By the way, I found these funny posts on Nguping Jakarta:
Memangnya telor salah apaaaa?
Pembeli cablak: "Mas nasi gorengnya satu, telornya digaplok yah!"
Didengar oleh orang yang bergegas melaporkan kekerasan yang terjadi saat proses memasak.
Setelah itu, bikin segi empat tiga sisi!
Pembina: "Ayo adek-adek, semuanya baris yang lurus membentuk lingkaran mengelilingi kakak!"
Tebet, didengar oleh seseorang yang ingin melihat bentuk yang sangat absurd itu.
LOL, I think they're funny! Well then, I'm gonna miss you so much, octopuses! Hugs and kisses from me :') And wish me luck on my tests, okay? :D
Love, LadyLo
Label: About me, Daily story, Experience, Friends, Fun, Incident, Just babbling, Nostalgia, Sad, Somethin' about my blog, Updaties
no reason to be proud :(
 Hey fellas! This day wasn't a happy day for me at all. I had to join my school's choir at the flag ceremony, but I didn't do it because I was too busy for buy a new school cap (yup, I lost it for the first time). Then, I didn't bring my maths book and my science book. That was awful :(
And I got my temporary exam results. Not good at all.
Maths : 65/100 (Rank : 10/40) No wonder about it. I'm stupid at maths. Art and Culture : 40/100 (Rank : 20/40) My teacher said there was a problem about the keywords, so that's not my fault at all :3 She'll check it once again ^^ English : 95/100 (Rank : 1/100) No comment about it :3 Citizenship Science : 74/100 (Rank : 1/100) My fella said I'm the first rank for this lesson in my class, but my score is only 74!! *shocked* Social Science : 82,5/100 (Rank : 10/100) I've tried my best, and trust me, the questions were so hard :(
I'm still haven't earned some of my exam results like:
- Religion
- Science
- Indonesian
- Science of Technology
I'm still waiting for them and for the real results. There are no reasons for me to be proud now :( I'm dissapointed for the temporary results, but I promised I'll do my best next time :D
I made this one from ImageChef.com :D
Well then, I think that's enough for this time :) I found and saved a lot of SNSD's pics, and of course I can't post it all here. But I love this one :3
Makes me feel happy when I see it :) Hmm... then, I'll finish the mangas that I read now, hehe. I don't have any plans for tomorrow, but still, I haven't moved to the new bedroom. Too lazy for doing the tidy-up thingy! :p
Love, LadyLo
Label: About me, Celebrity, Daily story, English Post, Just babbling, Life, Misuh, Photo, Sad, School, Screenshot, Updaties
Older Post
the lady

Nona Soedhowo. 17. Indonesian. A pudding enthusiast by day, a space wanderer by night. A cynic, and yet can't stop believing in Peter Pan and the Neverland. Currently finding for her own way to The Hodge 301 Cluster - her very own pink cluster.
cool people

Ale | Cho | Nabila | Ninda |
Puti | Rania | Ratna | Sindy | Tan
octopuses united

designer
Templates: Hafni
Base Code: Caca
Editor: Nona Soedhowo
doubts
Sometimes, there are times when you have some doubts towards yourself. A kind of thought that makes you feel like, you're not doing the right thing. It's normal to feel such a thing. But no one can deny that it's somewhat painful to do over yourself. However, the worst feeling is the one when you have doubts over your bestfriends.
Or maybe, people that you thought they WERE your bestfriends.
Hubungan-hubungan yang, katanya, long-lasting semacam persahabatan seharusnya nggak perlu semacam deklarasi tertentu. True bestfriends don't say "we are bestfriends now" to each other. It's just we feel like doing it. Tanpa sadar, kita selalu menghabiskan waktu dengan orang-orang itu. Cerita macem-macem ke mereka. Merasa definisi sesungguhnya dari "quality time" adalah ketika kita melewatkan waktu bareng mereka. Time flows, dan waktu kita sadar, dengan sendirinya kita udah menganggap mereka sebagai sahabat kita. Nggak perlu peresmian. Nggak perlu segala ikrar.
Tapi, yang paling menyakitkan adalah saat dimana TERNYATA mereka nggak merasakan hal yang sama ke kita. Oke, kita nganggep mereka sahabat. Gimana kalo ternyata ini cuma one-sided friendship? Disaat kita mengagung-agungkan mereka sebagai so-called-BFFs, mereka justru sama sekali NGGAK masukkin kita ke "daftar sahabat" nya. Yang lebih parah lagi, gimana kalo mereka menganggap kita sebagai sahabatnya, tapi mereka sama sekali nggak bersikap seperti how a bestfriend should act?
