| |
another journey
Kadang, foto emang bisa mengungkapkan jutaan kata yang nggak bisa kita ucapkan :) Setelah kupikir-pikir, kayaknya blog ini kekurangan foto hehehe... dan udah lama banget aku nggak nge-post foto apapun.
Kemaren, aku pulang sore banget dari sekolah setelah menjalankan suatu "tugas negara". Kebetulan aku pulang naik angkot dan jalan kaki sebentar menuju rumah. Jadi, daripada kebosenan ngelewatin jalan yang itu-itu melulu, aku mulai iseng-iseng ngambil beberapa foto selama perjalanan singkat yang aku lewatin.
Lewat foto-foto ini aku jadi belajar; kadang, kesederhanaan itu adalah hal yang paling indah...... :)
p.s : foto-foto ini kuambil pake hapeku (Samsung Galaxy Fit) dan diedit pake program GO Photo dalem hape. Mohon maaf kualitasnya jelek :p
 |
Introducing you; Dara, my little sister! :D |
|
|
|
|
Love, LadyLo. Label: About me, Daily story, Family, Fun, Photo, Short Post
kebahagiaan kecil
Kebahagiaan kecil itu...
Ketika kamu ditraktir es campur sama temenmu.
Ketika kamu ngobrol bareng dua orang temen cowokmu (cowok ngomong berdasarkan logika, lan?) di bawah langit senja yang indah banget, dan mereka berdua nggak segan bertukar pikiran sama kamu.
Ketika orang yang kamu suka berinisiatif untuk menyapa kamu duluan.
Ketika kamu makan jagung bakar sambil nontonin kembang api di tepi sungai Mahakam.
Ketika kamu nyanyiin lagu "Sempurna" dan ada temen yang ngiringin nyanyianmu pake gitar.
Ketika kamu melewatkan waktu bersama adek sepupumu yang masih kecil dan paling kamu sayang dengan cara bergosip, sambil ngemil biskuit dan minum teh anget.
Ketika kamu menemukan baju yang manis dan kamu tau kalo itu cocok banget dipake sama kamu.
Ketika temenmu tau kalo kamu cinta mati sama puding dan dia ngasih itu cemilan (?) buat kamu.
Ketika kamu nggak tidur semalaman gara-gara keasyikan berdiskusi tentang "kehidupan" bareng mamamu di atas kasur, nggak peduli kalo cuma kalian berdua yang masih terjaga di rumah itu.
Kebahagiaan-kebahagiaan kecil semacam itu... yang tanpa kita sadari, justru sangat kita perlukan dalam keseharian kita.
Kalo nggak ada kebahagiaan kecil, mungkin aku udah lama menyerah dan berhenti berusaha. Label: About me, Daily story, Experience, Family, Friends, Fun, Happy, Just babbling, Life, Love, Renungan
parents, family, and the sims
Orang tua adalah harga yang tak dapat ditawar, harta yang tak tertukar.
Kenapa tiba-tiba aku ngomong ginian? Well, simply just because I saw many tweets in my timeline. Isi tweetsnya? Beberapa orang temenku yang mengutuk orang tua mereka sendiri. Oke, mengutuk sounds a lil bit scary--walaupun kenyataannya emang ngeri. Lebih tepatnya, mereka memaki orang tua mereka sendiri.
Bukan memaki dengan kata-kata, "Orang tua gue ngeselin banget! Kerjaannya ngatur mulu!" ya. Tapi memaki dalam contoh... "Bokap nyokap gue jancok banget! Bangsat!" dan lain sebagainya yang bisa kalian bayangin sendiri.
Memang, bisa dibilang aku nggak ngerti permasalahan apa yang mereka hadapin; apa yang orang tua mereka lakuin ke mereka, apa yang mereka rasain, apa yang terjadi, dan lain sebagainya. Aku bukannya ikut campur--you could call me like that kalo sampe aku ngemention si pembuat-harsh-tweet-ini dan nasihatin dia ini-itu sementara aku sendiri nggak tau masalahnya apa. Mari kita sebut aku lagi.... ngasih komentar. Dari kacamata penonton.
Sebenernya sayang banget, mereka-mereka (yang ngebuat harsh tweets ini) sampe ngucapin hal sedemikian rupa. Walaupun kasar, mungkin kata-kata semacam "orang tuaku rese banget!" atau "asli kesel banget diceramahin ini-itu mulu!" mungkin lebih ditolerir daripada kata-kata semengerikan itu. Karena... gimana pun juga... mereka itu orang tua kita.
Call me naive. Dan mungkin kata-kata ini udah klise. Banget. Tapi itulah kenyataan. Ada hal-hal yang nggak bisa kita pertanyakan di dunia ini. Ada hal-hal yang memang nggak logis di dunia ini. Ada hal-hal yang nggak bisa kita tentang di dunia ini. Memang begitulah kodratnya. Seorang anak, sampai kapan pun juga, nggak akan pernah bisa memiliki derajat di atas orang tuanya. Which means, sampai kiamat pun, kita nggak akan pernah bisa memiliki alasan yang cukup untuk membuat kita diizinkan memaki orang tua kita.
Sekilas memang rasanya nggak adil. Disaat orang tua kita, mungkin, bisa memaki kita. Disaat orang tua kita, mungkin, sangat menyakiti hati kita. Tapi itulah dunia, kan? Apa yang bisa kita lakukan sebagai seorang anak hanya menerima, nggak lebih. Itulah hak seorang anak. Menerima.
Protes, oke lah. Kritik, boleh lah. Tapi memaki? Apalagi sampe mengeluarkan kata-kata semacam "jancok", "anjing", "bangsat", dan lain sebagainya ke orang tua kita sendiri?
Jangan lupa, kita bukannya sedang berbicara dengan teman kita, loh.
Orang-orang banyak lupa. Katanya, kita nggak boleh terlalu sering membandingkan diri kita dengan orang lain. Tapi bukannya berarti membandingkan diri dengan orang lain itu selalu membawa kejelekan, kan?
In this case... mari bandingkan diri sendiri dengan orang-orang yang nggak bisa tinggal bareng kedua orang tuanya. Atau nggak bisa tinggal dengan keluarga lengkapnya. Those people--who cursed on their parents--live with their parents. Their family. Padahal ada banyak orang-orang di luar sana, yang berharap mati-matian bisa tinggal dengan orang tuanya. Lengkap. Ada orang-orang yang berharap keluarga mereka nggak tercerai-berai. Ada orang-orang yang berharap bisa memutar ulang waktu cuma biar bisa kumpul sama kedua orang tuanya.
Like me.
Aku lagi berada dalam kondisi semacam ini; kondisi dimana kamu bener-bener ngerasa shock. Ibarat abis ngelaluin satu perjalanan, kamu lagi jetlag. Bingung dengan keadaan yang sedang kamu alami. Saking drastisnya perubahan yang kamu miliki, kamu jadi blank. Dan klimaksnya adalah ketika kamu bertanya:
Apakah benar, kalo aku pernah hidup dimasa lalu? Kok, rasanya aku cuma hidup dimasa ini? Kok, rasanya aku baru ngerasa hidup sekarang? Dimana kenangan-kenangan yang dulu aku alamin? Apakah benar semua kenangan itu pernah aku alamin?
That's it.
To be honest, I miss my dad so much. Aku kangen saat-saat aku, Mama, dan Papa ngumpul bareng. Saat-saat kami kumpul di depan tv dan makan malam bareng. I didn't mind about the menu. Mau itu pizza yang kami take-away, atau ikan bandeng presto yang Mama beli di warung, I didn't even care about it. Yang aku peduliin adalah detik-detik dimana kami ngumpul bareng. Saat-saat dimana kami ngobrol di depan tv, ngebahas semua hal yang ada. Mulai dari yang penting, sampe yang nggak worth it buat dibicarain sekalipun. I miss those moments.
Aku bahkan kangen dimarahin papaku. Saat-saat dimana aku dapet nilai-nilai jelek dan Papa marahin aku. Dan pasti Mama ngebelain aku. Saat-saat dimana aku dituntut untuk dapet banyak nilai 9. I didn't mind about that. Karena dulu--dan sekarang pun--aku hidup untuk orang tuaku. Kupikir, kalo nilaiku bagus, orang tuaku bakal bahagia. Bakal bangga sama aku. Makanya aku berusaha keras biar bisa mencapai itu semua.
Soalnya, salah satu impianku itu bisa bikin orang tuaku bahagia dan bangga sama aku. Sehingga mereka bisa ngomong ke semua orang, "Ini loh Nona, anakku."
Mungkin kamu pikir ini impian klise banget lah, bullshit lah, sok anak baiklah, or whatever it is. Tapi itulah kenyataan. I hate being naive. Atau klise. Tapi terkadang memang ada saatnya dimana kita jadi naif dan klise. Inilah saat yang tepat buatku.
Intinya, aku kangen semua saat-saat yang pernah kulaluin itu. Setiap detail terkecilnya. Setiap detiknya. Aku kangen semua itu. Dan jujur, aku ngiri sama mereka semua yang bisa ngedapetin apa yang aku paling pengenin saat ini. Tapi mereka malah nyia-nyiain semua itu. Bahkan, mereka ngebuang jauh-jauh kesempatan itu.
Dalam artian, mencaci maki orang tua mereka.
Orang tua yang ada di sana untuk mereka.
Jadi... buat kalian semua yang ngebaca ini... terutama bagi yang kesel banget sama orang tua masing-masing. Bersyukurlah. Seenggaknya kalian masih bisa ngumpul, lengkap, komplit bareng kedua orang tua kalian. Ada orang-orang di luar sana yang pengen ngumpul sama orang tuanya tapi nggak bisa atau susah. Ada orang-orang yang ngiri sama kalian.
Inget, hidup ini nggak semudah game. Nggak segampang The Sims. Oke, sebenernya The Sims itu sulit dan rumit sih. Sims-ku pernah selingkuh sama suami orang dan dia udah punya anak, mendadak dia dan keluarganya jatuh miskin and all. Tapi, kalo main The Sims, kita masih bisa melarikan diri dari kenyataan dan masalah yang ada. Kita bisa tinggal mainin family yang lain, atau ngedelete family yang bermasalah itu.
Tapi kehidupan nyata berbeda. Kita nggak bisa lari. Kita cuma bisa menghadapi dan menyelesaikan masalah yang ada. Dan mencaci-maki itu termasuk upaya melarikan diri.
Hidup jauh lebih sulit dan rumit daripada The Sims.
Dan aku bukannya ngomong tanpa pengalaman.
Jadi, mari kita bersama-sama menghadapi dunia ini... menjalani hidup, menghadapi, dan menyelesaikan masalah yang ada. Karena hidup dan masalah itu selalu berdampingan. Yang menentukan adalah diri kita sendiri; bisa, atau nggak. Kuat, atau lemah. That's it :)
Mulai sekarang, ayo kita berjuang bareng! And happy new year 2011 too! Fighting! :D
Love, LadyLo
Label: About me, Daily story, Experience, Family, Just babbling, Life, Love, Nostalgia, Opinion, Problem, Renungan
so this is how does it feel
So this is how does it feel to be a sister...
:)
Love, LadyLo
Label: About me, Experience, Family, Just babbling, Life, Short Post
officially alone :(
Octopuses, have you ever known that I miss you so much? Well, if you haven't yet, then this is the time when I must tell you about that, lol.
Okay, I got a lot of stories that I wanted to tell you. Let's start from... my wound? Yeah, I got these scary wound on my arm surprisingly. I mean, I didn't feel hurt at all. When I realized, I've got these scars and... I hope it'll be better soon :)
Then, I wanted to tell you that I'm officially alone at my house now. It isn't like I'm living alone in this house, though. You know, my dad lives in Jogja now, so I just living with my mom, my grandparents, my uncles, my auntie, and my lovely cousin; Bella. But, do you know what? My mom had to go to Jogja for a while, and that means I'm alone in this house, rite? Even though my fam still accompanying me in this house, but without my mom, I feel like I'm alone in this house.
Ah, Mom, please come back to our house ASAP :(
Well, because of my mom has left to Jogja, I must do a lot of things alone. Yeah, it's something like washing my clothes, tidying up my room, and other boring stuffs that we usually call houseworks (or whatever what it called).
Hmmm... what about saying 'goodbye' for a while to the spoily me? You know; the spoily LadyLo? For soap's sake, missing my mom is a tiresome :( Ah, enough about blabbing this thingy.
The next thing that I want to tell you is; OMG I got a lot of fanfics that I must finish ASAP! These are the examples :
1. Secret - (characters : SNSD Tiffany, SNSD Seohyun, Super Junior Kyuhyun, etc) 2. It Must Be Love - (characters : SNSD Yoona, Super Junior Donghae, SNSD Jessica, etc) 3. I Love You, My Noona - (characters : SNSD Sooyoung, SHINee Minho, etc) etc etc
And you know what? I love making triangle love story~~ lol :D And if you're currently in a deadly boredom, making a fanfic is a fun way to solve the promblems :) Try it yourself, Octopuses!
Well, enough updaties for today. I'm still waiting for the photos that Ina currently uploaded now :) I'll share them to you when Ina has done her assignments! Hehe :D
Love, LadyLo
Label: About me, Daily story, English Post, Experience, Family, Fun, Just babbling, Life, Updaties
radang usus?
