Lady Octopus by Nona Soedhowo. +Follow | Dashboard
Lady Octopus
Entries ~~ LadyLo ~~ Friends ~~ Connect



bitter love
Jumat, 07 Januari 2011 | 0 comments
Bitter love. Ini bener-bener title yang sangat klise dan berbau galau khas ababil jaman sekarang. Maafin aku ya, Octopuses. Ini namanya aku lagi running out of title, hiks. Tapi bukan berarti title entry ini irrelevant sama isi nya kok. Justru aku pilih kata "bitter" karena... memang entry ini bakal berbicara tentang hal yang paling naif--dan paling diagungkan--di dunia;

Cinta.

Sebelum ngebahas lebih lanjut, aku mau meluruskan kenapa aku menganggap "cinta" sebagai hal yang paling "naif" di dunia. Well, simply just because cinta memang naif. Dan membuat orang-orang menjadi naif karenanya. Banyak orang yang percaya bahwa "love would be last forever". Dan biasanya mereka yang beranggapan seperti ini adalah remaja belasan tahun. Remaja yang sebaya sama aku.

Setiap kali ada yang menggunakan kata "forever" dalam satu kalimat yang ada kata "love" nya, aku rasanya pengen banget ngasih tau sama mereka kalo "there is NO forever". Ya memang bener kan? Nggak ada yang namanya "selamanya". Nggak usah ngambil contoh yang rumit semacam, "kita hidup cuma sementara alias nggak selamanya, kan?" deh. Cukup ambil sampel yang simpel-simpel aja (hey, it rhymes!). Makanan, pasti akhirannya bakal membusuk kan? Atau, anggaplah kita lagi ngumpul-ngumpul sama temen-temen segeng. Nggak mungkin kan kita bakal selamanya ngumpul bareng? Pasti bakal ada saatnya kita memisahkan diri. Itu pasti. Because it's fated already.

Jadi, intinya, love isn't about being forever. Cinta itu semacam game. Nggak ada kata selamanya. Yang ada cuma permainan seberapa lama kita bisa mempertahankan cinta itu sendiri. That's it. Ibarat kita lagi ikutan kompetisi game yang bernama "cinta", pemenangnya adalah orang yang lebih lama mempertahankan cinta itu. Gitu. Bahasa gampangnya; lama-lamaan cinta-cintaan. In case you couldn't get what I mean.

I, myself, hate the word "love". Bukan, bukan berarti aku nggak bisa falling in love with someone. Tapi aku cuma nggak suka aja sama kata itu. Dan ini bukan disebabkan oleh alesan paling pasaran di dunia ini--patah hati--ya. There is something that happened to me and caused me to hate the word "love". Sesuatu yang mengajarkan aku kalo :

1. Cinta itu buta
2. Cinta itu sementara
3. Cinta itu naif

Cinta itu buta. Ya jelas, kan? Contoh gampangnya, kamu bisa maki-maki orang tua kamu disaat kamu nyaris punya pacar sementara orang tua kamu ngelarang kamu pacaran. Itu contoh yang paling nyata di teen world, no?

Cinta itu sementara. Udah kujabarin dengan jelas di atas.

Cinta itu naif. Udah kujelasin juga di atas, kan? Well, sebenernya bukan pure 100% "cinta" nya yang naif, sih. Sebenernya cinta itu, bisa dibilang, kejam. Dan sangat "real". Cinta itu ajaib, memang. Hari ini kamu bisa diagung-agungkan sama seorang cowok, besoknya kamu bisa dibuang sama mereka. Kenapa? Simpel. Alasan yang paling pasaran buat kasus ini adalah :

"Aku udah nggak cinta lagi sama kamu."

Atau dalam bahasa gampangnya, "cintaku udah lari dan kabur ke cewek lain". Gitu.

Jadi...?

Jadi, yang membuat cinta itu terkesan naif adalah mereka sendiri, yang sedang hanyut dalam cinta. Aku masih belom terlalu ngerti gimana prosedur jalannya percintaan dalam dunia orang dewasa ya, karena aku sendiri belom merasa dewasa. Aku berpikiran simpel, kok. Aku cukup mengambil bahan observasi dari kasus-kasus yang ada di sekelilingku.