Mereka ngelakuin hal dari A sampe Z dengan mengatasnamakan kebaikan mereka. Prinsip mereka, "aku ngelakuin semua ini demi kebaikanmu, biar kamu seneng". Padahal, sebenernya semua itu cuma untuk kepuasan mereka semata. Dan bodohnya kita, as a loyal bestfriend, mau-maunya ngikutin omongan mereka?
This is bad. I have doubts over my so-called bestfriends. They DO backstab me. They talk behind me, and I've seen the proofs before. It hurts, hurts so bad until I can't stop thinking about it for the whole days. I spent the nights for thinking about my faults, but still - I couldn't find the EXACT thing which made them doing such a cruel thing to me. Why they did this to me? How long it's been since the very first time they started hating me? I don't even know whether "hate" is the perfect word or not, but one thing that I know; if they REALLY love me, they wouldn't do anything like this, right?
This isn't the first time. But I thought all of us already started a brand new page of our friendship. No matter what they do, I can't do anything but only forgiving them. Why they couldn't do the same thing to me? I'm sorry for hurting you. For making you uncomfortable with my behaviour. But if you have any unspoken words, why don't you just tell me directly instead of backstabbing me?
Now it feels like Bon Iver's Skinny Love:
Who will love you? Who will fight? Who will fall far behind?
Bohong kalo mereka bilang mereka nggak mau nyakitin perasaanku dengan berkata jujur. Kalo mereka bener-bener berniat baik, mereka pasti bakal ngomong langsung ke aku. Bukannya nunggu aku sadar sendiri. Bukannya ngomongin aku dari belakang.
Ini semua salahku yang udah ngelanggar prinsipku sendiri; untuk nggak sepenuhnya percaya sama orang lain. Untuk nggak pernah bersandar sama orang lain. The world is giving its judgement towards me. So I guess I have to come back to my oldself; the one who will never, ever believe in another person.
Maaf, maaf banget udah nyakitin kalian semua - meskipun sampe saat ini aku nggak tau apa yang bikin kalian bertindak sejauh ini. Bahkan walaupun kalian mau bilang "itu udah bulan Januari lalu kok, sekarang udah nggak lagi"..........
YOU GUYS STILL HURT ME.
I'm sorry.
Love, LadyLo.
Label: About me, Daily story, Experience, Friends, Life, Problem, Renungan, Sad
Im gonna find a way to make it without you.
Alicia Keys - Try Sleeping With A Broken Heart. Label: Love, Quote, Sad
bitter love
Bitter love. Ini bener-bener title yang sangat klise dan berbau galau khas ababil jaman sekarang. Maafin aku ya, Octopuses. Ini namanya aku lagi running out of title, hiks. Tapi bukan berarti title entry ini irrelevant sama isi nya kok. Justru aku pilih kata "bitter" karena... memang entry ini bakal berbicara tentang hal yang paling naif--dan paling diagungkan--di dunia;
Cinta.
Sebelum ngebahas lebih lanjut, aku mau meluruskan kenapa aku menganggap "cinta" sebagai hal yang paling "naif" di dunia. Well, simply just because cinta memang naif. Dan membuat orang-orang menjadi naif karenanya. Banyak orang yang percaya bahwa "love would be last forever". Dan biasanya mereka yang beranggapan seperti ini adalah remaja belasan tahun. Remaja yang sebaya sama aku.
Setiap kali ada yang menggunakan kata "forever" dalam satu kalimat yang ada kata "love" nya, aku rasanya pengen banget ngasih tau sama mereka kalo "there is NO forever". Ya memang bener kan? Nggak ada yang namanya "selamanya". Nggak usah ngambil contoh yang rumit semacam, "kita hidup cuma sementara alias nggak selamanya, kan?" deh. Cukup ambil sampel yang simpel-simpel aja (hey, it rhymes!). Makanan, pasti akhirannya bakal membusuk kan? Atau, anggaplah kita lagi ngumpul-ngumpul sama temen-temen segeng. Nggak mungkin kan kita bakal selamanya ngumpul bareng? Pasti bakal ada saatnya kita memisahkan diri. Itu pasti. Because it's fated already.