Horee akhirnya bisa posting blog juga! Yay :D Apa kabar fellas? Emang yang namanya blogging itu bikin ngangenin. Hehe :)
Kemaren, hari Sabtu, aku nggak masuk sekolah. Kenapa? Karena pas bangun tidur aku ngerasa lemes dan meriang. Parahnya, aku nggak bisa bangun dari tempat tidur. Kalo pun bisa, paling juga cuma sebentar. Paling lama ya 15 menit. Itu juga udah maksain diri banget. Alhasil, kerjaanku kemaren cuma : bangun-tiduran-bangun-tiduran. Huh :'(
Dan kemaren terjadi dialog yang aneh antara aku sama Bella, adek sepupuku yang berumur 3 tahun, berfisik 5 tahun, dan berotak 10 tahun. Sambil masang senyum liciknya, dia ngedatengin aku dengan pensil di tangan kanannya. Terus dia tiduran di sebelahku, dan ngangkat gulingku pake kakinya. Dialog aneh pun terjadi.
N : Nona (aku) B : Bella
N : Waaaah Bella kuat bangeet bisa ngangkat guling Kakak ~ B : *dengan bangga* Iya dong! Kan Bella makan ikan! N : Ooh gitu yaaa? B : Iya dong! *turun dari ranjang* Bella rokok dulu ya Kak (maksudnya dia mau ngerokok). *ngambil pensilnya lagi, terus pura-pura ngerokok* N : *menatap dengan bingung* B : *keluar dari kamar* Nanti kalo Bella udah selesai rokok, Bella masuk lagi kok. *teriak sambil ngeliatin papanya* Ya ampun Papa banyak amat sih rokoknya! Satu... dua... udah Pa, jangan rokok lagi!
Begitulah dialog yang nggak jelas tersebut.
Malemnya, jam setengah sembilan, aku pergi ke dokter bareng Mama, Tante Lia, dan Om Dhany. Ternyata, kata dokternya kemungkinan besar aku kena radang usus. Untung aja aku langsung dibawa ke dokter pas hari pertama sakit. Kalo terlambat dan tambah parah, bisa-bisa aku kena komplikasi dan akhirnya malah kena tipus. Yap, jauhkan bala.
Abis dari dokter, kami makan steak di deket kantor pos. Dan disana lah aku muntah. Great. Dan sekarang, aku kena gejala orang yang minum obat dosis tinggi. Tau kan? Kepala kenceng, jantung berdebar kencang, keringat dingin, dan sebagainya.
Duh, maap ya. Lemes banget nih, jadi nggak bisa nulis banyak-banyak dan ngebalesin chatties. By the way, nih sedikit kalimat buat copycater-ku:
You copied my style You copied my creations You copied my tweets You copied my bio You copied a lot of things from me Thanks for making me as your role model I'll work harder for you Because I know you're too uncreative For making something new
Semoga cukup nyindir si Mbak Copycater deh.
Love, LadyLo
Label: About me, Daily story, Family, Just babbling, Nonabella
Ya ampun, blog ini udah cukup terbengkalai. Hehehe, maklumlah, saya orang sibuk. Oke, aku ngaku deh; aku males banget buat nulis di blog. Males nyusun kata-katanya. Intinya males aja gitu. Tapi penyakit kambuhan itu udah mulai ilang lagi kok ;)
Oh iya, minal aidzin wal fa idzin yaa. Maaf telat :) Nona minta maaf atas segala kesalahan yang pernah nona lakuiiin :')
Apa aja yang udah kualamin belakangan ini? Banyak banget. Mulai dari ngadepin tiga ulangan berturut-turut dalam satu hari, kelasku super heboh karena ada isu bakal diadain razia, jatoh di depan 39 kepala dan di kelas tetangga, sampe maen sama Bella yang notabene bener-bener bikin capek.
Iya, maen sama Bella. Udah dua hari yang lalu sih. Waktu itu IM2 lagi eror, jadi aku nggak bisa ngenet. Karena bosen, akhirnya aku putusin buat nemenin si Bella main.
Kami maen di halaman rumah kami aja kok. Kami maen di ayunan, ngobrol-ngobrol nggak jelas gitu. Terus kami maen di kolam ikan (iya, ada kolam ikan di rumah kami). Kami ngaduk-ngaduk isinya pake lidi (okay, it was silly -___-) dan ngasih makan ikan. Terus kami foto-foto. Hehehe. Ini salah satu foto favoritku :D
 gimme a click for enlarge !! :)
Gimana? Aneh ya? Hehehe. Tolong klik fotonya buat ngeliat versi aslinya :)
Hmm... sorry for the very-short-updates. Bener-bener lagi nggak mood buat ngeposting sesuatu. Duh!
Dan maap buat tata cara penulisanku yang lagi kacau ini.
Love, LadyLo
Label: About me, Daily story, Family, Just babbling, Nonabella, Postingan sampah
quick post quick updates (ah masa sih?)
I'm coming back! Tiga hari nggak ngeposting apapun, rasanya sedih juga hehehehe. Maap yaaa lama nggak nengokkin nih blog! Tiga hari belakangan ini aku lagi nggak semangat ngenet gara-gara koneksi internet di rumah yang lagi nggak becus itu. Huh!
Soooooo, apa yang terjadi selama tiga hari belakangan iniii?
-15 September 2009 My mom's birthday! Yaaaaay! She's 34 years old now. Dunno why, some people say my mom is very young.... for them, actually. Hahahahaha.
Tanggal 15 September, alias hari Selasa, aku sama Mama (yang udah dibanjirin ucapan selamat ultah) pergi ke Plaza Mulia yang baru berumur 5 hari itu (eh bener nggak sih?). Rencananya, kami mau beli J.Co donuts sebagai tanda perayaan ultahnya Mama. Hehehehe.
First impression waktu masuk PM? (Maap ya) jelek! Dan mengecewakan juga. Bayangin aja, mall yang masih berdebu dan masih ada tiang-tiang yang dipake buat ngebangun tuh mall kok ya udah dibuka! Pokoknya terkesan dipaksakan gitu deh. Mallnya aja masih sepi, belom ada isinya. Kalo ada paling juga cuma Hypermart, J.Co, BreadTalk, A&W, Solaria, dsb. Herannya, tetep aja banyak pengunjungnya. Kenapa ya? Mungkin karena nggak pernah liat mall segede gitu kali ya? Kalo aku sih, jujur aja emang nggak ada rasa interest sedikit pun sama tuh mall dari awal. Secara isi dan besarnya kurang-lebih aja sama Amplaz di Jogja.
Kalo nggak harus beli donat di J.Co saat itu juga, aku nggak bakal mau lah pergi kesitu! Aku sih nggak semangat pergi ke PM. Heuheuheuheu. Udah gitu, di tempat parkir motornya ada tumpukan sampah, pula! Dan salah satu dinding parkirannya nggak rata gitu! Ihh...
Di PM, begitu udah selesai beli donat kami berdua langsung cabut. Nggak tahan sama penampilannya yang belom rapi dan bersih. Nah, begitu sampe rumah langsung ngebaca komik dan buku-buku baruku deh. Hehehehe :)
Begitu mendekati waktu buka puasa, Mama langsung ngorder ayam seember dari KFC. Jadi, kami buka puasa sama fried chicken deh! Menu lainnya? Aku lupa apa aja... hehehehehe.
Abis selesai sholat taraweh, kami (aku, Bella, Om Lupi) langsung beraksi sama tumpukan kembang api. Ada air mancur, ada mercon (eh, itu mercon bukan ya? Pokoknya kalo dinyalain kedap-kedip gitu deh cahayanya!), ada kembang api mini size tapi tahan lama, ada kembang api panjang tapi susah dinyalainnya.
Waktu lagi main kembang api di teras, anak-anak kecil yang tinggal di deket rumah kami langsung ngeliatin dari sela-sela pager. Karena kasian, akhirnya kami ngasihin masing-masing satu batang kembang api panjang buat mereka. Kita harus berbagi kebahagiaan kita kan? Hehehehe klise abis dah.
Tapi tetep, ada anak yang nyebelin diantara mereka. Cowok. Seenak perutnya ngatur-ngatur gitu. Nyuruh pasang merconnya dimana lah, manggil Bella buat minta kembang api lagi lah, dsb. Kami, kecuali Bella yang terlalu polos buat ngerti, cukup keki juga sama tuh anak. Tapi biarlah. Toh nggak kami turutin juga! :p
Akhirnya pesta kembang api kami akhirin dengan nyisain tiga kotak kembang api. Karena udah malem, kami balik ke kamar masing-masing. Di kamar aku online dooong (teteeep) wkwk. Bedanya aku nggak online FB, Twitter, atau Blogger. Aku baca komik online! Huahahahaha.
Oh iya, FYI aku lagi addicted banget sama satu komik yang namanya Giri Koi/Love Honor by Daisy Yamada. Wajib baca deh! Ceritanya bagus; complicated tapi bener-bener hidup. Aku sendiri kerasa disedot masuk ke dalam komik itu saking hidupnya tuh cerita. Rasanya kita bener-bener mengalami dan ngeliat kejadian di komik itu deh! Seolah-olah kita udah bersatu sama Mao Tominaga, tokoh utamanya. Hehehehe lebay ya? Tapi emang bener kok! Sayangnya, belom ada versi tankoubonnya (versi tunggal), jadi untuk sementara baca dulu di Nakayoshi ;)
Nanti kutulis resensinya, don't worry :D
Naah, karena udah malem, aku cuma bisa nyelesain chapter 2-nya aja (chapter 1 udah baca di Nakayoshi). Abis itu off to bed deh :D
-16 September 2009 Nothing special happened sih. Hariku dimulai dengan baca Giri Koi online (lagi), dari chapter 3 sampe chapter 4. Tadinya mau lanjut sampe chapter 6 (cuma tersedia sampe chapter 6), tapi karena KONEKSI IM2 LAGI SAMPAH BANGET, akhirnya terpaksa berpuas diri dengan chapter 4. Hiks!
Malemnya aku coba lagi, siapa tau gitu ada keajaiban. TETEP GA MAU! Uuugh, paling sebel kalo ada komik favorit yang gantung gitu deh bacanya. Rasanya nyawa tuh masih ada setengah di komik itu; walopun aku tau ceritanya masih panjaaang dari chapter 6. Rasanya kebayang mulu sama serpihan-serpihan ceritanya -_____-
Sempet nyoba di laptop Om Lupi, ada beberapa bagian yang mau cuma loadingnya LUAMAAAA. Zzzz males banget ga sih?
Akhirnya aku nyerah dan ikut Mama, Om Lupi, sama Bella nganterin Nenek ke dokter. Tapi dokternya udah tutup. Balik lagi ke rumah, dan nyoba baca lagi. Tetep nggak mau! Ampuh!
-17 September 2009 Hariku dimulai lagi dengan nyoba baca Giri Koi (teteeep, secara kebawa sampe mimpi gitu). Tetep nggak mau! Kayaknya aku harus bersabar sampe lebaran selesai nih. Semoga aja begitu habis lebaran IM2 jadi cepet lagi, terus aku bisa nyelesain Giri Koi sampe chapter 6. Amiiiin!
Well, itulah quick updatesku yang nggak quick sama sekali. Hehehehe *LOL*
Love, LadyLo
Label: About me, Buku, Daily story, Family, Food, Internet, Just babbling, Komik, Misuh, Ngaco, Obsessions, Postingan sampah
nona sang PENYIKAT KERANG! jeng jeng jeeeng
Huaaah! Akhirnya aku bisa juga yang namanya internetan dan blogging! Gila, seharian ini aku nggak ada make laptop--termasuk ngenet! Ya ampun, prestasi besaaar! Ckckck... oke, aku lebay.
Well, what did I do today? Pagi-pagi aku udah dibangunin Bella. Jadi, hari ini kumulai dengan ngejahilin Bella, like always. Kami berebutan guling, terus ngobrol-ngobrol nggak jelas, terus aku pura-pura tidur. Dan waktu nyawaku baru 'genap', Mama ngajakin buat jalan-jalan ke mall. Awalnya sih males juga. Cuma secara aku nggak ada kerjaan di rumah (nggak dibolehin online pagi-pagi sama Mama), akhirnya aku mau deh diajak jalan. Hehehehe.
Oke, selesai mandi aku sama Mama masih harus mandiin Bella dan ngasihin dia makan. Biasanya sih nggak kitu rutinitas pagiku. Cuma berhubung Nenek lagi sakit dan Tante udah pergi kerja, tanggung jawab buat ngurus Bella ada ditanganku (dan Mama) deh. Begitu selesai makan, Bella langsung took a photo shoot with me. Hohohoho. Pagi-pagi harus tetep narsis dong :D
Hmmm... just skip that part, okay? Aku lagi dalem rencana ngupload tuh foto kemari sih hehehe (alah apaan sih aku bilang mau ngupload mulu tapi nggak jadi-jadi zzz).
Oh iya, sebelumnya, pengumuman dulu yaaa! Besok tanggal 15 September; artinya besok mamaku ultah! Horeeeeee! Usia? Emmm, baru 30-an aja kok, hehehe. Iya, for real!
Lanjuuut deh. Di Mall Lembuswana, aku sama Mama mampir ke Gramedia. Disana iseng-iseng baca seri keduanya "Dynamic Duet". Eeeeh aku malah direcokin sama pegawainya! Masa diantara puluhan orang yang baca ditempat, cuma aku aja yang ditegor? Ih, nggak banget deh. Beda banget sama pegawai di Jogja! Huuuuf. Sempet emosi sih. Tapi ya udahlah :p
Setelah agak lama nongkrong di Mall Lembuswana, akhirnya kami pulang ke rumah. Sampe di rumah, aku ngeliat sesuatu ada di meja ruang TV. Sesuatu yang dibungkus sampul warna coklat.... PAKET! WAAAAAAH!