Kebanyakan remaja menganggap love is all about lovey-dovey things, while it isn't. Mereka nganggep kalo cinta itu cukup dengan bilang "I love you", gandengan tangan, grepe sana grepe sini, and all. Padahal cinta itu rumit. Cinta itu butuh komitmen, butuh tanggung jawab. Mereka belom punya itu semua, tapi mereka udah berani berkoar-koar "aku cinta sama dia" dan lain sebagainya.

Mereka juga mikir love is all about being happy. Salah sedikit, marah. Salah sedikit, ngambek. Berantem dikit, bilangnya "kamu udah nggak sayang lagi sama aku!" dan lain sebagainya. Ya itulah cinta. Cinta cuma salah satu part penting dalam kehidupan. Dalam dunia. Dunia berputar, cinta juga. Hari ini kamu seneng di dunia, besoknya kamu sedih. Cinta juga begitu. Hari ini kamu merasa cintaaaa banget, besok kamu merasa kadar cintamu berkurang drastis. Ya gitu deh. Intinya, semua yang ada di dunia ini..... adalah "roda". Roda yang terus berputar. Wujudnya memang nggak bulet sempurna kayak roda. Wujudnya memang nggak berporos semacam roda. Tapi ya itu tadi. Semua yang ada di dunia ini punya hukum yang sama seperti roda.

Berputar. Dan kita nggak akan pernah bisa menghentikan perputarannya. Kita cuma bisa jadi penonton. Diam dan menikmati. Kita cuma bisa jadi pemain. Mengikuti apa yang ada di naskah--yang disebut takdir--dan memerankannya dengan sempurna. Kita cuma bisa jadi figuran. Karena pemeran utama nya adalah dunia sendiri. Makanya, ada yang bilang kalo dunia itu "panggung sandiwara". Memang begitulah adanya.

Jadi, ya gitu deh. Kebanyakan orang seumuranku cuma mikir cinta itu isinya happy-happy. Gampangannya, mereka nganggep HAPPY itu pemeran utama dalam sebuah drama yang judulnya "CINTA". Kata-kata semacam "cobaan", "kesedihan", "pengkhianatan", dan lain sebagainya cuma jadi FIGURAN. Mereka salah. Justru yang jadi figuran dalam CINTA itu adalah HAPPY sendiri. Makanya mereka jadi begitu panik ketika mereka masuk dalam fase sulit, fase-fase yang memaksa mereka untuk mendewasakan diri.

Sebelumnya aku minta maaf ya atas pandanganku tentang cinta yang terlalu keras. Tapi memang begitu lah adanya. Life told me so. I've learned about these things from my life experience.

Conclusion? Orang-orang yang lagi dilamun cinta kebanyakan naif. Dan cinta jadi naif karena orang-orang tersebut. Enough said.



....oke. Aku ngerti, penjelasanku yang panjang lebar di atas sama sekali nggak memberi pencerahan maupun jawaban yang tepat dan memuaskan. I'm so sorry. But I've tried my best to tell you about my absurd, odd thoughts. Pokoknya intinya... gitulah. Ada hal-hal yang nggak bisa dijelaskan ke orang lain dengan sempurna. Dan buatku, inilah hal itu.

Alright. Sebelum aku makin off-topic, mari kita bahas inti dari entry kali ini. Kenapa aku sebut bitter love?

Simply just because I considered this kind of love as a bitter love. This kind = the awkward moment when you are falling in love with someone who doesn't even know that you are exist in this world.

So, who the heck is the guy that caused me a BIG problem like this?

It's him.




I know that this photo was taken 2 years ago. Whatever because he looked gorgeous here

His name is Kwon Jiyong. AKA GD, or G-Dragon to be exact (I hate this stage name anyway, I prefer to call him as "GD" than "G-Dragon"). Dia leader Bigbang. Yes, he is Korean. And YES, he is an idol. And of course he doesn't know that there is Winona Anindyasarathi Soedhowo in this world. Poor me, aite?