Jadi, intinya, love isn't about being forever. Cinta itu semacam game. Nggak ada kata selamanya. Yang ada cuma permainan seberapa lama kita bisa mempertahankan cinta itu sendiri. That's it. Ibarat kita lagi ikutan kompetisi game yang bernama "cinta", pemenangnya adalah orang yang lebih lama mempertahankan cinta itu. Gitu. Bahasa gampangnya; lama-lamaan cinta-cintaan. In case you couldn't get what I mean.
I, myself, hate the word "love". Bukan, bukan berarti aku nggak bisa falling in love with someone. Tapi aku cuma nggak suka aja sama kata itu. Dan ini bukan disebabkan oleh alesan paling pasaran di dunia ini--patah hati--ya. There is something that happened to me and caused me to hate the word "love". Sesuatu yang mengajarkan aku kalo :
1. Cinta itu buta 2. Cinta itu sementara 3. Cinta itu naif
Cinta itu buta. Ya jelas, kan? Contoh gampangnya, kamu bisa maki-maki orang tua kamu disaat kamu nyaris punya pacar sementara orang tua kamu ngelarang kamu pacaran. Itu contoh yang paling nyata di teen world, no?
Cinta itu sementara. Udah kujabarin dengan jelas di atas.
Cinta itu naif. Udah kujelasin juga di atas, kan? Well, sebenernya bukan pure 100% "cinta" nya yang naif, sih. Sebenernya cinta itu, bisa dibilang, kejam. Dan sangat "real". Cinta itu ajaib, memang. Hari ini kamu bisa diagung-agungkan sama seorang cowok, besoknya kamu bisa dibuang sama mereka. Kenapa? Simpel. Alasan yang paling pasaran buat kasus ini adalah :
"Aku udah nggak cinta lagi sama kamu."
Atau dalam bahasa gampangnya, "cintaku udah lari dan kabur ke cewek lain". Gitu.
Jadi...?
Jadi, yang membuat cinta itu terkesan naif adalah mereka sendiri, yang sedang hanyut dalam cinta. Aku masih belom terlalu ngerti gimana prosedur jalannya percintaan dalam dunia orang dewasa ya, karena aku sendiri belom merasa dewasa. Aku berpikiran simpel, kok. Aku cukup mengambil bahan observasi dari kasus-kasus yang ada di sekelilingku.
Kebanyakan remaja menganggap love is all about lovey-dovey things, while it isn't. Mereka nganggep kalo cinta itu cukup dengan bilang "I love you", gandengan tangan, grepe sana grepe sini, and all. Padahal cinta itu rumit. Cinta itu butuh komitmen, butuh tanggung jawab. Mereka belom punya itu semua, tapi mereka udah berani berkoar-koar "aku cinta sama dia" dan lain sebagainya.
Mereka juga mikir love is all about being happy. Salah sedikit, marah. Salah sedikit, ngambek. Berantem dikit, bilangnya "kamu udah nggak sayang lagi sama aku!" dan lain sebagainya. Ya itulah cinta. Cinta cuma salah satu part penting dalam kehidupan. Dalam dunia. Dunia berputar, cinta juga. Hari ini kamu seneng di dunia, besoknya kamu sedih. Cinta juga begitu. Hari ini kamu merasa cintaaaa banget, besok kamu merasa kadar cintamu berkurang drastis. Ya gitu deh. Intinya, semua yang ada di dunia ini..... adalah "roda". Roda yang terus berputar. Wujudnya memang nggak bulet sempurna kayak roda. Wujudnya memang nggak berporos semacam roda. Tapi ya itu tadi. Semua yang ada di dunia ini punya hukum yang sama seperti roda.
Berputar. Dan kita nggak akan pernah bisa menghentikan perputarannya. Kita cuma bisa jadi penonton. Diam dan menikmati. Kita cuma bisa jadi pemain. Mengikuti apa yang ada di naskah--yang disebut takdir--dan memerankannya dengan sempurna. Kita cuma bisa jadi figuran. Karena pemeran utama nya adalah dunia sendiri. Makanya, ada yang bilang kalo dunia itu "panggung sandiwara". Memang begitulah adanya.
Jadi, ya gitu deh. Kebanyakan orang seumuranku cuma mikir cinta itu isinya happy-happy. Gampangannya, mereka nganggep HAPPY itu pemeran utama dalam sebuah drama yang judulnya "CINTA". Kata-kata semacam "cobaan", "kesedihan", "pengkhianatan", dan lain sebagainya cuma jadi FIGURAN. Mereka salah. Justru yang jadi figuran dalam CINTA itu adalah HAPPY sendiri. Makanya mereka jadi begitu panik ketika mereka masuk dalam fase sulit, fase-fase yang memaksa mereka untuk mendewasakan diri.