Begitu dibuka, ternyata isinya Nakayoshi edisi 71 yang udah lama kutunggu, sama buku paket matematika... hh, yang terakhir emang nggak banget sih. Udah gitu Naka 71 baru aku punya sekarang. Padahal itu edisi bulan Agustus lho. Yah, mau gimana lagi? Di Gramedia Lembus belom ada yang edisi 71, jadi terpaksa ngimpor dari Jogja. HAHAHAHAHA bahagia banget dirikuuuu! Thanks Dad! :D
Dengan semangat '45 aku langsung naek ke lantai dua, bersiap buat terjun dalam buku-bukuku. Ups, kok "buku-bukuku"? Iya dong, kan di Gramed aku nggak pulang dengan tangan kosong. Hehehehe. Ada buku tentang kisah nyata seorang reporter di lapangan (nggak, bukan kisah mengharukan kok. Kisah lucu, malahan! Huehuehue), terus komik Dynamic Duet yang akhirnya kubeli juga. Dan sekarang ada tambahan menyenangkan: NAKAYOSHI 71! OMG!!
Sayangnya, baru juga nyelesain Dynamic Duet plus mulai baca tuh buku tentang reporter, Mama udah manggil aku ke bawah. Duh, paling males deh kalo diganggu waktu lagi asik-asik baca gini. Tapi karena Nona anak yang baik, tidak sombong, dan rajin ngeberantakin kamar, akhirnya aku turun juga deh.
Di bawah, Mama punya kerjaan buatku. Apa itu?
Nyikatin kerang! Gosh, nyikatin kerang yang masih idup!
Pertama kalinya dalam idupku yang jarang bermesraan sama dapur ini.
Emang sih, dibantu Mama. Cuma begitu ngeliat kerang-kerang yang menuhin baskom raksasa itu, rasanya jadi ilang semangat idup deh. Dan pantesan aja tuh kerang naujubile banyaknya. TERNYATA ADA DUA KILO KERANG!
Dua kilo! Kerang sebanyak ini sih cuma Bella yang sanggup nampung!
Oke, nyikatin kerang dimulaiiiiii!!
Sebagai orang yang udah berpengalaman dalam hal sikat-menyikat ini, Mama make sikat gede buat nyikatin tuh kerang. Sementara aku? Cuma sikat gigi nggak kepake yang udah buluk. Nyahahahaha... kontras banget perbedaannya!
Awalnya sih masih agak kaku gitu. Yaaah, walaupun semua kerangnya nutup mulut karena kena air, tapi tetep aja aku takut-takut. Maklum, imajinasi tingkat tinggi, jadi ngebayangin kerang-kerang itu buka mulut kerasa real banget. Untungnya, semakin lama nyikatin semua kerang itu, semakin terbiasa. Rasanya udah kayak 10 taun berprofesi sebagai penyikat kerang, padahal juga baru 10 menit nyikatin tuh kerang. Huehuehue.
Nah, kejadian konyol mulai terjadi di tengah-tengah prosesi pernikahan penyikatan. Kan air di baskomnya pekat banget karena lumpur tuh, jadi nggak keliatan bentuk kerang yang bakal kita ambil. Nah, pas Mama ngambil lagi salah satu kerang disitu, tiba-tiba Mama langsung menjerit nggak jelas gitu. Ternyata, Mama ngambil kerang yang aneh; di dalem mulut kerang yang kebuka itu ada kerang lagi, jadi kayak dua kerang ciuman gitu (emang bisa?). Kira-kira gini deh kalo digambarkan:
Mama : *menjerit histeris* Huwaaaaaaaaa!! *ngelempar balik tuh kerang ke baskom* Aku : *shock* Kenapa Ma?? Mama : *masih kaget* Kerangnya ciuman! Aku : *ketawa lega* Oalaah, kirain apaan....
Mama + aku : *mulai nyikat lagi* Beberapa menit kemudian....
Aku : *histeris* HUWAAAAAAA!! Mama : *kaget* Kenapa?? Aku : *gemeter* Nona dapet kerang yang Mama ambil tadi! Mama : *ketawa* HUEHUEHUEHUEHUE (buset, ibu macam apa yang ketawa diatas penderitaan anaknya sendiri?) Aku : *ketawa juga* HUAKAKAKAKAKAKAK
Yah, itulah yang namanya kualat gara-gara nyepelein kejadian yang dialamin orang tua sendiri. Nyahahahaha....
Nah, belom juga selesai nyikatin dua kilo kerang itu, tiba-tiba udah adzan. Terpaksa (sebenernya sih seneng banget) aku ninggalin tumpukan kerang yang minta disiksa itu (baca: disikat) dan ikutan nimbrung di meja makan.
Begitu selesai dengan ini-itu, akhirnya aku bisa juga ngelanjutin baca! Horeeeeee! Nakayoshi udah kusikat abis, sekarang tinggal buku tentang reporter yang gokil itu. Hehehehe. Tenang, nanti kutulis referensinya deh! Sekalian buat mengasah skill nulis resensi lagi--maklum, udah sebulanan nggak ada nulis resensi karena udah nggak jadi kontributor bulletin sekolah lagi.
Tadinya aku sama Bella mau maen kembang api, cuma toko kembang apinya udah tutup.... hiks :'( Well, we'll try next day! Hohohoho.
Have a good nite! ;)
Love, LadyLo
Label: About me, Daily story, Family, Just babbling, Ngaco
Chapter 2
Oke, kita lanjuuuuuut!
Jadi, sebenernya kami nggak berniat buat balik lagi ke Matahari begitu Bella ngedapetin sendalnya di Gajah Mada. Tapi karena Tante pengen beli jus, akhirnya kami balik lagi ke mallnya. Nah, di dalem mall si Bella ngeluh kesakitan karena sendal barunya yang langsung dia pake. Akhirnya kami langsung jalan menuju Matahari buat ngebeliin Bella kaos kaki.
Baru juga sampe di lantai yang ada Mataharinya, Bella udah nggak tahan sama rasa sakitnya. Terpaksa dia rela buat make sepatu lamanya lagi, hahahaha. Tapi tetep aja kami ke Matahari. Mau beli underwear gituu buat Tante hehehehe.
Sampe di Matahari, kami makin nggak jelas lagi. Bukannya nyari barangnya Tante, kami malah berburu bajunya Bella. Dan akhirnya beli banyaaaaak banget. Yang pasti baju favoritnya Bella adalah baju yang modelnya mirip kayak baju baruku, cuma warnanya pink! Hahahahaha.
Walau udah beli bajunya Bella, kami nggak langsung pulang. Dalam kasus ini aku bakal nyalahin si kupon diskon yang bikin kami makin telat pulangnya! Huuuuuh.
Yap, karena ngeborong belanjaan buat Bella, Tante dapet kupon potongan Rp 100.000,00 dari Matahari. Parahnya, harus dipake saat itu juga--di hari yang sama sih, tapi berhubung udah malem jadi harus saat itu juga.
Akhirnya kami malah berburu baju buat Nenek. Duh! -____-
Waktu Mama sama Tante nyari baju buat Nenek, aku udah mulai nggak enak. Sakit yang daritadi aku tahan (iya, aku masih sakit!) udah mulai meradang lagi. Akhirnya aku cuma bisa duduk di bawah rak-rak baju bareng Bella.
Dan setelah nunggu lamaaaaaaaa banget, akhirnya Mama plus Tante selesai ngebeliin baju buat Nenek. And finally, we can go home :) *nangis terharu*
Oke, sampe rumah udah jam setengah 11 dan aku nggak langsung tidur! Menyempatkan diri ngintip blog dulu hehehehehehe :D Kapok ah jadi shopaholic -____-
***
By the way, berita menyedihkan nih; aku masih sakit! Gosh, sampe kapan ya sakitnyaa... tambah parah pula! Sekarang jadi ada rasa pusing + mualnyaaa. Huwaaaaaaaaaa :'(
Love, LadyLo
Label: About me, Daily story, Family, Just babbling
becoming a shopaholic again and feel sooo tired -___-
Great. Aku jadi shopaholic lagi. Nggak selama kemaren, tapi rasanya lebih capek hari ini. Mungkin karena kami belanjanya waktu malem dan aku dalam keadaan puasa-tanpa-saur. FYI, kami pergi dari sebelum buka puasa sampe jam setengah sebelas WITA. Dan kami keliling-keliling Samarinda-Samarinda Seberang-Samarinda-Mall Lembuswana. Wow!
Bayangin aja, kami (aku, Mama, Tante Lelen, Bella) rela muter-muter Lembus yang gedenya naujubile gitu hanya demi ngebeliin Bella sendal. Tragisnya, si Bella ngerengek-rengek minta sendal karena tau aku beli sendal baru--udah gitu dia minta yang persis pula; warna ijo dan harus bertali! Snap!
Tuh kan? She's my copycater for real. Hahahaha :p
Oh iya, by the way I saw my new classmate in the shopping mall this nite. He has a lot of fans in the school, anyway. Well, I don't really care about him, but--geez, he looked so gorgeous in his t-shirt! He looked charming -____- and me? Gosh, I just wore a VERY CASUAL t-shirt and jeans!
I wanna tell the world like this; "Yes I came from Java but--ugh, I'm not good in that fashion thing! God, even I can't spell it well!".
Sounds so desperate, eh? But that's really what I think. I didn't mean about that charming-classmate, but I talked about my fashion sense! Okay, I don't have a really bad fashion sense but yes, I don't have too much fashion things! However, this is the fashion age, rite?
Gosh, F-A-S-H-I-O-N make me desperate -____-
Okay, before we stop talking about this f-a-s-h-i-o-n thing, I have a good news for me: square-patterned shirt + skinny jeans + sneakers is really OUT! And welcome to t-shirt + high-waist skirt + statement necklace! HAHAHAHA. Dunno why, I'm so glad when I knew about this good news. Maybe because I don't like hipsters and those dummy guys always wearing it? Still dunno.
Oke, lanjut soal belanja-belanjanya. Kuceritain dari awal aja yaaa :D
Jadi, jam 5-an kami berangkat dari rumah. Awalnya mau makan sate ayam (kalo nggak salah), tapi setelah Mama cerita soal Dobbi (huuum you must try it!) ke Tante, akhirnya kami nekat jalan ke Samarinda Seberang cuma demi buka di Dobbi.
Wow, aku kalap banget di Dobbi. Pertamanya cuma mesen nasi + paha ayam bagian bawah aja. Tapi karena perut masih kosong, akhirnya lanjut juga ke chicken stripz. Udah gitu Mama pake mesen kentang goreng pula! Hohohoho. Yah, walaupun nggak sempet kusantep gara-gara kekenyangan minum susu jahe siih *lol*.
Selesai makan di Dobbi, kami balik lagi ke Samarinda Seberang. Oh iya, sebelom buka puasa di Dobbi kami sempet ngeliat rumah Bella yang baru dibangun di Perumahan Pesona Mahakam. A nice home, anyway :)
Begitu sampe lagi di Samarinda, kami mulai tancap gas ke Mall Lembuswana--alias Lembus. Mall ini... oke, bangunannya nggak segede Amplaz. Tapi halamannya itu lho.... udah gitu BUANYAAK banget kios-kios di halamannya. Jadi semacam kompleks pertokoan gitu di sisi-sisi mallnya. Sooo, kami langsung masuk ke dalem mallnya--tanpa basa-basi maen ke Matahari dan mulai berburu sepatu Bella.
Well, susah banget nyari sendal yang mirip kayak aku--dalam versi balita, pastinya. Udah nyari kesana-kemari (mulai dari yang diskonan 70% sampe ke yang harganya ratusan ribu) tetep aja nggak ada! Ya udah, akhirnya kami keluar dari mallnya (entah kenapa nggak nyoba ke toko-toko sepatu disitu dulu) dan mampir ke Gajah Mada, yang notabene punya gedung sendiri di kompleks pertokoannya.
FYI, my unbranded sandals itu belinya di Gajah Mada juga (bangga), cuma bukan Gajah Mada yang ada di kompleks situ, tapi Gajah Mada yang ada dipinggir jalan (baca: cabang lainnya). Hehehehe.
Lagi-lagi kami muter nggak keruan di Gajah Mada. Kesana-kemari tetep aja nggak nemu tuh sendal! Dan parahnya lagi, gara-gara nggak ada tuh sendal si Bella malah ngincer heels buat anak-anak--yang tambah parahnya lagi, sesuai ukuran kakinya! Jadi, si mini heels ini warnanya pink dan centil banget gitu deh aksennya. Hadeh. Udah gitu ini bukan pertama kalinya Bella ngotot mau beli heels. Waktu di Matahari dia juga udah kepincut sama salah satu heels berwarna kuning disana.
Please, Sist, kamu masih 3 taun dan belom cocok pake heels!
Butuh waktu nyaris setengah jam buat ngebujuk si Bella supaya nggak beli heels itu. Ya ampun, bisa dibayangkan nggak sih betapa shocknya aku nanti? Aku--13 taun, seorang remaja yang agak cuek dengan penampilannya, seorang remaja yang cuma pake t-shirt dan jeans sehari-sehari, dikalahkan sama adeknya yang baru berumur 3 taun yang udah pake heels! OMG kayaknya aku kedengeran malang bangeeet -____-
Oke, aku berhasil ngebujuk Bella (like always :p). Tapi abis itu si Bella kebingungan sendiri mau beli sendal yang mana, secara nyaris imposs buat ngedapetin sendal yang mirip sama aku. Adanya juga heels yang bertali, dan SEKALI LAGI: aku nggak bakal ngijinin adekku make heels diumur sekecil itu!!