Kenapa aku suka sama dia?

Because he is amazing. He is still young. Dia good-looking. Tall enough for me. Dia fashionable. Dia smart. Dia creative. Tekun, ulet, bertanggung jawab, profesional, dan banyak hal lainnya yang selalu mencegah aku untuk berhenti belajar lebih banyak lagi dari dia.

Okay, he might be sooo rebel. Asumsiku, gaya hidupnya sangat bebas. Party everyday. Minum. Hangover pastinya. Make. Main cewek. One-night stand udah termasuk dalam kategori main cewek ya. Tapi hebatnya, dia tetep bisa jadi orang HEBAT disaat dia sangat rebel.

You know, sometimes people wouldn't even care about your sins when you are being so awesome. I told you already, right? Poin nomor satu : cinta itu buta.

Everything about him is amazing. Oke, kecuali masalah wajah, itu tolong dikecualikan ya. Menurutku dia bukan tipe orang yang bisa dikyaaaa-in dari segi fisik. Tapi ya, gitu deh. Dalam kasus kebanyakan, biasanya yang terjadi adalah kasus "talenta berbanding terbalik dengan penampilan". Bedanya, GD ini masih bisa jadi eyecandy becuase he is kinda good-looking (just like what I said).


Jujur, sebenernya aku bingung nyari alesan lagi untuk menjelaskan kenapa aku bisa suka sama dia. Bukan, bukan karena aku cuma suka sama dia dengan cara yang klise--karena dia cakep dsb--atau karena aku nggak punya alesan lain untuk suka sama dia. Justru karena terlalu banyak alesan yang aku punya, aku jadi bingung gimana cara ngejabarinnya. Sama kayak gimana aku bingung buat ngejelasin kenapa aku bisa nganggep "cinta itu naif", kayak di atas.

Awalnya memang cuma sekedar rasa kagum. Tapi tau sendiri kan, cinta bisa timbul darimana aja? (Ini salah satu kalimat paling iklan yang pernah aku tulis di blog ini. And I feel so..... gross to mention those words in this blog)

So, yeah......... I'm falling in love with this guy. Bitter love is bitter.


But no, I'm not that delusional. Okay, I might be DELUSIONAL but I'm not that creepy, okay? Mari berbicara tentang fakta. Dan logika. Aku di Indonesia, dia di South Korean. Aku cuma anak tunggal and another student in this world, dan dia idola. Nona Soedhowo x Kwon Jiyong will never happen unless it's fated already and I doubt that God would give that kind of fate to me.

Jadi...? Jadi, aku ga bakal berkhayal lebih lanjut kalo dikemudian hari aku bakal jadi Nona Kwon or else (sebenernya aku bahkan nggak bisa ngebayangin hal ini, sih). Aku cuma berharap, aku bisa dapet suami... atau seenggaknya "pacar" yang kayak dia.

Taller than me, itu pasti. Smart. Creative. Bertanggung jawab. Punya komitmen dan berpegang teguh pada prinsip. Ga klemak-klemek. Easy-going. Fun. Ulet, tekun, ga mudah putus asa, berani mencoba. Agak-sedikit-perfeksionis, boleh lah. Good-looking itu juga harus. I'm not asking for the handsome ones. But he has to be good-looking. Let's talk about reality, sekarang udah bukan jamannya "look doesn't matter", kan? Just admit it. Everyone wants a good-looking girlfriend/boyfriend.

Jadi, dengan bangga saya mendeklarasikan ideal guy saya adalah......... GD! With the less rebel-ness, please. Karena aku gampang kebawa arus. Jadi punya cowok dengan tingkat kerebelan sama kayak GD is a big no.

Mungkin beberapa dari kalian mikir, "ah cuma gitu doang masa iya sih nganggep udah falling in love?". Tapi menurutku, itu lah yang terjadi. Well, semacam itu lah. Karena kadang, ngeliat video nya... ngeliat fotonya.... ngedengerin lagu-lagunya....