Sebelumnya aku minta maaf ya atas pandanganku tentang cinta yang terlalu keras. Tapi memang begitu lah adanya. Life told me so. I've learned about these things from my life experience.
Conclusion? Orang-orang yang lagi dilamun cinta kebanyakan naif. Dan cinta jadi naif karena orang-orang tersebut. Enough said.
....oke. Aku ngerti, penjelasanku yang panjang lebar di atas sama sekali nggak memberi pencerahan maupun jawaban yang tepat dan memuaskan. I'm so sorry. But I've tried my best to tell you about my absurd, odd thoughts. Pokoknya intinya... gitulah. Ada hal-hal yang nggak bisa dijelaskan ke orang lain dengan sempurna. Dan buatku, inilah hal itu.
Alright. Sebelum aku makin off-topic, mari kita bahas inti dari entry kali ini. Kenapa aku sebut bitter love?
Simply just because I considered this kind of love as a bitter love. This kind = the awkward moment when you are falling in love with someone who doesn't even know that you are exist in this world.
So, who the heck is the guy that caused me a BIG problem like this?
It's him.
I know that this photo was taken 2 years ago. Whatever because he looked gorgeous here
His name is Kwon Jiyong. AKA GD, or G-Dragon to be exact (I hate this stage name anyway, I prefer to call him as "GD" than "G-Dragon"). Dia leader Bigbang. Yes, he is Korean. And YES, he is an idol. And of course he doesn't know that there is Winona Anindyasarathi Soedhowo in this world. Poor me, aite?
Kenapa aku suka sama dia?
Because he is amazing. He is still young. Dia good-looking. Tall enough for me. Dia fashionable. Dia smart. Dia creative. Tekun, ulet, bertanggung jawab, profesional, dan banyak hal lainnya yang selalu mencegah aku untuk berhenti belajar lebih banyak lagi dari dia.
Okay, he might be sooo rebel. Asumsiku, gaya hidupnya sangat bebas. Party everyday. Minum. Hangover pastinya. Make. Main cewek. One-night stand udah termasuk dalam kategori main cewek ya. Tapi hebatnya, dia tetep bisa jadi orang HEBAT disaat dia sangat rebel.
You know, sometimes people wouldn't even care about your sins when you are being so awesome. I told you already, right? Poin nomor satu : cinta itu buta.
Everything about him is amazing. Oke, kecuali masalah wajah, itu tolong dikecualikan ya. Menurutku dia bukan tipe orang yang bisa dikyaaaa-in dari segi fisik. Tapi ya, gitu deh. Dalam kasus kebanyakan, biasanya yang terjadi adalah kasus "talenta berbanding terbalik dengan penampilan". Bedanya, GD ini masih bisa jadi eyecandy becuase he is kinda good-looking (just like what I said).
Jujur, sebenernya aku bingung nyari alesan lagi untuk menjelaskan kenapa aku bisa suka sama dia. Bukan, bukan karena aku cuma suka sama dia dengan cara yang klise--karena dia cakep dsb--atau karena aku nggak punya alesan lain untuk suka sama dia. Justru karena terlalu banyak alesan yang aku punya, aku jadi bingung gimana cara ngejabarinnya. Sama kayak gimana aku bingung buat ngejelasin kenapa aku bisa nganggep "cinta itu naif", kayak di atas.
Awalnya memang cuma sekedar rasa kagum. Tapi tau sendiri kan, cinta bisa timbul darimana aja? (Ini salah satu kalimat paling iklan yang pernah aku tulis di blog ini. And I feel so..... gross to mention those words in this blog)
So, yeah......... I'm falling in love with this guy. Bitter love is bitter.
But no, I'm not that delusional. Okay, I might be DELUSIONAL but I'm not that creepy, okay? Mari berbicara tentang fakta. Dan logika. Aku di Indonesia, dia di South Korean. Aku cuma anak tunggal and another student in this world, dan dia idola. Nona Soedhowo x Kwon Jiyong will never happen unless it's fated already and I doubt that God would give that kind of fate to me.
Jadi...? Jadi, aku ga bakal berkhayal lebih lanjut kalo dikemudian hari aku bakal jadi Nona Kwon or else (sebenernya aku bahkan nggak bisa ngebayangin hal ini, sih). Aku cuma berharap, aku bisa dapet suami... atau seenggaknya "pacar" yang kayak dia.