Tiba-tiba petunjuk mulai datang waktu Tante nyobain sendal yang miriiip banget sama punyaku, cuma beda warna. Sayangnya itu ukuran dewasa. Tapi semuanya berubah waktu Tante iseng nanya sama pramuniaganya; nanyain ada sendal model kayak gitu untuk ukuran anak kecil atau nggak. Dan ternyata; ADA! HAHAHAHAHAHA.
Yah, beda warna sih. Sendalku kan warna ijo-kusam-metalik gitu. Kalo sendalnya si Bella warna pink nyolok mata gitu. Kalo kata Tante dan Mama sih: "Nggak papa deeh beliin yang murah. Paling dipake sekali juga udah kelar!", jadi yaaa nggak apa deh hehehehe.
Okay, we've done about the sandals but still haven't done about the shopping. Selesai ngebayar sendalnya Bella--dan Bella langsung make tuh sendal sementara aku terobsesi milihin baju buat Bella--kami langsung balik lagi ke mallnya dan mampir lagi di Matahari.
Eh, to be continued yaaa . Mau bobo dulu ;)
Nite Nite :D
Label: About me, Daily story, Family, Just babbling
glad to say "morning" again
I'm so glad to say "morning" again but actually I'm in a bad mood now. Gimana nggak? Tadi pagi aku nggak saur dan koneksi internet di rumah jadi LUELEEET banget!!
Yup, I said that words: "aku nggak saur".
Jadi ceritanya, setelah blogwalking tadi malem dan becoming a shopaholic for one day (baca postingan sebelumnya), aku langsung tidur lelaap banget. Dan tengah malem mamaku bangunin aku. Aku sih sempet sadar gitu buat beberapa menit, tapi bodohnya aku malah tidur lagi.
Dan sekarang aku udah diterjang rasa haus plus rasa laper stadium empat. Kayaknya dalam beberapa menit ke depan aku bakal ngegigitin kasur deh.
Udah gitu Mama mau ngajak hunting celana buat dirinya pula! Uuugh, semoga aja aku kuat puasa hari ini. Secara aku masih dalam keadaan sakit.
Kayaknya segitu dulu deh postingan kali ini. Aku mau ngerjain puisi yang udah kurencanain tadi malem, hehehe.
Well, have a nice morning!
Label: About me, Daily story, Family, Just babbling
little blabs about my lil
Bagus, sekarang Bella udah bisa ngomong "Om Lupi handsome". Dan dia ngulangin kalimat itu berkali-kali--namanya juga baru dapet kosakata baru.
Oke, ambisi terbaruku: ngajarin Bella buat ngomong "Kak Nona beautiful" biar dia bisa muji terus sampe aku bosen. Nyahahahaha :p
Eh, udah malem. Well, I must go to the bed, rite?
Nite Nite :)
Label: Daily story, Family, Just babbling
the morning touch
Morning all :) Hari ini aku bangun tanpa ngeliat jam, karena satu-satunya jam di kamarku cuma ada di hapeku dan hapeku ketumpuk bantal-bantal Mama sementara Mama masih tidur. Okay, it's complicated. Just skip it, rite? ;p
Huff, pagi ini dimulai dengan kondisi badanku yang kacau balau. Pilek, tenggorokan nggak enak, pendengaran agak terganggu--for short, just call it 'flu', kaki kanan sakit, dan diare yang kadang-kadang kambuh. Bener-bener sebuah godaan berpuasa yang nggak asyik (bagian mananya sih yang godaan?).
Udah gitu pusing pula! Huuuuuuuh.
Well, I don't have any inspirations to write now. Maybe I'll write something after I go to the shopping mall.
Wait, shopping mall! Hihihi, iya, Mama masih belom mau nyerah soal tuniknya. Jadi kami bakal ke mall pagi ini. Wish me luck ya?
And morning ;)
Label: About me, Daily story, Family, Just babbling
somethin' before go to bed
Before go to bed, I wanna say something... hehehe :)
Special thanks to HTML/JavaScript widget in Blogger! Because of it I can pimp up my blog! Hahahaha love it sooo much! Have you think about it, before read my post? With that widget, we can add playlist, cute skins, and a lot of things! Once again; I love it so much!
By the way, I'm searching a tunic now for Idul Fitri day. My mom wants to buy one for me--you know, she has a good sense about fashion and I always trust her about that. So I'm searching a tunic too now. Huff, so hard to find what we want.
Oh yea, I'm soo glad to hear a good news from my dad. Keep up the good work, Dad! We love you ;)
Well, I think it's enough for babbling a bit this night. I'm going to bed soon! Hahaha :D
Nite Nite :)
P.S: I'm sick now. I think it's flu. I can't hear as good as usually but it's still OK. Hope it will go better after I sleep :D Wish me luck!
Label: Daily story, Family, Just babbling, Obsessions, Somethin' about my blog
today's menu and today's topic
Yeah, akhirnya bisa juga ngeposting sesuatu disini. Hehehe, habis malem ini sibuk banget siih -___-.
Begitu selesai blogging tadi sore (baca postingan sebelomnya), aku langsung mandi. Dan tanpa jeda yang panjang langsung berbuka puasa bareng keluarga di lantai bawah. Tebak menu hari ini apa? Soto!
Soto Banjar.
Oke, bukan menu yang jelek sih. Cuma mengingat aku nggak terlalu suka soto, dan kemarin kami semua udah buka pake soto, soooo aku nggak terlalu interest. Lagian bukan cuma aku yang nggak interest sih. Semua orang di rumah kecuali Nenek yang beli tuh soto juga nggak pada interest.
Yah, akhirnya kami ngabisin tuh soto juga--yang tumben-tumbennya cuma itu yang ada di meja makan kami. Abis selesai makan, kami mulai ngobrol, kayak biasa. Dan entah kenapa, lama-lama topik pembicaraannya jadi mengarah ke aku... -___-
Dan ini cuplikan dialognya :
Mama : kadang-kadang aku curiga deh, kalo pas saur si Nona sambil setengah tidur gitu! Om : itu juga langsung ambil semua makanan yang ada (yeah he knows sooo far about my habits and he knows my hobby : eating, eating, and eating) di meja. Puding aja langsung dimakannya tanpa dicek dulu, masih bisa dimakan atau nggak! Semua orang di meja makan, termasuk Bella : *ketawa ngakak*
Enough babbling about that.
Btw, hari ini aku sholat taraweh (lagi) di mesjid deket rumah. FYI, beda banget sama semua rumahku di Jogja, rumahku disini dikelilingin mesjid! Iya, dikelilingin! Oke, nggak semuanya mesjid sih. Kebanyakan emang bukan mesjid, tapi langgar. Buat yang nggak tau, langgar itu sejenis mushola gitu. Tau maksudnya kan? Tempat ibadah berjamaah yang ukurannya relatif lebih kecil dari mushola--kalo dijabarkan ala Nona, hehehehe.
Oh iya, aku pergi ke mesjid tsb bareng Mama, Tante Lelen (mamanya Bella), dan Bella lho. Udah gitu Bella ditempatin di sebelahku. Trust me, rasanya susaaah banget konsentrasi sholat kalo ada Bella disamping. Dia bukannya ganggu. Dia malah khusyuuuk banget sholatnya--dan itulah yang bikin aku nggak konsen. Please deh, dia cuma anak kecil berumur 3 tahun 2 bulan yang pake mukena pink dan sholat secara berurutan sebanyak 4 rakaat! OMG!
Mukanya itu lho, nggak nahan.
Begitu selesai sholat, Tante Lelen nggak langsung pulang. Dia punya misi tersendiri; beli kepiting! Jadi Bella pulang bareng aku en' Mama (baca: kami berempat pake dua motor).
Sampe rumah, aku sama Mama cuma bisa nganga lebar. Gosh, rumah masih kekunci rapet-rapet! Nenek plus Om Lupi masih sholat (oke, kami emang motong sholat ehehehehe) dan Mama nggak punya kunci rumah. Tante juga ninggalin kuncinya di dalem rumah. Soo, kami cuma bisa diam pasrah tanpa kepastian (halah!). Bella sendiri cuma senyum-senyum nggak jelas -___-".
Parahnya, waktu di mesjid aku nyopot mukenaku dengan gobloknya, padahal aku masih pake daster yang notabene tanpa lengan. Hadeh! Akhirnya Mama putusin buat nyari Nenek atau Om Lupi disalah satu langgar yang ada di deket rumah kami.
Jadii, kami naik motor keliling-keliling gitu.
Setelah ngitarin dua langgar berturut-turut, kami nggak juga ngeliat sosok Nenek dan Om Lupi. Akhirnya kami nyerah dan mutusin buat nunggu di depan pager rumah. Crowded banget pula! Zzzz.
Bella masih enjoy aja sambil ngeliatin kucing lucu yang nongkrong di bawah mobil--Strada cuy!--yang parkir di depan rumahku. Aku mulai nggak nyaman, diliatin orang-orang di depan rumah. Mamaku juga mulai bosen.
Nggak lama kemudian Tante dateng, dan sama-sama kaget waktu ngeliat nobody at home.
Thanks God, nggak lama kemudian Om Lupi dateng. Beneran deh, sosoknya keliatan kayak penyelamat gitu di mataku. Hehehehehe. Rasanya peci yang dipake Om Lupi udah berubah jadi 'halo' dimataku. LOL
Begitu sampe dalem rumah, aku langsung naek ke lantai dua, online sebentar di kamar. Tapi belom juga 15 menit buka nih blog, udah dipanggil lagi sama Mama buat turun ke bawah. And guess what I found there? Kepiting! Kepiting yang siap dimakan! Huwaaaa!! FYI, seafood is one of my favourite foods! Hehehehe.
Dengan binalnya langsung kuabisin semua kepiting itu, hohohoho. Abis yang semangat makan kepiting cuma aku sama Mama sih. Tante sama Bella makan ayam (setelah Bella ngotot nyoba kepiting dan giginya nggak kuat karena kulit kepitingnya yang keras banget). Om Lupi lebih tertarik sama lele. Dan Nenek nggak boleh makan kepiting. Lucky me! Hohoho.
Ternyata di balik segala sesuatunya emang selalu ada hikmah! Dan hikmah dalam menu buka puasa hari ini adalah; tambahan lauk favoritku--kepiting, pula! Nyahahahaha.
Hmm, kayaknya aku harus cepet bobo nih biar nggak berusaha melahap sisa puding! Hehehehe.
Nite Nite :)
Label: Daily story, Family, Food, Just babbling
it's all about the pimped-up blog and lil' cousin
Huwah! Akhirnya selesai juga ngedandanin nih blog! Ini aja masih belom sepenuhnya clear, huehuehue. Inilah ribetnya 'pindahan' blog dari WP ke Blogger. Huf.Oh iya, btw aku seneng banget ngeliat skin dari blog ini. Hihihi. Wanna try one? Klik aja link yang ada di sudut kiri atas blog ini ;) Recommended by me!
Off to the topic, dalam postingan kali ini aku mau ngomongin soal adek sepupuku, Bella, yang tinggal serumah sama aku. Sooo, dia bener-bener kayak udah jadi adek kandungku sendiri (secara aku tunggal)!
Here's a pic of her. My mom took it a few days ago :D
She's quite chubby, isn't she? Yup, she has cute slanted eyes but she isn't a chinese, I think...
Si Bella ini hiper-aktif dan cerewet. Dia bakal ngomentarin semua hal yang kita lakuin dan kayak banyak anak kecil lainnya, dia seneng banget nanya ini-itu. Dan kalo kita ngacangin dia, dia bakal mulai melontarkan pertanyaan regulernya : "Kakak lagi ngapain?".
She hates darks sooo much. Jangan harap dia bakal diem aja kalo kita ngajak dia ke ruangan yang gelap. She'll start crying as loud as she can. Dia manja. Yap, dia tipe anak kecil yang mudah ngasih pelukan dan bilang 'sayang'. Kadang-kadang dia juga narsis, tapi dia pemaluuu banget sama orang yang baru dia kenal--walau dia bisa bilang 'sayang' sama orang tersebut dalam waktu setengah jam.
She's a copycater for real. Hahahaha, bukan dalam artian yang negatif sih. Cuma namanya anak kecil, pasti suka niruin apa yang orang dewasa lakuin kan? For example, she does everything I do. Misalnya dia lagi makan nasi goreng, dan aku juga, terus tiba-tiba aku berubah makan kerupuk--she'll do it too. Pokoknya semua yang aku lakuin dan yang aku punya deh.
Kadang-kadang dia nyebelin, but she's soooo good at all :) Dia bener-bener anak yang penyayang dan asik. Dia juga asyik diajak ngegosip, hehehehe.
Here's a pic about us :)
Too bad about the quality of the photo :( I took the photo with my camera phone, so it's a big no-no about the quality... Well, I'll take some photos soon with her, with my camera--hope so :)
Wait, what time is it? OMG, hampir buka! Kayaknya aku harus mandi nih, hehehehe... Ok, see you later after I take a bath ;)
Label: Daily story, Family, Just babbling
Older Post
the lady

Nona Soedhowo. 17. Indonesian. A pudding enthusiast by day, a space wanderer by night. A cynic, and yet can't stop believing in Peter Pan and the Neverland. Currently finding for her own way to The Hodge 301 Cluster - her very own pink cluster.
cool people

Ale | Cho | Nabila | Ninda |
Puti | Rania | Ratna | Sindy | Tan
octopuses united

designer
Templates: Hafni
Base Code: Caca
Editor: Nona Soedhowo
another journey
Kadang, foto emang bisa mengungkapkan jutaan kata yang nggak bisa kita ucapkan :) Setelah kupikir-pikir, kayaknya blog ini kekurangan foto hehehe... dan udah lama banget aku nggak nge-post foto apapun.
