Lady Octopus by Nona Soedhowo. +Follow | Dashboard
Lady Octopus
Entries ~~ LadyLo ~~ Friends ~~ Connect



LINTAH - sebuah puisi
Senin, 16 November 2015 | 2 comments
LINTAH
Oleh Nona Soedhowo

Ketika aku bilang cinta, itu artinya aku membencimu
Karena cintaku yang sesungguhnya tidak berbunyi
Tidak ada kasih yang tersampaikan melalui cinta yang kulisankan

Ketika aku bilang cinta, itu artinya aku ingin memenjaramu
Dalam belenggu sempit dengan jeruji tebal
Memaksamu bertahan dalam ilusi kasih sayang

Ketika aku bilang cinta, itu artinya aku ingin melukaimu
Melalui rangkaian kata indah dan cinta yang fana
Aku akan mencabik hatimu hingga tidak ada lagi yang tersisa

Jangan takut, inilah yang kamu mau
Jangan lari, aku tidak akan berhenti
Jangan tawarkan darahmu, yang kuinginkan adalah air matamu

Aku mencintaimu
Aku mencintaimu
AKU MENCINTAIMU.

Label:


I Hate You, My Stars.
Jumat, 05 Februari 2010 | 0 comments
(one too three. again, one two three. stars, i'm going to go crazy)


No matter how many times I look at you, I can't see you, oh baby
Because of the tears in my eyes, all because of you
My crying face that is reflecting above the spread letters, oh baby
I promised myself I wouldn't cry again, but I'm crying again

Awalnya kukira begitu mudah untuk menyembunyikan sedihku
Awalnya kusangka tak akan sulit untuk hilangkan tangisku
Namun semuanya tidak berjalan sesuai anganku
Semakin aku tegar, semakin perih luka yang kurasakan

What do I do, I don't know what to do, what to do
This is me, I don't know why I'm going crazy like this
All because of you, really because of you
I can't do anything, I

Apa yang harus kulakukan sekarang?
Aku tidak diizinkan untuk memperlihatkan amarahku
Dan aku juga dilarang untuk meneteskan air mataku
Mengapa aku harus berusaha tertawa, disaat aku tidak bahagia?

Love you as much as the stars, stars, stars, stars
I came for you to find you, you're that far shining star
Stars, stars, stars, no matter what I say
I really can't express myself
I'm frustrated now, what should I do now

Kini, mungkin aku telah menjadi gila
Namun tidak ada satu pun orang yang sadar
Mengapa? Karena aku memendam seluruh perasaanku
Tetapi, jauh di dalam hatiku, jauh di balik tawaku
Aku berharap ada seseorang yang menyadari rasa sakitku

No matter how many times I count, I can't see the end, oh baby
Because of all the memories that are in my heart, I think of you again
I couldn't say everything I wanted to so I say them to myself, oh baby
I want you back, I want to go back to your side

Bila memang bisa, aku ingin memutar waktu
Agar saat-saat bahagia itu dapat kumiliki kembali
Aku ingin melakukan perubahan kecil, setidaknya agar senyumku kembali
Namun aku tidak bisa, karena tidak ada yang mengizinkanku

I'm pleading to you, please, I'm pleading to you
To the sky, my prayer goes to the sky
Cheer me up, cheer me up
Please, where are you now

Dan bila memang diizinkan, Tuhan,
tolong kirimkan padaku seseorang yang dapat mengerti isi hatiku
Seseorang yang dapat menghiburku dan mengetahui pedihnya sakitku
Aku pun tak ingin bersedih, aku ingin tawaku kembali

Stars, stars, stars, stars, talk to me
Is it over? Is that it? Answer me, don't just laugh
Stars, stars, stars, stars, I'm pleading to you
Just for once, my love
Let me fly to your side

Kapan seluruh rasa sakit ini menghilang?
Kapan detik-detik bahagia dapat kurengkuh kembali?
Aku butuh jawaban, walau hanya beberapa patah kata
Agar aku dapat tetap tegar, terus bertahan di atas semua luka ini

Star, star, star, ooh baby, star, star, star, oh

Dan tiada yang tahu, bahwa dua bintangku yang paling kucintai
Adalah dua bintang yang juga menyakitiku disetiap detik ini

I love you as much as the stars, stars, stars, stars
I came for you to find you, you're that far shining star
Stars, stars, stars, no matter what I say
I really can't express myself
I'm frustrated now, what should I do now