Taller than me, itu pasti. Smart. Creative. Bertanggung jawab. Punya komitmen dan berpegang teguh pada prinsip. Ga klemak-klemek. Easy-going. Fun. Ulet, tekun, ga mudah putus asa, berani mencoba. Agak-sedikit-perfeksionis, boleh lah. Good-looking itu juga harus. I'm not asking for the handsome ones. But he has to be good-looking. Let's talk about reality, sekarang udah bukan jamannya "look doesn't matter", kan? Just admit it. Everyone wants a good-looking girlfriend/boyfriend.
Jadi, dengan bangga saya mendeklarasikan ideal guy saya adalah......... GD! With the less rebel-ness, please. Karena aku gampang kebawa arus. Jadi punya cowok dengan tingkat kerebelan sama kayak GD is a big no.
Mungkin beberapa dari kalian mikir, "ah cuma gitu doang masa iya sih nganggep udah falling in love?". Tapi menurutku, itu lah yang terjadi. Well, semacam itu lah. Karena kadang, ngeliat video nya... ngeliat fotonya.... ngedengerin lagu-lagunya....
He makes my heart flutter.
Hiks, I'm being these pity fangirls with their bitter love. Menyedihkan, memang. Tapi aku nggak menyesal. GD, walaupun dia sangat nakal, udah ngajarin banyak hal ke aku. Termasuk poin bahwa hidup itu bukan sekedar "lalala land". Hidup itu keras. Tapi untuk menghadapi kerasnya hidup, kita hanya bisa bertahan sekuat tenaga. Kompetisi atau persaingan, itu semua cuma hiasan belaka dalam hal yang namanya "kehidupan". Hiasan yang nggak lain adalah salah satu komponen utama. Dan mau nggak mau, kita harus menghadapi hiasan hidup yang satu ini.
Kadang, kalo aku sedih, dengan mengingat perjuangan GD dan role modelsku yang lainnya (Kahi, Park Bom, Tiffany), aku jadi semangat. Kalo putus asa, cuma dengan mengingat mereka pernah melalui fase yang sama dengan apa yang lagi aku alamin, aku jadi punya kekuatan lagi buat menghadapi semua masalah yang ada. Berkat mereka, aku bisa mengatakan hal ini sama diriku sendiri :
"Kamu ada di tahap yang benar, Non. Kamu cuma harus berusaha melewati fase ini, dan tadaaah. Saat kamu sadar, kamu akan ada di tahap yang sama dengan mereka. Sukses. Berhasil."
Ini namanya agak off-topic. Jadi lebih baik obrolan soal GD, Kahi, Park Bom, dan Tiffany being my role models sebaiknya disimpan untuk next entry, gimana? ;)
Jadi, intinya, I'm falling in love with GD and want to have a hubby/bf like him. Ngomong-ngomong soal hubby, I gotta feeling that my hubby will be older than me deh. Beda umurku sama GD bahkan sekitar 7 tahunan. Whatever sih, yang penting masih bisa klik dan nyambung ke aku. Karena aku sendiri nggak bisa ngobrol dengan leluasa and being myself dengan anak-anak cowok seumuranku (just like what my parents said; jalan pikirku udah kejauhan).
Yang penting jangan sama anak-anak semacam member-member SHINee. Sama sekali nggak bikin aku nafsu (sorry, Shawols). They are talented but they aren't my type.
So, yeah.... I prefer Kwon Jiyong over Justin Bieber, is that weird?
Whatever, let's enjoy this bitter love! :D
Love, LadyLo
Label: About me, Celebrity, Daily story, Just babbling, Kpop, Life, Love, Opinion, Postingan sampah, Renungan, Sad
I Hate You, My Stars.
(one too three. again, one two three. stars, i'm going to go crazy)
No matter how many times I look at you, I can't see you, oh baby Because of the tears in my eyes, all because of you My crying face that is reflecting above the spread letters, oh baby I promised myself I wouldn't cry again, but I'm crying again
Awalnya kukira begitu mudah untuk menyembunyikan sedihku Awalnya kusangka tak akan sulit untuk hilangkan tangisku Namun semuanya tidak berjalan sesuai anganku Semakin aku tegar, semakin perih luka yang kurasakan
What do I do, I don't know what to do, what to do This is me, I don't know why I'm going crazy like this All because of you, really because of you I can't do anything, I
Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku tidak diizinkan untuk memperlihatkan amarahku Dan aku juga dilarang untuk meneteskan air mataku Mengapa aku harus berusaha tertawa, disaat aku tidak bahagia?