Kemaren, aku pulang sore banget dari sekolah setelah menjalankan suatu "tugas negara". Kebetulan aku pulang naik angkot dan jalan kaki sebentar menuju rumah. Jadi, daripada kebosenan ngelewatin jalan yang itu-itu melulu, aku mulai iseng-iseng ngambil beberapa foto selama perjalanan singkat yang aku lewatin.
Lewat foto-foto ini aku jadi belajar; kadang, kesederhanaan itu adalah hal yang paling indah...... :)
p.s : foto-foto ini kuambil pake hapeku (Samsung Galaxy Fit) dan diedit pake program GO Photo dalem hape. Mohon maaf kualitasnya jelek :p
 |
Introducing you; Dara, my little sister! :D |
|
|
|
|
Love, LadyLo. Label: About me, Daily story, Family, Fun, Photo, Short Post
kebahagiaan kecil
Kebahagiaan kecil itu...
Ketika kamu ditraktir es campur sama temenmu.
Ketika kamu ngobrol bareng dua orang temen cowokmu (cowok ngomong berdasarkan logika, lan?) di bawah langit senja yang indah banget, dan mereka berdua nggak segan bertukar pikiran sama kamu.
Ketika orang yang kamu suka berinisiatif untuk menyapa kamu duluan.
Ketika kamu makan jagung bakar sambil nontonin kembang api di tepi sungai Mahakam.
Ketika kamu nyanyiin lagu "Sempurna" dan ada temen yang ngiringin nyanyianmu pake gitar.
Ketika kamu melewatkan waktu bersama adek sepupumu yang masih kecil dan paling kamu sayang dengan cara bergosip, sambil ngemil biskuit dan minum teh anget.
Ketika kamu menemukan baju yang manis dan kamu tau kalo itu cocok banget dipake sama kamu.
Ketika temenmu tau kalo kamu cinta mati sama puding dan dia ngasih itu cemilan (?) buat kamu.
Ketika kamu nggak tidur semalaman gara-gara keasyikan berdiskusi tentang "kehidupan" bareng mamamu di atas kasur, nggak peduli kalo cuma kalian berdua yang masih terjaga di rumah itu.
Kebahagiaan-kebahagiaan kecil semacam itu... yang tanpa kita sadari, justru sangat kita perlukan dalam keseharian kita.
Kalo nggak ada kebahagiaan kecil, mungkin aku udah lama menyerah dan berhenti berusaha. Label: About me, Daily story, Experience, Family, Friends, Fun, Happy, Just babbling, Life, Love, Renungan
parents, family, and the sims
Orang tua adalah harga yang tak dapat ditawar, harta yang tak tertukar.
Kenapa tiba-tiba aku ngomong ginian? Well, simply just because I saw many tweets in my timeline. Isi tweetsnya? Beberapa orang temenku yang mengutuk orang tua mereka sendiri. Oke, mengutuk sounds a lil bit scary--walaupun kenyataannya emang ngeri. Lebih tepatnya, mereka memaki orang tua mereka sendiri.
Bukan memaki dengan kata-kata, "Orang tua gue ngeselin banget! Kerjaannya ngatur mulu!" ya. Tapi memaki dalam contoh... "Bokap nyokap gue jancok banget! Bangsat!" dan lain sebagainya yang bisa kalian bayangin sendiri.
Memang, bisa dibilang aku nggak ngerti permasalahan apa yang mereka hadapin; apa yang orang tua mereka lakuin ke mereka, apa yang mereka rasain, apa yang terjadi, dan lain sebagainya. Aku bukannya ikut campur--you could call me like that kalo sampe aku ngemention si pembuat-harsh-tweet-ini dan nasihatin dia ini-itu sementara aku sendiri nggak tau masalahnya apa. Mari kita sebut aku lagi.... ngasih komentar. Dari kacamata penonton.
Sebenernya sayang banget, mereka-mereka (yang ngebuat harsh tweets ini) sampe ngucapin hal sedemikian rupa. Walaupun kasar, mungkin kata-kata semacam "orang tuaku rese banget!" atau "asli kesel banget diceramahin ini-itu mulu!" mungkin lebih ditolerir daripada kata-kata semengerikan itu. Karena... gimana pun juga... mereka itu orang tua kita.
Call me naive. Dan mungkin kata-kata ini udah klise. Banget. Tapi itulah kenyataan. Ada hal-hal yang nggak bisa kita pertanyakan di dunia ini. Ada hal-hal yang memang nggak logis di dunia ini. Ada hal-hal yang nggak bisa kita tentang di dunia ini. Memang begitulah kodratnya. Seorang anak, sampai kapan pun juga, nggak akan pernah bisa memiliki derajat di atas orang tuanya. Which means, sampai kiamat pun, kita nggak akan pernah bisa memiliki alasan yang cukup untuk membuat kita diizinkan memaki orang tua kita.
Sekilas memang rasanya nggak adil. Disaat orang tua kita, mungkin, bisa memaki kita. Disaat orang tua kita, mungkin, sangat menyakiti hati kita. Tapi itulah dunia, kan? Apa yang bisa kita lakukan sebagai seorang anak hanya menerima, nggak lebih. Itulah hak seorang anak. Menerima.
Protes, oke lah. Kritik, boleh lah. Tapi memaki? Apalagi sampe mengeluarkan kata-kata semacam "jancok", "anjing", "bangsat", dan lain sebagainya ke orang tua kita sendiri?
Jangan lupa, kita bukannya sedang berbicara dengan teman kita, loh.
Orang-orang banyak lupa. Katanya, kita nggak boleh terlalu sering membandingkan diri kita dengan orang lain. Tapi bukannya berarti membandingkan diri dengan orang lain itu selalu membawa kejelekan, kan?
In this case... mari bandingkan diri sendiri dengan orang-orang yang nggak bisa tinggal bareng kedua orang tuanya. Atau nggak bisa tinggal dengan keluarga lengkapnya. Those people--who cursed on their parents--live with their parents. Their family. Padahal ada banyak orang-orang di luar sana, yang berharap mati-matian bisa tinggal dengan orang tuanya. Lengkap. Ada orang-orang yang berharap keluarga mereka nggak tercerai-berai. Ada orang-orang yang berharap bisa memutar ulang waktu cuma biar bisa kumpul sama kedua orang tuanya.
Like me.
Aku lagi berada dalam kondisi semacam ini; kondisi dimana kamu bener-bener ngerasa shock. Ibarat abis ngelaluin satu perjalanan, kamu lagi jetlag. Bingung dengan keadaan yang sedang kamu alami. Saking drastisnya perubahan yang kamu miliki, kamu jadi blank. Dan klimaksnya adalah ketika kamu bertanya:
Apakah benar, kalo aku pernah hidup dimasa lalu? Kok, rasanya aku cuma hidup dimasa ini? Kok, rasanya aku baru ngerasa hidup sekarang? Dimana kenangan-kenangan yang dulu aku alamin? Apakah benar semua kenangan itu pernah aku alamin?
That's it.
To be honest, I miss my dad so much. Aku kangen saat-saat aku, Mama, dan Papa ngumpul bareng. Saat-saat kami kumpul di depan tv dan makan malam bareng. I didn't mind about the menu. Mau itu pizza yang kami take-away, atau ikan bandeng presto yang Mama beli di warung, I didn't even care about it. Yang aku peduliin adalah detik-detik dimana kami ngumpul bareng. Saat-saat dimana kami ngobrol di depan tv, ngebahas semua hal yang ada. Mulai dari yang penting, sampe yang nggak worth it buat dibicarain sekalipun. I miss those moments.
Aku bahkan kangen dimarahin papaku. Saat-saat dimana aku dapet nilai-nilai jelek dan Papa marahin aku. Dan pasti Mama ngebelain aku. Saat-saat dimana aku dituntut untuk dapet banyak nilai 9. I didn't mind about that. Karena dulu--dan sekarang pun--aku hidup untuk orang tuaku. Kupikir, kalo nilaiku bagus, orang tuaku bakal bahagia. Bakal bangga sama aku. Makanya aku berusaha keras biar bisa mencapai itu semua.
Soalnya, salah satu impianku itu bisa bikin orang tuaku bahagia dan bangga sama aku. Sehingga mereka bisa ngomong ke semua orang, "Ini loh Nona, anakku."
Mungkin kamu pikir ini impian klise banget lah, bullshit lah, sok anak baiklah, or whatever it is. Tapi itulah kenyataan. I hate being naive. Atau klise. Tapi terkadang memang ada saatnya dimana kita jadi naif dan klise. Inilah saat yang tepat buatku.
Intinya, aku kangen semua saat-saat yang pernah kulaluin itu. Setiap detail terkecilnya. Setiap detiknya. Aku kangen semua itu. Dan jujur, aku ngiri sama mereka semua yang bisa ngedapetin apa yang aku paling pengenin saat ini. Tapi mereka malah nyia-nyiain semua itu. Bahkan, mereka ngebuang jauh-jauh kesempatan itu.
Dalam artian, mencaci maki orang tua mereka.
Orang tua yang ada di sana untuk mereka.
Jadi... buat kalian semua yang ngebaca ini... terutama bagi yang kesel banget sama orang tua masing-masing. Bersyukurlah. Seenggaknya kalian masih bisa ngumpul, lengkap, komplit bareng kedua orang tua kalian. Ada orang-orang di luar sana yang pengen ngumpul sama orang tuanya tapi nggak bisa atau susah. Ada orang-orang yang ngiri sama kalian.
Inget, hidup ini nggak semudah game. Nggak segampang The Sims. Oke, sebenernya The Sims itu sulit dan rumit sih. Sims-ku pernah selingkuh sama suami orang dan dia udah punya anak, mendadak dia dan keluarganya jatuh miskin and all. Tapi, kalo main The Sims, kita masih bisa melarikan diri dari kenyataan dan masalah yang ada. Kita bisa tinggal mainin family yang lain, atau ngedelete family yang bermasalah itu.
Tapi kehidupan nyata berbeda. Kita nggak bisa lari. Kita cuma bisa menghadapi dan menyelesaikan masalah yang ada. Dan mencaci-maki itu termasuk upaya melarikan diri.
Hidup jauh lebih sulit dan rumit daripada The Sims.
Dan aku bukannya ngomong tanpa pengalaman.
Jadi, mari kita bersama-sama menghadapi dunia ini... menjalani hidup, menghadapi, dan menyelesaikan masalah yang ada. Karena hidup dan masalah itu selalu berdampingan. Yang menentukan adalah diri kita sendiri; bisa, atau nggak. Kuat, atau lemah. That's it :)
Mulai sekarang, ayo kita berjuang bareng! And happy new year 2011 too! Fighting! :D
Love, LadyLo
Label: About me, Daily story, Experience, Family, Just babbling, Life, Love, Nostalgia, Opinion, Problem, Renungan
so this is how does it feel
So this is how does it feel to be a sister...
:)
Love, LadyLo
Label: About me, Experience, Family, Just babbling, Life, Short Post
officially alone :(
Octopuses, have you ever known that I miss you so much? Well, if you haven't yet, then this is the time when I must tell you about that, lol.
Okay, I got a lot of stories that I wanted to tell you. Let's start from... my wound? Yeah, I got these scary wound on my arm surprisingly. I mean, I didn't feel hurt at all. When I realized, I've got these scars and... I hope it'll be better soon :)
Then, I wanted to tell you that I'm officially alone at my house now. It isn't like I'm living alone in this house, though. You know, my dad lives in Jogja now, so I just living with my mom, my grandparents, my uncles, my auntie, and my lovely cousin; Bella. But, do you know what? My mom had to go to Jogja for a while, and that means I'm alone in this house, rite? Even though my fam still accompanying me in this house, but without my mom, I feel like I'm alone in this house.
Ah, Mom, please come back to our house ASAP :(
Well, because of my mom has left to Jogja, I must do a lot of things alone. Yeah, it's something like washing my clothes, tidying up my room, and other boring stuffs that we usually call houseworks (or whatever what it called).
Hmmm... what about saying 'goodbye' for a while to the spoily me? You know; the spoily LadyLo? For soap's sake, missing my mom is a tiresome :( Ah, enough about blabbing this thingy.
The next thing that I want to tell you is; OMG I got a lot of fanfics that I must finish ASAP! These are the examples :
1. Secret - (characters : SNSD Tiffany, SNSD Seohyun, Super Junior Kyuhyun, etc) 2. It Must Be Love - (characters : SNSD Yoona, Super Junior Donghae, SNSD Jessica, etc) 3. I Love You, My Noona - (characters : SNSD Sooyoung, SHINee Minho, etc) etc etc
And you know what? I love making triangle love story~~ lol :D And if you're currently in a deadly boredom, making a fanfic is a fun way to solve the promblems :) Try it yourself, Octopuses!
Well, enough updaties for today. I'm still waiting for the photos that Ina currently uploaded now :) I'll share them to you when Ina has done her assignments! Hehe :D
Love, LadyLo
Label: About me, Daily story, English Post, Experience, Family, Fun, Just babbling, Life, Updaties
radang usus?