He makes my heart flutter.

Hiks, I'm being these pity fangirls with their bitter love. Menyedihkan, memang. Tapi aku nggak menyesal. GD, walaupun dia sangat nakal, udah ngajarin banyak hal ke aku. Termasuk poin bahwa hidup itu bukan sekedar "lalala land". Hidup itu keras. Tapi untuk menghadapi kerasnya hidup, kita hanya bisa bertahan sekuat tenaga. Kompetisi atau persaingan, itu semua cuma hiasan belaka dalam hal yang namanya "kehidupan". Hiasan yang nggak lain adalah salah satu komponen utama. Dan mau nggak mau, kita harus menghadapi hiasan hidup yang satu ini.

Kadang, kalo aku sedih, dengan mengingat perjuangan GD dan role modelsku yang lainnya (Kahi, Park Bom, Tiffany), aku jadi semangat. Kalo putus asa, cuma dengan mengingat mereka pernah melalui fase yang sama dengan apa yang lagi aku alamin, aku jadi punya kekuatan lagi buat menghadapi semua masalah yang ada. Berkat mereka, aku bisa mengatakan hal ini sama diriku sendiri :

"Kamu ada di tahap yang benar, Non. Kamu cuma harus berusaha melewati fase ini, dan tadaaah. Saat kamu sadar, kamu akan ada di tahap yang sama dengan mereka. Sukses. Berhasil."

Ini namanya agak off-topic. Jadi lebih baik obrolan soal GD, Kahi, Park Bom, dan Tiffany being my role models sebaiknya disimpan untuk next entry, gimana? ;)


Jadi, intinya, I'm falling in love with GD and want to have a hubby/bf like him. Ngomong-ngomong soal hubby, I gotta feeling that my hubby will be older than me deh. Beda umurku sama GD bahkan sekitar 7 tahunan. Whatever sih, yang penting masih bisa klik dan nyambung ke aku. Karena aku sendiri nggak bisa ngobrol dengan leluasa and being myself dengan anak-anak cowok seumuranku (just like what my parents said; jalan pikirku udah kejauhan).

Yang penting jangan sama anak-anak semacam member-member SHINee. Sama sekali nggak bikin aku nafsu (sorry, Shawols). They are talented but they aren't my type.


So, yeah.... I prefer Kwon Jiyong over Justin Bieber, is that weird?

Whatever, let's enjoy this bitter love! :D


Love,
LadyLo

Label: , , , , , , , , , ,


quote of the day
Selasa, 27 Oktober 2009 | 0 comments




"Try harder."








Label: , , ,


Jumat, 02 Oktober 2009 | 0 comments




Label: , , , ,


Ya ampun, blog ini udah cukup terbengkalai. Hehehe, maklumlah, saya orang sibuk. Oke, aku ngaku deh; aku males banget buat nulis di blog. Males nyusun kata-katanya. Intinya males aja gitu. Tapi penyakit kambuhan itu udah mulai ilang lagi kok ;)

Oh iya, minal aidzin wal fa idzin yaa. Maaf telat :) Nona minta maaf atas segala kesalahan yang pernah nona lakuiiin :')

Apa aja yang udah kualamin belakangan ini? Banyak banget. Mulai dari ngadepin tiga ulangan berturut-turut dalam satu hari, kelasku super heboh karena ada isu bakal diadain razia, jatoh di depan 39 kepala dan di kelas tetangga, sampe maen sama Bella yang notabene bener-bener bikin capek.

Iya, maen sama Bella. Udah dua hari yang lalu sih. Waktu itu IM2 lagi eror, jadi aku nggak bisa ngenet. Karena bosen, akhirnya aku putusin buat nemenin si Bella main.