Love you as much as the stars, stars, stars, stars I came for you to find you, you're that far shining star Stars, stars, stars, no matter what I say I really can't express myself I'm frustrated now, what should I do now
Kini, mungkin aku telah menjadi gila Namun tidak ada satu pun orang yang sadar Mengapa? Karena aku memendam seluruh perasaanku Tetapi, jauh di dalam hatiku, jauh di balik tawaku Aku berharap ada seseorang yang menyadari rasa sakitku
No matter how many times I count, I can't see the end, oh baby Because of all the memories that are in my heart, I think of you again I couldn't say everything I wanted to so I say them to myself, oh baby I want you back, I want to go back to your side
Bila memang bisa, aku ingin memutar waktu Agar saat-saat bahagia itu dapat kumiliki kembali Aku ingin melakukan perubahan kecil, setidaknya agar senyumku kembali Namun aku tidak bisa, karena tidak ada yang mengizinkanku
I'm pleading to you, please, I'm pleading to you To the sky, my prayer goes to the sky Cheer me up, cheer me up Please, where are you now
Dan bila memang diizinkan, Tuhan, tolong kirimkan padaku seseorang yang dapat mengerti isi hatiku Seseorang yang dapat menghiburku dan mengetahui pedihnya sakitku Aku pun tak ingin bersedih, aku ingin tawaku kembali
Stars, stars, stars, stars, talk to me Is it over? Is that it? Answer me, don't just laugh Stars, stars, stars, stars, I'm pleading to you Just for once, my love Let me fly to your side
Kapan seluruh rasa sakit ini menghilang? Kapan detik-detik bahagia dapat kurengkuh kembali? Aku butuh jawaban, walau hanya beberapa patah kata Agar aku dapat tetap tegar, terus bertahan di atas semua luka ini
Star, star, star, ooh baby, star, star, star, oh
Dan tiada yang tahu, bahwa dua bintangku yang paling kucintai Adalah dua bintang yang juga menyakitiku disetiap detik ini
I love you as much as the stars, stars, stars, stars I came for you to find you, you're that far shining star Stars, stars, stars, no matter what I say I really can't express myself I'm frustrated now, what should I do now
Bintangku, sungguh aku mencintaimu Bintangku, sungguh aku tak ingin melukaimu Namun semakin dalam aku menahan tangis dan amarah ini Semakin pedih rasa sakit yang ada Aku juga ingin berbagi tawa dan tangis
Namun aku tidak bisa, dan tidak diizinkan Karena aku harus menjadi seseorang yang kuat Yang bahkan tidak diberi kesempatan untuk mengutarakan isi hatinya…
***
This poem was dedicated for my most precious stars, and the english part above was taken from SNSD - Star Star Star's translation Dua bintang yang selalu kucintai sepenuh hati dan dua bintang yang selalu menusuk hatiku sedalam mungkin
Just for you know, I have an unconditional love for you both But you never give me a chance to make a movement I love you, but you made a deep, the deepest wound in my heart I wanted to make you happy, but I just realized That these things weren’t what I wanted
You’re too precious for me So that’s why, I hate you, My Stars."I miss you, I need you."--After School, Because of You.
Love, LadyLoLabel: About me, Daily story, Life, Love, Poem, Sad
giggles and... tears.
Hey pals! Ups, I mean... octopuses. Yup, started from today, I'm going to call you all "octopuses", not "pals" anymore! Hihi :) take it easy okay? ;)
Okay, maybe you're wondering the reason why did I choose that title for this post. Aku sendiri juga bingung kenapa milih judul itu. Well, mungkin karena dalam postingan kali ini bakal ada hal-hal yang menyenangkan, sekaligus menyedihkan buat aku. Then, let's start this post from the "giggles" side first! ^^
Belakangan ini aku nyadar, kalo ikutan mading di Spansa udah menciptakan berbagai kegilaan tersendiri buat aku. Di postingan sebelumnya aku udah cerita kan, kalo aku sampe kena banjir waktu ngurusin mading? Nah, lagi-lagi aku ngalamin kejadian yang buatku nggak terlupakan gara-gara ngurusin mading, hehe.
Jadi, kemaren (hari Sabtu) ada pengasapan di sekolahku. Biasalah, karena musim hujan, nyamuk-nyamuk semakin mengganas dan berkeliaran dimana-mana. Makanya sekolahku ngadain pengasapan besar-besaran. Terus, apakah kejadian yang nggak terlupakan itu?