Horee akhirnya bisa posting blog juga! Yay :D Apa kabar fellas? Emang yang namanya blogging itu bikin ngangenin. Hehe :)
Kemaren, hari Sabtu, aku nggak masuk sekolah. Kenapa? Karena pas bangun tidur aku ngerasa lemes dan meriang. Parahnya, aku nggak bisa bangun dari tempat tidur. Kalo pun bisa, paling juga cuma sebentar. Paling lama ya 15 menit. Itu juga udah maksain diri banget. Alhasil, kerjaanku kemaren cuma : bangun-tiduran-bangun-tiduran. Huh :'(
Dan kemaren terjadi dialog yang aneh antara aku sama Bella, adek sepupuku yang berumur 3 tahun, berfisik 5 tahun, dan berotak 10 tahun. Sambil masang senyum liciknya, dia ngedatengin aku dengan pensil di tangan kanannya. Terus dia tiduran di sebelahku, dan ngangkat gulingku pake kakinya. Dialog aneh pun terjadi.
N : Nona (aku) B : Bella
N : Waaaah Bella kuat bangeet bisa ngangkat guling Kakak ~ B : *dengan bangga* Iya dong! Kan Bella makan ikan! N : Ooh gitu yaaa? B : Iya dong! *turun dari ranjang* Bella rokok dulu ya Kak (maksudnya dia mau ngerokok). *ngambil pensilnya lagi, terus pura-pura ngerokok* N : *menatap dengan bingung* B : *keluar dari kamar* Nanti kalo Bella udah selesai rokok, Bella masuk lagi kok. *teriak sambil ngeliatin papanya* Ya ampun Papa banyak amat sih rokoknya! Satu... dua... udah Pa, jangan rokok lagi!
Begitulah dialog yang nggak jelas tersebut.
Malemnya, jam setengah sembilan, aku pergi ke dokter bareng Mama, Tante Lia, dan Om Dhany. Ternyata, kata dokternya kemungkinan besar aku kena radang usus. Untung aja aku langsung dibawa ke dokter pas hari pertama sakit. Kalo terlambat dan tambah parah, bisa-bisa aku kena komplikasi dan akhirnya malah kena tipus. Yap, jauhkan bala.
Abis dari dokter, kami makan steak di deket kantor pos. Dan disana lah aku muntah. Great. Dan sekarang, aku kena gejala orang yang minum obat dosis tinggi. Tau kan? Kepala kenceng, jantung berdebar kencang, keringat dingin, dan sebagainya.
Duh, maap ya. Lemes banget nih, jadi nggak bisa nulis banyak-banyak dan ngebalesin chatties. By the way, nih sedikit kalimat buat copycater-ku:
You copied my style You copied my creations You copied my tweets You copied my bio You copied a lot of things from me Thanks for making me as your role model I'll work harder for you Because I know you're too uncreative For making something new
Semoga cukup nyindir si Mbak Copycater deh.
Love, LadyLo
Label: About me, Daily story, Family, Just babbling, Nonabella
Ya ampun, blog ini udah cukup terbengkalai. Hehehe, maklumlah, saya orang sibuk. Oke, aku ngaku deh; aku males banget buat nulis di blog. Males nyusun kata-katanya. Intinya males aja gitu. Tapi penyakit kambuhan itu udah mulai ilang lagi kok ;)
Oh iya, minal aidzin wal fa idzin yaa. Maaf telat :) Nona minta maaf atas segala kesalahan yang pernah nona lakuiiin :')
Apa aja yang udah kualamin belakangan ini? Banyak banget. Mulai dari ngadepin tiga ulangan berturut-turut dalam satu hari, kelasku super heboh karena ada isu bakal diadain razia, jatoh di depan 39 kepala dan di kelas tetangga, sampe maen sama Bella yang notabene bener-bener bikin capek.
Iya, maen sama Bella. Udah dua hari yang lalu sih. Waktu itu IM2 lagi eror, jadi aku nggak bisa ngenet. Karena bosen, akhirnya aku putusin buat nemenin si Bella main.
Kami maen di halaman rumah kami aja kok. Kami maen di ayunan, ngobrol-ngobrol nggak jelas gitu. Terus kami maen di kolam ikan (iya, ada kolam ikan di rumah kami). Kami ngaduk-ngaduk isinya pake lidi (okay, it was silly -___-) dan ngasih makan ikan. Terus kami foto-foto. Hehehe. Ini salah satu foto favoritku :D
 gimme a click for enlarge !! :)
Gimana? Aneh ya? Hehehe. Tolong klik fotonya buat ngeliat versi aslinya :)
Hmm... sorry for the very-short-updates. Bener-bener lagi nggak mood buat ngeposting sesuatu. Duh!
Dan maap buat tata cara penulisanku yang lagi kacau ini.
Love, LadyLo
Label: About me, Daily story, Family, Just babbling, Nonabella, Postingan sampah
quick post quick updates (ah masa sih?)
I'm coming back! Tiga hari nggak ngeposting apapun, rasanya sedih juga hehehehe. Maap yaaa lama nggak nengokkin nih blog! Tiga hari belakangan ini aku lagi nggak semangat ngenet gara-gara koneksi internet di rumah yang lagi nggak becus itu. Huh!
Soooooo, apa yang terjadi selama tiga hari belakangan iniii?
-15 September 2009 My mom's birthday! Yaaaaay! She's 34 years old now. Dunno why, some people say my mom is very young.... for them, actually. Hahahahaha.
Tanggal 15 September, alias hari Selasa, aku sama Mama (yang udah dibanjirin ucapan selamat ultah) pergi ke Plaza Mulia yang baru berumur 5 hari itu (eh bener nggak sih?). Rencananya, kami mau beli J.Co donuts sebagai tanda perayaan ultahnya Mama. Hehehehe.
First impression waktu masuk PM? (Maap ya) jelek! Dan mengecewakan juga. Bayangin aja, mall yang masih berdebu dan masih ada tiang-tiang yang dipake buat ngebangun tuh mall kok ya udah dibuka! Pokoknya terkesan dipaksakan gitu deh. Mallnya aja masih sepi, belom ada isinya. Kalo ada paling juga cuma Hypermart, J.Co, BreadTalk, A&W, Solaria, dsb. Herannya, tetep aja banyak pengunjungnya. Kenapa ya? Mungkin karena nggak pernah liat mall segede gitu kali ya? Kalo aku sih, jujur aja emang nggak ada rasa interest sedikit pun sama tuh mall dari awal. Secara isi dan besarnya kurang-lebih aja sama Amplaz di Jogja.
Kalo nggak harus beli donat di J.Co saat itu juga, aku nggak bakal mau lah pergi kesitu! Aku sih nggak semangat pergi ke PM. Heuheuheuheu. Udah gitu, di tempat parkir motornya ada tumpukan sampah, pula! Dan salah satu dinding parkirannya nggak rata gitu! Ihh...
Di PM, begitu udah selesai beli donat kami berdua langsung cabut. Nggak tahan sama penampilannya yang belom rapi dan bersih. Nah, begitu sampe rumah langsung ngebaca komik dan buku-buku baruku deh. Hehehehe :)
Begitu mendekati waktu buka puasa, Mama langsung ngorder ayam seember dari KFC. Jadi, kami buka puasa sama fried chicken deh! Menu lainnya? Aku lupa apa aja... hehehehehe.
Abis selesai sholat taraweh, kami (aku, Bella, Om Lupi) langsung beraksi sama tumpukan kembang api. Ada air mancur, ada mercon (eh, itu mercon bukan ya? Pokoknya kalo dinyalain kedap-kedip gitu deh cahayanya!), ada kembang api mini size tapi tahan lama, ada kembang api panjang tapi susah dinyalainnya.
Waktu lagi main kembang api di teras, anak-anak kecil yang tinggal di deket rumah kami langsung ngeliatin dari sela-sela pager. Karena kasian, akhirnya kami ngasihin masing-masing satu batang kembang api panjang buat mereka. Kita harus berbagi kebahagiaan kita kan? Hehehehe klise abis dah.
Tapi tetep, ada anak yang nyebelin diantara mereka. Cowok. Seenak perutnya ngatur-ngatur gitu. Nyuruh pasang merconnya dimana lah, manggil Bella buat minta kembang api lagi lah, dsb. Kami, kecuali Bella yang terlalu polos buat ngerti, cukup keki juga sama tuh anak. Tapi biarlah. Toh nggak kami turutin juga! :p
Akhirnya pesta kembang api kami akhirin dengan nyisain tiga kotak kembang api. Karena udah malem, kami balik ke kamar masing-masing. Di kamar aku online dooong (teteeep) wkwk. Bedanya aku nggak online FB, Twitter, atau Blogger. Aku baca komik online! Huahahahaha.
Oh iya, FYI aku lagi addicted banget sama satu komik yang namanya Giri Koi/Love Honor by Daisy Yamada. Wajib baca deh! Ceritanya bagus; complicated tapi bener-bener hidup. Aku sendiri kerasa disedot masuk ke dalam komik itu saking hidupnya tuh cerita. Rasanya kita bener-bener mengalami dan ngeliat kejadian di komik itu deh! Seolah-olah kita udah bersatu sama Mao Tominaga, tokoh utamanya. Hehehehe lebay ya? Tapi emang bener kok! Sayangnya, belom ada versi tankoubonnya (versi tunggal), jadi untuk sementara baca dulu di Nakayoshi ;)
Nanti kutulis resensinya, don't worry :D
Naah, karena udah malem, aku cuma bisa nyelesain chapter 2-nya aja (chapter 1 udah baca di Nakayoshi). Abis itu off to bed deh :D
-16 September 2009 Nothing special happened sih. Hariku dimulai dengan baca Giri Koi online (lagi), dari chapter 3 sampe chapter 4. Tadinya mau lanjut sampe chapter 6 (cuma tersedia sampe chapter 6), tapi karena KONEKSI IM2 LAGI SAMPAH BANGET, akhirnya terpaksa berpuas diri dengan chapter 4. Hiks!
Malemnya aku coba lagi, siapa tau gitu ada keajaiban. TETEP GA MAU! Uuugh, paling sebel kalo ada komik favorit yang gantung gitu deh bacanya. Rasanya nyawa tuh masih ada setengah di komik itu; walopun aku tau ceritanya masih panjaaang dari chapter 6. Rasanya kebayang mulu sama serpihan-serpihan ceritanya -_____-
Sempet nyoba di laptop Om Lupi, ada beberapa bagian yang mau cuma loadingnya LUAMAAAA. Zzzz males banget ga sih?
Akhirnya aku nyerah dan ikut Mama, Om Lupi, sama Bella nganterin Nenek ke dokter. Tapi dokternya udah tutup. Balik lagi ke rumah, dan nyoba baca lagi. Tetep nggak mau! Ampuh!
-17 September 2009 Hariku dimulai lagi dengan nyoba baca Giri Koi (teteeep, secara kebawa sampe mimpi gitu). Tetep nggak mau! Kayaknya aku harus bersabar sampe lebaran selesai nih. Semoga aja begitu habis lebaran IM2 jadi cepet lagi, terus aku bisa nyelesain Giri Koi sampe chapter 6. Amiiiin!
Well, itulah quick updatesku yang nggak quick sama sekali. Hehehehe *LOL*
Love, LadyLo
Label: About me, Buku, Daily story, Family, Food, Internet, Just babbling, Komik, Misuh, Ngaco, Obsessions, Postingan sampah
nona sang PENYIKAT KERANG! jeng jeng jeeeng
Huaaah! Akhirnya aku bisa juga yang namanya internetan dan blogging! Gila, seharian ini aku nggak ada make laptop--termasuk ngenet! Ya ampun, prestasi besaaar! Ckckck... oke, aku lebay.
Well, what did I do today? Pagi-pagi aku udah dibangunin Bella. Jadi, hari ini kumulai dengan ngejahilin Bella, like always. Kami berebutan guling, terus ngobrol-ngobrol nggak jelas, terus aku pura-pura tidur. Dan waktu nyawaku baru 'genap', Mama ngajakin buat jalan-jalan ke mall. Awalnya sih males juga. Cuma secara aku nggak ada kerjaan di rumah (nggak dibolehin online pagi-pagi sama Mama), akhirnya aku mau deh diajak jalan. Hehehehe.
Oke, selesai mandi aku sama Mama masih harus mandiin Bella dan ngasihin dia makan. Biasanya sih nggak kitu rutinitas pagiku. Cuma berhubung Nenek lagi sakit dan Tante udah pergi kerja, tanggung jawab buat ngurus Bella ada ditanganku (dan Mama) deh. Begitu selesai makan, Bella langsung took a photo shoot with me. Hohohoho. Pagi-pagi harus tetep narsis dong :D
Hmmm... just skip that part, okay? Aku lagi dalem rencana ngupload tuh foto kemari sih hehehe (alah apaan sih aku bilang mau ngupload mulu tapi nggak jadi-jadi zzz).
Oh iya, sebelumnya, pengumuman dulu yaaa! Besok tanggal 15 September; artinya besok mamaku ultah! Horeeeeee! Usia? Emmm, baru 30-an aja kok, hehehe. Iya, for real!