Kami maen di halaman rumah kami aja kok. Kami maen di ayunan, ngobrol-ngobrol nggak jelas gitu. Terus kami maen di kolam ikan (iya, ada kolam ikan di rumah kami). Kami ngaduk-ngaduk isinya pake lidi (okay, it was silly -___-) dan ngasih makan ikan. Terus kami foto-foto. Hehehe. Ini salah satu foto favoritku :D



Free Image Hosting at www.ImageShack.us
gimme a click for enlarge !! :)


Gimana? Aneh ya? Hehehe. Tolong klik fotonya buat ngeliat versi aslinya :)

Hmm... sorry for the very-short-updates. Bener-bener lagi nggak mood buat ngeposting sesuatu. Duh!

Dan maap buat tata cara penulisanku yang lagi kacau ini.


Love,
LadyLo

Label: , , , , ,


yes, i'm addicted to it!
Jumat, 18 September 2009 | 0 comments
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost
yang kiri Riku Matsuda, yang kanan Mao Tominaga. Click for enlarge!



Gila. Aku lagi addicted banget sama nih komik. Udah cerita kan? Itu looh, yang namanya Giri Koi! Ups, belom kuposting ya resensinya? Hehehehe, maap deh. Pengennya tinggal copast aja sih dari note di FB, tapi berhubung FB lagi eror mulu dan aku paling males buat ngadepin yang namanya eror, jadi diundur dulu yeee :p

Oke, dalam postingan kali ini kita bakal ngomongin betapa aku kecanduan sama Giri Koi. Padahal jarang banget lho, aku ketagihan sama manga gitu. Seandainya pun iya, pasti sama manga/komik yang menurut bagus banget!

Anyway, sampe saat ini manga yang masuk dalam kategori manga keren versiku adalah:

1. Ufo Baby
2. New Ufo Baby
3. Cardcaptor Sakura
4. Marmalade Boy
5. Baby Love
6. Giri Koi/Love Honor

Tuh, kan? Giri Koiiiii mulu yang ada di otakku. Tapi, dari ribuan komik yang kubaca (halah, tapi emang kayaknya banyak banget deeh), emang cuma enam komik itu yang paling nyantol di otakku. Sampe sekarang.

Padahal semua manga yang udah kusebutin di atas itu termasuk manga lama lho. Giri Koi aja mulai dirilis taun 1999/2000 (kalo nggak salah). Wow.

Dan sekarang aku ketagihan baca Giri Koi.
Duh!

Oke, aku mau numpang cerita gimana sejarahnya sampe aku bisa ketagihan baca Giri Koi.

Jadiii, di Nakayoshi 71 yang telat kubaca ada komik baru, namanya Love Honor (Giri Koi). Pertama kali kubaca emang udah ngerasa ada chemistry gituu (alah, emangnya jodoh -___-). Dan berbekal keisengan belaka, aku nekad googling dengan kata kunci "Giri Koi". Eeeh ternyata malah nemu website yang bisa ngebuat aku baca online Giri Koi sampe chapter 6.

Pas aku selesai baca chapter 4 dan mau ke chapter 5... gambarnya nggak kebaca, sampe sekarang! Dan gara-gara rasa penasaran yang parah banget, akhirnya aku jadi ngebawa Giri Koi sampe mimpi. Huuuh -____-

Akhirnya, demi menanggulangi rasa ketagihan--setidaknya sampe aku bisa baca online Giri Koi lagi, aku mutusin buat menjauhkan diri dari hal-hal yang berbau Giri Koi.

Aku ngeganti wallpaper laptopku, dari kumpulan wajah Riku Matsuda yang cakep dan baeknya minta ampun itu, jadi fotoku sama salah satu bestieku di Jogja; Estu. Aku juga ngelarang diri sendiri buat ngebuka folder yang isinya "serpihan-serpihan" komik Giri Koi. Pokoknya aku berusaha ngejauhin Giri Koi dariku gitu deh!

Ternyata lumayan berhasil lho. Aku jadi nggak terlalu sering mikirin Giri Koi lagi. Hehehehehe.

Eh, tapi masa lagunya Lady GaGa yang Just Dance aja bisa bikin rasa ketagihanku kumat lagi. Nggak heran sih. Secara selama ini kan kalo aku lagi baca online, pasti aku muter lagu Just Dance di laptopku. Hehehehehe :p

Duh, maap ya belakangan ini postinganku kacau. Bahasanya nggak bagus, pula! Bener-bener lagi bored sampe nggak ada inspirasi buat menulis yang baik. Huehuehuehue.