Nah, kemaren aku mau nempelin mading sama Ina (belum sempet ditempel hehe). Harusnya kami berdua nempelin tuh mading bareng anak-anak mading yang lain. Tapi anak-anak kelas 8A pada latihan buat upacara Senin, sementara anak-anak kelas 8D... hmm, kemaren aku jarang ketemu sama anak-anak 8D. Jadi, karena aku sama Ina nggak ada kerjaan, kami putuskan buat masang mading saat itu juga (mumpung nggak ada pelajaran karena ada pengasapan).
Pas baru mau masang mading, kami berdua baru inget kalau... madingnya ada di kelas 8A!! Oh crap! Kami bisa aja sih ngambil tuh mading di kelas 8A, terus langsung masang madingnya. But, guess what? Kelas 8A baru aja diasapin sama petugas-petugasnya. I mean, 8A lagi diasapin sama para petugasnya.
Sebenernya, kalau mau dipikir ulang, kami bisa nunggu asap di kelas 8A hilang. Cuma, mengingat kelas kami, 8F, yang udah diasapin dari beberapa waktu yang lalu tapi asapnya belum hilang... kayaknya tuh mading bakal keburu lumutan kalau nggak diambil saat itu juga.
Nah, berbekal jaketnya Shera, aku sama Ina nekat naik ke kelas 8A yang ada di lantai dua. Biarpun nggak tahan sama asapnya yang bikin aku pusing, kami tetep naikkin tangga dengan sangat-amat-sangat pelan. Mau gimana lagi? Asapnya pekat banget! Kalau nggak hati-hati, kami bisa kepeleset.
Oke, kami berhasil sampai di lantai dua. Misi kami berikutnya adalah: masuk ke kelas 8A yang ada di ujung koridor. Great then, hahahaha, aku ketawa garing dalem hati.
"Nonaaaa, yakin nih kita mau lanjut?" Ina udah ragu buat ngelanjutin perjalanan jauh. Sebenernya aku juga males banget buat ngelanjutin perjalanan, secara asap pekat udah menuhin koridor, dan bikin aku pusing banget. Tapi, kayaknya kok nanggung banget buat nyerah ya? Makanya, kami putuskan buat tetep nekat.
Aku sama Ina mulai jalan pelan-pelan. Buset, koridor udah dipenuhin sama asap super pekat. Rasanya koridor gedung itu udah dipenuhin sama kabut-kabut di Persona 4. Eh iya, aku sama Ina berasa masuk ke dalem game Persona 4 deh! Hihi. Seru, seru!
Wah, seru bangeeeeet!, aku, yang emang adrenaline junkies, sempet-sempetnya kepikiran kayak gitu. Sok abis mikir tuh kejadian seru, padahal kepala udah pusing setengah mati, dan tenggorokan serasa kebakar.
Awalnya aku mikir seru, tapi lama kelamaan berasa horor juga. Gimana nggak? Kami ada di dalem koridor yang panjang, yang nggak ketawan "apa" yang ada di depan kami karena pekatnya asap. Apalagi cuma ada tiga orang di gedung ini; yaitu aku, Ina, sama satu anak laki-laki yang udah masuk lebih dulu dengan penuh semangat dan ninggalin kami jauh di belakang.
Dan, pas aku sama Ina sibuk nutupin hidung + mulut pake jaketnya Shera, tiba-tiba....
"HWAAAAAA!" anak laki-laki barusan teriak sambil lompat ke depan kami. Ckck, saking pekatnya asap, aku sama Ina nggak bisa ngeliat kalau dia sempet lari ke arah kami. Tiba-tiba aja dia lompat dari pekatnya asap dan berdiri di depan kami. Then, some minutes later, I saw his blushes. Yup, kayaknya dia salah ngira deh. Mungkin dia kira, aku sama Ina itu temen-temennya, terus dia ngagetin kami. Aku sama Ina langsung bertukar pandang, mikir betapa najisnya tuh cowok.
Berbekal rasa malu, tuh cowok langsung lari nurunin tangga. Great, kali ini kami bener-bener cuma berdua di gedung itu.
Setelah jalan beberapa lama, kepekatan asapnya berkurang sedikit, jadi kami bisa ngeliat jauh ke depan. Nobody, I mean, "nothing". Karena udah nggak tahan lagi dan mulai ngerasa sesak napas, kami langsung lari masuk ke kelas 8A.