Lanjuuut deh. Di Mall Lembuswana, aku sama Mama mampir ke Gramedia. Disana iseng-iseng baca seri keduanya "Dynamic Duet". Eeeeh aku malah direcokin sama pegawainya! Masa diantara puluhan orang yang baca ditempat, cuma aku aja yang ditegor? Ih, nggak banget deh. Beda banget sama pegawai di Jogja! Huuuuf. Sempet emosi sih. Tapi ya udahlah :p
Setelah agak lama nongkrong di Mall Lembuswana, akhirnya kami pulang ke rumah. Sampe di rumah, aku ngeliat sesuatu ada di meja ruang TV. Sesuatu yang dibungkus sampul warna coklat.... PAKET! WAAAAAAH!
Begitu dibuka, ternyata isinya Nakayoshi edisi 71 yang udah lama kutunggu, sama buku paket matematika... hh, yang terakhir emang nggak banget sih. Udah gitu Naka 71 baru aku punya sekarang. Padahal itu edisi bulan Agustus lho. Yah, mau gimana lagi? Di Gramedia Lembus belom ada yang edisi 71, jadi terpaksa ngimpor dari Jogja. HAHAHAHAHA bahagia banget dirikuuuu! Thanks Dad! :D
Dengan semangat '45 aku langsung naek ke lantai dua, bersiap buat terjun dalam buku-bukuku. Ups, kok "buku-bukuku"? Iya dong, kan di Gramed aku nggak pulang dengan tangan kosong. Hehehehe. Ada buku tentang kisah nyata seorang reporter di lapangan (nggak, bukan kisah mengharukan kok. Kisah lucu, malahan! Huehuehue), terus komik Dynamic Duet yang akhirnya kubeli juga. Dan sekarang ada tambahan menyenangkan: NAKAYOSHI 71! OMG!!
Sayangnya, baru juga nyelesain Dynamic Duet plus mulai baca tuh buku tentang reporter, Mama udah manggil aku ke bawah. Duh, paling males deh kalo diganggu waktu lagi asik-asik baca gini. Tapi karena Nona anak yang baik, tidak sombong, dan rajin ngeberantakin kamar, akhirnya aku turun juga deh.
Di bawah, Mama punya kerjaan buatku. Apa itu?
Nyikatin kerang! Gosh, nyikatin kerang yang masih idup!
Pertama kalinya dalam idupku yang jarang bermesraan sama dapur ini.
Emang sih, dibantu Mama. Cuma begitu ngeliat kerang-kerang yang menuhin baskom raksasa itu, rasanya jadi ilang semangat idup deh. Dan pantesan aja tuh kerang naujubile banyaknya. TERNYATA ADA DUA KILO KERANG!
Dua kilo! Kerang sebanyak ini sih cuma Bella yang sanggup nampung!
Oke, nyikatin kerang dimulaiiiiii!!
Sebagai orang yang udah berpengalaman dalam hal sikat-menyikat ini, Mama make sikat gede buat nyikatin tuh kerang. Sementara aku? Cuma sikat gigi nggak kepake yang udah buluk. Nyahahahaha... kontras banget perbedaannya!
Awalnya sih masih agak kaku gitu. Yaaah, walaupun semua kerangnya nutup mulut karena kena air, tapi tetep aja aku takut-takut. Maklum, imajinasi tingkat tinggi, jadi ngebayangin kerang-kerang itu buka mulut kerasa real banget. Untungnya, semakin lama nyikatin semua kerang itu, semakin terbiasa. Rasanya udah kayak 10 taun berprofesi sebagai penyikat kerang, padahal juga baru 10 menit nyikatin tuh kerang. Huehuehue.
Nah, kejadian konyol mulai terjadi di tengah-tengah prosesi pernikahan penyikatan. Kan air di baskomnya pekat banget karena lumpur tuh, jadi nggak keliatan bentuk kerang yang bakal kita ambil. Nah, pas Mama ngambil lagi salah satu kerang disitu, tiba-tiba Mama langsung menjerit nggak jelas gitu. Ternyata, Mama ngambil kerang yang aneh; di dalem mulut kerang yang kebuka itu ada kerang lagi, jadi kayak dua kerang ciuman gitu (emang bisa?). Kira-kira gini deh kalo digambarkan:
Mama : *menjerit histeris* Huwaaaaaaaaa!! *ngelempar balik tuh kerang ke baskom* Aku : *shock* Kenapa Ma?? Mama : *masih kaget* Kerangnya ciuman! Aku : *ketawa lega* Oalaah, kirain apaan....
Mama + aku : *mulai nyikat lagi* Beberapa menit kemudian....
Aku : *histeris* HUWAAAAAAA!! Mama : *kaget* Kenapa?? Aku : *gemeter* Nona dapet kerang yang Mama ambil tadi! Mama : *ketawa* HUEHUEHUEHUEHUE (buset, ibu macam apa yang ketawa diatas penderitaan anaknya sendiri?) Aku : *ketawa juga* HUAKAKAKAKAKAKAK
Yah, itulah yang namanya kualat gara-gara nyepelein kejadian yang dialamin orang tua sendiri. Nyahahahaha....
Nah, belom juga selesai nyikatin dua kilo kerang itu, tiba-tiba udah adzan. Terpaksa (sebenernya sih seneng banget) aku ninggalin tumpukan kerang yang minta disiksa itu (baca: disikat) dan ikutan nimbrung di meja makan.
Begitu selesai dengan ini-itu, akhirnya aku bisa juga ngelanjutin baca! Horeeeeee! Nakayoshi udah kusikat abis, sekarang tinggal buku tentang reporter yang gokil itu. Hehehehe. Tenang, nanti kutulis referensinya deh! Sekalian buat mengasah skill nulis resensi lagi--maklum, udah sebulanan nggak ada nulis resensi karena udah nggak jadi kontributor bulletin sekolah lagi.
Tadinya aku sama Bella mau maen kembang api, cuma toko kembang apinya udah tutup.... hiks :'( Well, we'll try next day! Hohohoho.
Have a good nite! ;)
Love, LadyLo
Label: About me, Daily story, Family, Just babbling, Ngaco
Chapter 2
Oke, kita lanjuuuuuut!
Jadi, sebenernya kami nggak berniat buat balik lagi ke Matahari begitu Bella ngedapetin sendalnya di Gajah Mada. Tapi karena Tante pengen beli jus, akhirnya kami balik lagi ke mallnya. Nah, di dalem mall si Bella ngeluh kesakitan karena sendal barunya yang langsung dia pake. Akhirnya kami langsung jalan menuju Matahari buat ngebeliin Bella kaos kaki.
Baru juga sampe di lantai yang ada Mataharinya, Bella udah nggak tahan sama rasa sakitnya. Terpaksa dia rela buat make sepatu lamanya lagi, hahahaha. Tapi tetep aja kami ke Matahari. Mau beli underwear gituu buat Tante hehehehe.
Sampe di Matahari, kami makin nggak jelas lagi. Bukannya nyari barangnya Tante, kami malah berburu bajunya Bella. Dan akhirnya beli banyaaaaak banget. Yang pasti baju favoritnya Bella adalah baju yang modelnya mirip kayak baju baruku, cuma warnanya pink! Hahahahaha.
Walau udah beli bajunya Bella, kami nggak langsung pulang. Dalam kasus ini aku bakal nyalahin si kupon diskon yang bikin kami makin telat pulangnya! Huuuuuh.
Yap, karena ngeborong belanjaan buat Bella, Tante dapet kupon potongan Rp 100.000,00 dari Matahari. Parahnya, harus dipake saat itu juga--di hari yang sama sih, tapi berhubung udah malem jadi harus saat itu juga.
Akhirnya kami malah berburu baju buat Nenek. Duh! -____-
Waktu Mama sama Tante nyari baju buat Nenek, aku udah mulai nggak enak. Sakit yang daritadi aku tahan (iya, aku masih sakit!) udah mulai meradang lagi. Akhirnya aku cuma bisa duduk di bawah rak-rak baju bareng Bella.
Dan setelah nunggu lamaaaaaaaa banget, akhirnya Mama plus Tante selesai ngebeliin baju buat Nenek. And finally, we can go home :) *nangis terharu*
Oke, sampe rumah udah jam setengah 11 dan aku nggak langsung tidur! Menyempatkan diri ngintip blog dulu hehehehehehe :D Kapok ah jadi shopaholic -____-
***
By the way, berita menyedihkan nih; aku masih sakit! Gosh, sampe kapan ya sakitnyaa... tambah parah pula! Sekarang jadi ada rasa pusing + mualnyaaa. Huwaaaaaaaaaa :'(
Love, LadyLo
Label: About me, Daily story, Family, Just babbling
becoming a shopaholic again and feel sooo tired -___-
Great. Aku jadi shopaholic lagi. Nggak selama kemaren, tapi rasanya lebih capek hari ini. Mungkin karena kami belanjanya waktu malem dan aku dalam keadaan puasa-tanpa-saur. FYI, kami pergi dari sebelum buka puasa sampe jam setengah sebelas WITA. Dan kami keliling-keliling Samarinda-Samarinda Seberang-Samarinda-Mall Lembuswana. Wow!
Bayangin aja, kami (aku, Mama, Tante Lelen, Bella) rela muter-muter Lembus yang gedenya naujubile gitu hanya demi ngebeliin Bella sendal. Tragisnya, si Bella ngerengek-rengek minta sendal karena tau aku beli sendal baru--udah gitu dia minta yang persis pula; warna ijo dan harus bertali! Snap!
Tuh kan? She's my copycater for real. Hahahaha :p
Oh iya, by the way I saw my new classmate in the shopping mall this nite. He has a lot of fans in the school, anyway. Well, I don't really care about him, but--geez, he looked so gorgeous in his t-shirt! He looked charming -____- and me? Gosh, I just wore a VERY CASUAL t-shirt and jeans!
I wanna tell the world like this; "Yes I came from Java but--ugh, I'm not good in that fashion thing! God, even I can't spell it well!".
Sounds so desperate, eh? But that's really what I think. I didn't mean about that charming-classmate, but I talked about my fashion sense! Okay, I don't have a really bad fashion sense but yes, I don't have too much fashion things! However, this is the fashion age, rite?
Gosh, F-A-S-H-I-O-N make me desperate -____-
Okay, before we stop talking about this f-a-s-h-i-o-n thing, I have a good news for me: square-patterned shirt + skinny jeans + sneakers is really OUT! And welcome to t-shirt + high-waist skirt + statement necklace! HAHAHAHA. Dunno why, I'm so glad when I knew about this good news. Maybe because I don't like hipsters and those dummy guys always wearing it? Still dunno.
Oke, lanjut soal belanja-belanjanya. Kuceritain dari awal aja yaaa :D
Jadi, jam 5-an kami berangkat dari rumah. Awalnya mau makan sate ayam (kalo nggak salah), tapi setelah Mama cerita soal Dobbi (huuum you must try it!) ke Tante, akhirnya kami nekat jalan ke Samarinda Seberang cuma demi buka di Dobbi.
Wow, aku kalap banget di Dobbi. Pertamanya cuma mesen nasi + paha ayam bagian bawah aja. Tapi karena perut masih kosong, akhirnya lanjut juga ke chicken stripz. Udah gitu Mama pake mesen kentang goreng pula! Hohohoho. Yah, walaupun nggak sempet kusantep gara-gara kekenyangan minum susu jahe siih *lol*.
Selesai makan di Dobbi, kami balik lagi ke Samarinda Seberang. Oh iya, sebelom buka puasa di Dobbi kami sempet ngeliat rumah Bella yang baru dibangun di Perumahan Pesona Mahakam. A nice home, anyway :)
Begitu sampe lagi di Samarinda, kami mulai tancap gas ke Mall Lembuswana--alias Lembus. Mall ini... oke, bangunannya nggak segede Amplaz. Tapi halamannya itu lho.... udah gitu BUANYAAK banget kios-kios di halamannya. Jadi semacam kompleks pertokoan gitu di sisi-sisi mallnya. Sooo, kami langsung masuk ke dalem mallnya--tanpa basa-basi maen ke Matahari dan mulai berburu sepatu Bella.
Well, susah banget nyari sendal yang mirip kayak aku--dalam versi balita, pastinya. Udah nyari kesana-kemari (mulai dari yang diskonan 70% sampe ke yang harganya ratusan ribu) tetep aja nggak ada! Ya udah, akhirnya kami keluar dari mallnya (entah kenapa nggak nyoba ke toko-toko sepatu disitu dulu) dan mampir ke Gajah Mada, yang notabene punya gedung sendiri di kompleks pertokoannya.
FYI, my unbranded sandals itu belinya di Gajah Mada juga (bangga), cuma bukan Gajah Mada yang ada di kompleks situ, tapi Gajah Mada yang ada dipinggir jalan (baca: cabang lainnya). Hehehehe.
Lagi-lagi kami muter nggak keruan di Gajah Mada. Kesana-kemari tetep aja nggak nemu tuh sendal! Dan parahnya lagi, gara-gara nggak ada tuh sendal si Bella malah ngincer heels buat anak-anak--yang tambah parahnya lagi, sesuai ukuran kakinya! Jadi, si mini heels ini warnanya pink dan centil banget gitu deh aksennya. Hadeh. Udah gitu ini bukan pertama kalinya Bella ngotot mau beli heels. Waktu di Matahari dia juga udah kepincut sama salah satu heels berwarna kuning disana.
Please, Sist, kamu masih 3 taun dan belom cocok pake heels!