Well ..... that's enough for this time ;)


Love,
LadyLo


*image taken from HERE.

Label: , , , , , ,


Kaulah Pangeranku ;)
Kamis, 17 September 2009 | 0 comments
Di suatu senja yang indah
dengan langit oranye
yang bersenada dengan biru tua
Angin bertiup pelan
dan pasir melayang, terhempas

Di depan kita, terhampar lautan lepas
Warnanya biru kelam, sekelam bola matamu
Airnya begitu jernih
Dan ombaknya begitu besar
Buih-buih beterbangan, mengisi atmosfer kita

Kita duduk di tebing itu,
tebing yang besar dan begitu kokoh
Warnanya kelabu dan tampak kasar
Kita menatap mentari itu,
mentari yang nyaris tertelan bumi
Yang hendak menghilang di balik lautan

Aku menoleh padamu
dan aku ingat, kau menatapku dalam
Senja itu, bola matamu begitu pekat
dan aku terbawa dalam pekatnya bola matamu

Aku terhisap
Aku terhempas
dalam kepekatan bola matamu

Aku dapat melihat, sesuatu yang begitu asing bagiku;
sesuatu yang tak pernah dapat kusentuh
sesuatu yang belum pernah kumiliki

Dan aku melihatnya di dalam bola matamu
Sesuatu yang kau sebut cinta
Entah apakah artinya.

Kau menarik tanganku
Mengurung telapak tanganku
dalam balutan telapak tanganmu yang besar
dan kokoh

Aku terkejut
dan sesaat aku merasa takut
Kau yang seperti ini bukanlah dirimu yang aku kenal
Kau yang seperti ini bukanlah dirimu yang biasa kulihat

Aku terus menatap bola matamu
Berusaha mencari dirimu
yang selama ini ada di sisiku
Dan aku sadar
bahwa kau yang ada di hadapanku saat itu
adalah dirimu yang seutuhnya.

Aku mengaku; aku tak mengenal dirimu
sejauh yang aku kira

Kau mulai membuka mulutmu
Dan entah mengapa, suaramu terdengar asing
terdengar begitu berbeda

Kali itu, suaramu terdengar lebih dalam
Kali itu, suaramu terdengar lebih berat
Dan intonasimu bebicara, jadi terdengar lebih lembut

Aku pun bertanya dalam hati;
kemana suaramu yang selalu menggodaku itu?
kemana sosokmu yang selalu berlari nakal itu?
kemana sosokmu yang selalu penuh tawa itu?

Kau menjawab
dengan pernyataan yang lain
dengan kata-kata yang terdengar asing di telingaku

"Aku mencintaimu,"
begitulah ucapmu saat itu

Maafkan aku, namun jujur aku ragu untuk sesaat
Saat itu aku begitu naif
Saat itu aku begitu polos

Dan dalam hati aku bertanya;

Benarkah kau pangeranku?
Benarkah kau orang yang tepat untukku?
Benarkah kau orang yang akan mendampingiku?
Benarkah kau jawaban atas semua penantianku selama ini?
Benarkah aku pantas denganmu?
Benarkah kita akan berjalan bersama, mengarungi kehidupan ini?

Dan setelah aku mencoba untuk menerimamu
Dan setelah kita mencoba berjalan bersama
Aku dapatkan satu jawaban
dari semua pertanyaan kliseku:

Ya.

Kaulah pangeranku.