Yeah, jendelanya kebuka!, cuma itu yang pertama kali kupikirin waktu masuk ke kelas 8A. Ina langsung ngecek lemari tempat dia nyimpen mading, sementara aku langsung lari ke arah jendela deket lemari barusan. As I said, jendelanya kebuka. Walaupun masih dikelilingin asap, tapi setidaknya masih ada sedikit udara seger dari tuh jendela. Makanya aku langsung ngecharge paru-paruku. Hmmm... rasanya pusingku berkurang gara-gara ngirup udara sedikit segar. Hehe.
"Ina, rasanya tenggorokanku panas deh," aku bilang gitu ke Ina yang udah ikutan ngejulurin kepalanya keluar lewat jendela. Kami berdua sama-sama ngecharge paru-paru.
"Iya, Ina juga," jawab Ina yang keliatan pucat. Kami berdua emang sama-sama lemah dibagian pernapasan sama pencernaan. Hiks.
Nah, selama ngecharge paru-paru, kami berdua ngobrolin soal betapa miripnya environment di gedung itu sama suasana di Persona 4. Ya ampun, kami berasa lagi masuk ke tuh game deh! Terus kami kembali ngobrolin soal game Persona 3 dan Persona 4 (heran, kok sempet-sempetnya ya ngomongin game ditengah kondisi kritis kayak gitu?). Dan akhirnya, kami mulai jalan keluar kelas sambil tetep ngomongin Persona's sequels.
Kami kembali jalan menyusuri koridor yang udah nggak terlalu pekat asapnya, dan kami mulai nurunin tangga. Dan, yeah, kami selamaaaaaaat!! Walaupun aku ngerasa pusing dan tenggorokanku berasa kebakar, setidaknya misi kami sukses! Hihi :) I think that was my unforgettable experience deh! ;)
Okay, that's the "giggles" side. Now, let's talk about the "tears" side.
I'm on my hiatus now! I'm going to have some tests on next week, so I won't update my blog until I've finished my tests. I'm gonna miss you so much, octopuses! ><>
By the way, I found these funny posts on Nguping Jakarta:
Memangnya telor salah apaaaa?
Pembeli cablak: "Mas nasi gorengnya satu, telornya digaplok yah!"
Didengar oleh orang yang bergegas melaporkan kekerasan yang terjadi saat proses memasak.
Setelah itu, bikin segi empat tiga sisi!
Pembina: "Ayo adek-adek, semuanya baris yang lurus membentuk lingkaran mengelilingi kakak!"
Tebet, didengar oleh seseorang yang ingin melihat bentuk yang sangat absurd itu.
LOL, I think they're funny! Well then, I'm gonna miss you so much, octopuses! Hugs and kisses from me :') And wish me luck on my tests, okay? :D
Love, LadyLo
Label: About me, Daily story, Experience, Friends, Fun, Incident, Just babbling, Nostalgia, Sad, Somethin' about my blog, Updaties
no reason to be proud :(
 Hey fellas! This day wasn't a happy day for me at all. I had to join my school's choir at the flag ceremony, but I didn't do it because I was too busy for buy a new school cap (yup, I lost it for the first time). Then, I didn't bring my maths book and my science book. That was awful :(
And I got my temporary exam results. Not good at all.
Maths : 65/100 (Rank : 10/40) No wonder about it. I'm stupid at maths. Art and Culture : 40/100 (Rank : 20/40) My teacher said there was a problem about the keywords, so that's not my fault at all :3 She'll check it once again ^^ English : 95/100 (Rank : 1/100) No comment about it :3 Citizenship Science : 74/100 (Rank : 1/100) My fella said I'm the first rank for this lesson in my class, but my score is only 74!! *shocked* Social Science : 82,5/100 (Rank : 10/100) I've tried my best, and trust me, the questions were so hard :(
I'm still haven't earned some of my exam results like:
- Religion
- Science
- Indonesian
- Science of Technology
I'm still waiting for them and for the real results. There are no reasons for me to be proud now :( I'm dissapointed for the temporary results, but I promised I'll do my best next time :D
I made this one from ImageChef.com :D
Well then, I think that's enough for this time :) I found and saved a lot of SNSD's pics, and of course I can't post it all here. But I love this one :3
Makes me feel happy when I see it :) Hmm... then, I'll finish the mangas that I read now, hehe. I don't have any plans for tomorrow, but still, I haven't moved to the new bedroom. Too lazy for doing the tidy-up thingy! :p
Love, LadyLo
Label: About me, Celebrity, Daily story, English Post, Just babbling, Life, Misuh, Photo, Sad, School, Screenshot, Updaties
Older Post
|