Butuh waktu nyaris setengah jam buat ngebujuk si Bella supaya nggak beli heels itu. Ya ampun, bisa dibayangkan nggak sih betapa shocknya aku nanti? Aku--13 taun, seorang remaja yang agak cuek dengan penampilannya, seorang remaja yang cuma pake t-shirt dan jeans sehari-sehari, dikalahkan sama adeknya yang baru berumur 3 taun yang udah pake heels! OMG kayaknya aku kedengeran malang bangeeet -____-
Oke, aku berhasil ngebujuk Bella (like always :p). Tapi abis itu si Bella kebingungan sendiri mau beli sendal yang mana, secara nyaris imposs buat ngedapetin sendal yang mirip sama aku. Adanya juga heels yang bertali, dan SEKALI LAGI: aku nggak bakal ngijinin adekku make heels diumur sekecil itu!!
Tiba-tiba petunjuk mulai datang waktu Tante nyobain sendal yang miriiip banget sama punyaku, cuma beda warna. Sayangnya itu ukuran dewasa. Tapi semuanya berubah waktu Tante iseng nanya sama pramuniaganya; nanyain ada sendal model kayak gitu untuk ukuran anak kecil atau nggak. Dan ternyata; ADA! HAHAHAHAHAHA.
Yah, beda warna sih. Sendalku kan warna ijo-kusam-metalik gitu. Kalo sendalnya si Bella warna pink nyolok mata gitu. Kalo kata Tante dan Mama sih: "Nggak papa deeh beliin yang murah. Paling dipake sekali juga udah kelar!", jadi yaaa nggak apa deh hehehehe.
Okay, we've done about the sandals but still haven't done about the shopping. Selesai ngebayar sendalnya Bella--dan Bella langsung make tuh sendal sementara aku terobsesi milihin baju buat Bella--kami langsung balik lagi ke mallnya dan mampir lagi di Matahari.
Eh, to be continued yaaa . Mau bobo dulu ;)
Nite Nite :D
Label: About me, Daily story, Family, Just babbling
glad to say "morning" again
I'm so glad to say "morning" again but actually I'm in a bad mood now. Gimana nggak? Tadi pagi aku nggak saur dan koneksi internet di rumah jadi LUELEEET banget!!
Yup, I said that words: "aku nggak saur".
Jadi ceritanya, setelah blogwalking tadi malem dan becoming a shopaholic for one day (baca postingan sebelumnya), aku langsung tidur lelaap banget. Dan tengah malem mamaku bangunin aku. Aku sih sempet sadar gitu buat beberapa menit, tapi bodohnya aku malah tidur lagi.
Dan sekarang aku udah diterjang rasa haus plus rasa laper stadium empat. Kayaknya dalam beberapa menit ke depan aku bakal ngegigitin kasur deh.
Udah gitu Mama mau ngajak hunting celana buat dirinya pula! Uuugh, semoga aja aku kuat puasa hari ini. Secara aku masih dalam keadaan sakit.
Kayaknya segitu dulu deh postingan kali ini. Aku mau ngerjain puisi yang udah kurencanain tadi malem, hehehe.
Well, have a nice morning!
Label: About me, Daily story, Family, Just babbling
little blabs about my lil
Bagus, sekarang Bella udah bisa ngomong "Om Lupi handsome". Dan dia ngulangin kalimat itu berkali-kali--namanya juga baru dapet kosakata baru.
Oke, ambisi terbaruku: ngajarin Bella buat ngomong "Kak Nona beautiful" biar dia bisa muji terus sampe aku bosen. Nyahahahaha :p
Eh, udah malem. Well, I must go to the bed, rite?
Nite Nite :)
Label: Daily story, Family, Just babbling
the morning touch
Morning all :) Hari ini aku bangun tanpa ngeliat jam, karena satu-satunya jam di kamarku cuma ada di hapeku dan hapeku ketumpuk bantal-bantal Mama sementara Mama masih tidur. Okay, it's complicated. Just skip it, rite? ;p
Huff, pagi ini dimulai dengan kondisi badanku yang kacau balau. Pilek, tenggorokan nggak enak, pendengaran agak terganggu--for short, just call it 'flu', kaki kanan sakit, dan diare yang kadang-kadang kambuh. Bener-bener sebuah godaan berpuasa yang nggak asyik (bagian mananya sih yang godaan?).
Udah gitu pusing pula! Huuuuuuuh.
Well, I don't have any inspirations to write now. Maybe I'll write something after I go to the shopping mall.
Wait, shopping mall! Hihihi, iya, Mama masih belom mau nyerah soal tuniknya. Jadi kami bakal ke mall pagi ini. Wish me luck ya?
And morning ;)
Label: About me, Daily story, Family, Just babbling
somethin' before go to bed
Before go to bed, I wanna say something... hehehe :)
Special thanks to HTML/JavaScript widget in Blogger! Because of it I can pimp up my blog! Hahahaha love it sooo much! Have you think about it, before read my post? With that widget, we can add playlist, cute skins, and a lot of things! Once again; I love it so much!
By the way, I'm searching a tunic now for Idul Fitri day. My mom wants to buy one for me--you know, she has a good sense about fashion and I always trust her about that. So I'm searching a tunic too now. Huff, so hard to find what we want.
Oh yea, I'm soo glad to hear a good news from my dad. Keep up the good work, Dad! We love you ;)
Well, I think it's enough for babbling a bit this night. I'm going to bed soon! Hahaha :D
Nite Nite :)
P.S: I'm sick now. I think it's flu. I can't hear as good as usually but it's still OK. Hope it will go better after I sleep :D Wish me luck!
Label: Daily story, Family, Just babbling, Obsessions, Somethin' about my blog
today's menu and today's topic
Yeah, akhirnya bisa juga ngeposting sesuatu disini. Hehehe, habis malem ini sibuk banget siih -___-.
Begitu selesai blogging tadi sore (baca postingan sebelomnya), aku langsung mandi. Dan tanpa jeda yang panjang langsung berbuka puasa bareng keluarga di lantai bawah. Tebak menu hari ini apa? Soto!
Soto Banjar.
Oke, bukan menu yang jelek sih. Cuma mengingat aku nggak terlalu suka soto, dan kemarin kami semua udah buka pake soto, soooo aku nggak terlalu interest. Lagian bukan cuma aku yang nggak interest sih. Semua orang di rumah kecuali Nenek yang beli tuh soto juga nggak pada interest.
Yah, akhirnya kami ngabisin tuh soto juga--yang tumben-tumbennya cuma itu yang ada di meja makan kami. Abis selesai makan, kami mulai ngobrol, kayak biasa. Dan entah kenapa, lama-lama topik pembicaraannya jadi mengarah ke aku... -___-
Dan ini cuplikan dialognya :
Mama : kadang-kadang aku curiga deh, kalo pas saur si Nona sambil setengah tidur gitu! Om : itu juga langsung ambil semua makanan yang ada (yeah he knows sooo far about my habits and he knows my hobby : eating, eating, and eating) di meja. Puding aja langsung dimakannya tanpa dicek dulu, masih bisa dimakan atau nggak! Semua orang di meja makan, termasuk Bella : *ketawa ngakak*
Enough babbling about that.
Btw, hari ini aku sholat taraweh (lagi) di mesjid deket rumah. FYI, beda banget sama semua rumahku di Jogja, rumahku disini dikelilingin mesjid! Iya, dikelilingin! Oke, nggak semuanya mesjid sih. Kebanyakan emang bukan mesjid, tapi langgar. Buat yang nggak tau, langgar itu sejenis mushola gitu. Tau maksudnya kan? Tempat ibadah berjamaah yang ukurannya relatif lebih kecil dari mushola--kalo dijabarkan ala Nona, hehehehe.
Oh iya, aku pergi ke mesjid tsb bareng Mama, Tante Lelen (mamanya Bella), dan Bella lho. Udah gitu Bella ditempatin di sebelahku. Trust me, rasanya susaaah banget konsentrasi sholat kalo ada Bella disamping. Dia bukannya ganggu. Dia malah khusyuuuk banget sholatnya--dan itulah yang bikin aku nggak konsen. Please deh, dia cuma anak kecil berumur 3 tahun 2 bulan yang pake mukena pink dan sholat secara berurutan sebanyak 4 rakaat! OMG!
Mukanya itu lho, nggak nahan.
Begitu selesai sholat, Tante Lelen nggak langsung pulang. Dia punya misi tersendiri; beli kepiting! Jadi Bella pulang bareng aku en' Mama (baca: kami berempat pake dua motor).
Sampe rumah, aku sama Mama cuma bisa nganga lebar. Gosh, rumah masih kekunci rapet-rapet! Nenek plus Om Lupi masih sholat (oke, kami emang motong sholat ehehehehe) dan Mama nggak punya kunci rumah. Tante juga ninggalin kuncinya di dalem rumah. Soo, kami cuma bisa diam pasrah tanpa kepastian (halah!). Bella sendiri cuma senyum-senyum nggak jelas -___-".
Parahnya, waktu di mesjid aku nyopot mukenaku dengan gobloknya, padahal aku masih pake daster yang notabene tanpa lengan. Hadeh! Akhirnya Mama putusin buat nyari Nenek atau Om Lupi disalah satu langgar yang ada di deket rumah kami.
Jadii, kami naik motor keliling-keliling gitu.
Setelah ngitarin dua langgar berturut-turut, kami nggak juga ngeliat sosok Nenek dan Om Lupi. Akhirnya kami nyerah dan mutusin buat nunggu di depan pager rumah. Crowded banget pula! Zzzz.
Bella masih enjoy aja sambil ngeliatin kucing lucu yang nongkrong di bawah mobil--Strada cuy!--yang parkir di depan rumahku. Aku mulai nggak nyaman, diliatin orang-orang di depan rumah. Mamaku juga mulai bosen.
Nggak lama kemudian Tante dateng, dan sama-sama kaget waktu ngeliat nobody at home.
Thanks God, nggak lama kemudian Om Lupi dateng. Beneran deh, sosoknya keliatan kayak penyelamat gitu di mataku. Hehehehehe. Rasanya peci yang dipake Om Lupi udah berubah jadi 'halo' dimataku. LOL
Begitu sampe dalem rumah, aku langsung naek ke lantai dua, online sebentar di kamar. Tapi belom juga 15 menit buka nih blog, udah dipanggil lagi sama Mama buat turun ke bawah. And guess what I found there? Kepiting! Kepiting yang siap dimakan! Huwaaaa!! FYI, seafood is one of my favourite foods! Hehehehe.
Dengan binalnya langsung kuabisin semua kepiting itu, hohohoho. Abis yang semangat makan kepiting cuma aku sama Mama sih. Tante sama Bella makan ayam (setelah Bella ngotot nyoba kepiting dan giginya nggak kuat karena kulit kepitingnya yang keras banget). Om Lupi lebih tertarik sama lele. Dan Nenek nggak boleh makan kepiting. Lucky me! Hohoho.
Ternyata di balik segala sesuatunya emang selalu ada hikmah! Dan hikmah dalam menu buka puasa hari ini adalah; tambahan lauk favoritku--kepiting, pula! Nyahahahaha.
Hmm, kayaknya aku harus cepet bobo nih biar nggak berusaha melahap sisa puding! Hehehehe.
Nite Nite :)
Label: Daily story, Family, Food, Just babbling
it's all about the pimped-up blog and lil' cousin
Huwah! Akhirnya selesai juga ngedandanin nih blog! Ini aja masih belom sepenuhnya clear, huehuehue. Inilah ribetnya 'pindahan' blog dari WP ke Blogger. Huf.Oh iya, btw aku seneng banget ngeliat skin dari blog ini. Hihihi. Wanna try one? Klik aja link yang ada di sudut kiri atas blog ini ;) Recommended by me!
Off to the topic, dalam postingan kali ini aku mau ngomongin soal adek sepupuku, Bella, yang tinggal serumah sama aku. Sooo, dia bener-bener kayak udah jadi adek kandungku sendiri (secara aku tunggal)!
Here's a pic of her. My mom took it a few days ago :D
She's quite chubby, isn't she? Yup, she has cute slanted eyes but she isn't a chinese, I think...
Si Bella ini hiper-aktif dan cerewet. Dia bakal ngomentarin semua hal yang kita lakuin dan kayak banyak anak kecil lainnya, dia seneng banget nanya ini-itu. Dan kalo kita ngacangin dia, dia bakal mulai melontarkan pertanyaan regulernya : "Kakak lagi ngapain?".
She hates darks sooo much. Jangan harap dia bakal diem aja kalo kita ngajak dia ke ruangan yang gelap. She'll start crying as loud as she can. Dia manja. Yap, dia tipe anak kecil yang mudah ngasih pelukan dan bilang 'sayang'. Kadang-kadang dia juga narsis, tapi dia pemaluuu banget sama orang yang baru dia kenal--walau dia bisa bilang 'sayang' sama orang tersebut dalam waktu setengah jam.
She's a copycater for real. Hahahaha, bukan dalam artian yang negatif sih. Cuma namanya anak kecil, pasti suka niruin apa yang orang dewasa lakuin kan? For example, she does everything I do. Misalnya dia lagi makan nasi goreng, dan aku juga, terus tiba-tiba aku berubah makan kerupuk--she'll do it too. Pokoknya semua yang aku lakuin dan yang aku punya deh.
Kadang-kadang dia nyebelin, but she's soooo good at all :) Dia bener-bener anak yang penyayang dan asik. Dia juga asyik diajak ngegosip, hehehehe.
Here's a pic about us :)
Too bad about the quality of the photo :( I took the photo with my camera phone, so it's a big no-no about the quality... Well, I'll take some photos soon with her, with my camera--hope so :)
Wait, what time is it? OMG, hampir buka! Kayaknya aku harus mandi nih, hehehehe... Ok, see you later after I take a bath ;)
Label: Daily story, Family, Just babbling
Older Post
|