Label: , , ,


Seandainya
Aku tak tahu apa yang di dalam otakmu
dan aku tak tahu apakah kau sadar
akan perasaanku

Aku tak tahu apa alasanmu memilihnya
dan aku tak tahu bagaimana kau dapat
bersama dengannya

Namun melihat kalian berjalan bersama
Namun melihat kalian tertawa bersama
Namun melihat kalian melalui hari-hari dengan indah
Hatiku terasa sakit
Hatiku terasa pilu

Huh,
seandainya kalau gadis yang berjalan denganmu itu aku
seandainya kalau gadis yang kau gandeng itu aku
seandainya kalau gadis yang kau kirimi SMS itu aku
seandainya kalau gadis yang kau nanti-nantikan itu aku
seandainya kalau gadis yang ada di hatimu itu aku
seandainya kalau gadis yang ada di sisimu itu aku

Mengapa kau memilih dirinya?
Mengapa kau tidak mencoba menengok ke arahku?
Mengapa kau tidak berusaha menganggapku ada?

Entahlah.
Namun, seandainya saja gadis itu aku....


Label: , , ,


quick post quick updates (ah masa sih?)
I'm coming back! Tiga hari nggak ngeposting apapun, rasanya sedih juga hehehehe. Maap yaaa lama nggak nengokkin nih blog! Tiga hari belakangan ini aku lagi nggak semangat ngenet gara-gara koneksi internet di rumah yang lagi nggak becus itu. Huh!

Soooooo, apa yang terjadi selama tiga hari belakangan iniii?

-15 September 2009
My mom's birthday! Yaaaaay! She's 34 years old now. Dunno why, some people say my mom is very young.... for them, actually. Hahahahaha.

Tanggal 15 September, alias hari Selasa, aku sama Mama (yang udah dibanjirin ucapan selamat ultah) pergi ke Plaza Mulia yang baru berumur 5 hari itu (eh bener nggak sih?). Rencananya, kami mau beli J.Co donuts sebagai tanda perayaan ultahnya Mama. Hehehehe.

First impression waktu masuk PM? (Maap ya) jelek! Dan mengecewakan juga. Bayangin aja, mall yang masih berdebu dan masih ada tiang-tiang yang dipake buat ngebangun tuh mall kok ya udah dibuka! Pokoknya terkesan dipaksakan gitu deh. Mallnya aja masih sepi, belom ada isinya. Kalo ada paling juga cuma Hypermart, J.Co, BreadTalk, A&W, Solaria, dsb. Herannya, tetep aja banyak pengunjungnya. Kenapa ya? Mungkin karena nggak pernah liat mall segede gitu kali ya? Kalo aku sih, jujur aja emang nggak ada rasa interest sedikit pun sama tuh mall dari awal. Secara isi dan besarnya kurang-lebih aja sama Amplaz di Jogja.

Kalo nggak harus beli donat di J.Co saat itu juga, aku nggak bakal mau lah pergi kesitu! Aku sih nggak semangat pergi ke PM. Heuheuheuheu. Udah gitu, di tempat parkir motornya ada tumpukan sampah, pula! Dan salah satu dinding parkirannya nggak rata gitu! Ihh...

Di PM, begitu udah selesai beli donat kami berdua langsung cabut. Nggak tahan sama penampilannya yang belom rapi dan bersih. Nah, begitu sampe rumah langsung ngebaca komik dan buku-buku baruku deh. Hehehehe :)

Begitu mendekati waktu buka puasa, Mama langsung ngorder ayam seember dari KFC. Jadi, kami buka puasa sama fried chicken deh! Menu lainnya? Aku lupa apa aja... hehehehehe.

Abis selesai sholat taraweh, kami (aku, Bella, Om Lupi) langsung beraksi sama tumpukan kembang api. Ada air mancur, ada mercon (eh, itu mercon bukan ya? Pokoknya kalo dinyalain kedap-kedip gitu deh cahayanya!), ada kembang api mini size tapi tahan lama, ada kembang api panjang tapi susah dinyalainnya.

Waktu lagi main kembang api di teras, anak-anak kecil yang tinggal di deket rumah kami langsung ngeliatin dari sela-sela pager. Karena kasian, akhirnya kami ngasihin masing-masing satu batang kembang api panjang buat mereka. Kita harus berbagi kebahagiaan kita kan? Hehehehe klise abis dah.

Tapi tetep, ada anak yang nyebelin diantara mereka. Cowok. Seenak perutnya ngatur-ngatur gitu. Nyuruh pasang merconnya dimana lah, manggil Bella buat minta kembang api lagi lah, dsb. Kami, kecuali Bella yang terlalu polos buat ngerti, cukup keki juga sama tuh anak. Tapi biarlah. Toh nggak kami turutin juga! :p

Akhirnya pesta kembang api kami akhirin dengan nyisain tiga kotak kembang api. Karena udah malem, kami balik ke kamar masing-masing. Di kamar aku online dooong (teteeep) wkwk. Bedanya aku nggak online FB, Twitter, atau Blogger. Aku baca komik online! Huahahahaha.

Oh iya, FYI aku lagi addicted banget sama satu komik yang namanya Giri Koi/Love Honor by Daisy Yamada. Wajib baca deh! Ceritanya bagus; complicated tapi bener-bener hidup. Aku sendiri kerasa disedot masuk ke dalam komik itu saking hidupnya tuh cerita. Rasanya kita bener-bener mengalami dan ngeliat kejadian di komik itu deh! Seolah-olah kita udah bersatu sama Mao Tominaga, tokoh utamanya. Hehehehe lebay ya? Tapi emang bener kok! Sayangnya, belom ada versi tankoubonnya (versi tunggal), jadi untuk sementara baca dulu di Nakayoshi ;)

Nanti kutulis resensinya, don't worry :D

Naah, karena udah malem, aku cuma bisa nyelesain chapter 2-nya aja (chapter 1 udah baca di Nakayoshi). Abis itu off to bed deh :D


-16 September 2009
Nothing special happened sih. Hariku dimulai dengan baca Giri Koi online (lagi), dari chapter 3 sampe chapter 4. Tadinya mau lanjut sampe chapter 6 (cuma tersedia sampe chapter 6), tapi karena KONEKSI IM2 LAGI SAMPAH BANGET, akhirnya terpaksa berpuas diri dengan chapter 4. Hiks!

Malemnya aku coba lagi, siapa tau gitu ada keajaiban. TETEP GA MAU! Uuugh, paling sebel kalo ada komik favorit yang gantung gitu deh bacanya. Rasanya nyawa tuh masih ada setengah di komik itu; walopun aku tau ceritanya masih panjaaang dari chapter 6. Rasanya kebayang mulu sama serpihan-serpihan ceritanya -_____-

Sempet nyoba di laptop Om Lupi, ada beberapa bagian yang mau cuma loadingnya LUAMAAAA. Zzzz males banget ga sih?

Akhirnya aku nyerah dan ikut Mama, Om Lupi, sama Bella nganterin Nenek ke dokter. Tapi dokternya udah tutup. Balik lagi ke rumah, dan nyoba baca lagi. Tetep nggak mau! Ampuh!


-17 September 2009
Hariku dimulai lagi dengan nyoba baca Giri Koi (teteeep, secara kebawa sampe mimpi gitu). Tetep nggak mau! Kayaknya aku harus bersabar sampe lebaran selesai nih. Semoga aja begitu habis lebaran IM2 jadi cepet lagi, terus aku bisa nyelesain Giri Koi sampe chapter 6. Amiiiin!

Well, itulah quick updatesku yang nggak quick sama sekali. Hehehehe *LOL*

Love,
LadyLo

Label: , , , , , , , , , , ,


finally this is it!
Senin, 14 September 2009 | 0 comments
Aku udah cerita kaan tentang beberapa statusku di FB yang ngomongin soal masalah cinta itu? Well, this is iiiiit!

Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost


What do you think? Click for enlarge! ;)

Love,
LadyLo

Label: , , , , ,


postingan pengingat :p
Jumat, 11 September 2009 | 1 comments
Aku bikin postingan ini buat ngingetin diriku sendiri, hehehehe. Oke, besok aku harus bikin poem tentang seseorang yang ngerasa semua kata-kata sayang dari cowoknya itu cuma sekedar bullshit setelah ngeliat betapa cepetnya si cowok ngelupain dia. Siiip!

Thanks for inspirations that you gave to me, pals :)

And nite nite!

Label: , ,


Older Post