Bintangku, sungguh aku mencintaimu
Bintangku, sungguh aku tak ingin melukaimu
Namun semakin dalam aku menahan tangis dan amarah ini
Semakin pedih rasa sakit yang ada
Aku juga ingin berbagi tawa dan tangis

Namun aku tidak bisa, dan tidak diizinkan
Karena aku harus menjadi seseorang yang kuat
Yang bahkan tidak diberi kesempatan untuk mengutarakan isi hatinya…

***

This poem was dedicated for my most precious stars, and the english part above was taken from SNSD - Star Star Star's translation
Dua bintang yang selalu kucintai sepenuh hati
dan dua bintang yang selalu menusuk hatiku sedalam mungkin

Just for you know, I have an unconditional love for you both
But you never give me a chance to make a movement
I love you, but you made a deep, the deepest wound in my heart
I wanted to make you happy, but I just realized
That these things weren’t what I wanted

You’re too precious for me
So that’s why,
I hate you, My Stars.




"I miss you, I need you."--After School, Because of You.


Love,
LadyLo

Label: , , , , ,


Kaulah Pangeranku ;)
Kamis, 17 September 2009 | 0 comments
Di suatu senja yang indah
dengan langit oranye
yang bersenada dengan biru tua
Angin bertiup pelan
dan pasir melayang, terhempas

Di depan kita, terhampar lautan lepas
Warnanya biru kelam, sekelam bola matamu
Airnya begitu jernih
Dan ombaknya begitu besar
Buih-buih beterbangan, mengisi atmosfer kita

Kita duduk di tebing itu,
tebing yang besar dan begitu kokoh
Warnanya kelabu dan tampak kasar
Kita menatap mentari itu,
mentari yang nyaris tertelan bumi
Yang hendak menghilang di balik lautan

Aku menoleh padamu
dan aku ingat, kau menatapku dalam
Senja itu, bola matamu begitu pekat
dan aku terbawa dalam pekatnya bola matamu

Aku terhisap
Aku terhempas
dalam kepekatan bola matamu

Aku dapat melihat, sesuatu yang begitu asing bagiku;
sesuatu yang tak pernah dapat kusentuh
sesuatu yang belum pernah kumiliki

Dan aku melihatnya di dalam bola matamu
Sesuatu yang kau sebut cinta
Entah apakah artinya.

Kau menarik tanganku
Mengurung telapak tanganku
dalam balutan telapak tanganmu yang besar
dan kokoh

Aku terkejut
dan sesaat aku merasa takut
Kau yang seperti ini bukanlah dirimu yang aku kenal
Kau yang seperti ini bukanlah dirimu yang biasa kulihat

Aku terus menatap bola matamu
Berusaha mencari dirimu
yang selama ini ada di sisiku
Dan aku sadar
bahwa kau yang ada di hadapanku saat itu
adalah dirimu yang seutuhnya.

Aku mengaku; aku tak mengenal dirimu
sejauh yang aku kira

Kau mulai membuka mulutmu
Dan entah mengapa, suaramu terdengar asing
terdengar begitu berbeda

Kali itu, suaramu terdengar lebih dalam
Kali itu, suaramu terdengar lebih berat
Dan intonasimu bebicara, jadi terdengar lebih lembut

Aku pun bertanya dalam hati;
kemana suaramu yang selalu menggodaku itu?
kemana sosokmu yang selalu berlari nakal itu?
kemana sosokmu yang selalu penuh tawa itu?

Kau menjawab
dengan pernyataan yang lain
dengan kata-kata yang terdengar asing di telingaku

"Aku mencintaimu,"
begitulah ucapmu saat itu

Maafkan aku, namun jujur aku ragu untuk sesaat
Saat itu aku begitu naif
Saat itu aku begitu polos

Dan dalam hati aku bertanya;

Benarkah kau pangeranku?
Benarkah kau orang yang tepat untukku?
Benarkah kau orang yang akan mendampingiku?
Benarkah kau jawaban atas semua penantianku selama ini?
Benarkah aku pantas denganmu?
Benarkah kita akan berjalan bersama, mengarungi kehidupan ini?

Dan setelah aku mencoba untuk menerimamu
Dan setelah kita mencoba berjalan bersama
Aku dapatkan satu jawaban
dari semua pertanyaan kliseku:

Ya.

Kaulah pangeranku.

Label: , , ,


Seandainya
Aku tak tahu apa yang di dalam otakmu
dan aku tak tahu apakah kau sadar
akan perasaanku

Aku tak tahu apa alasanmu memilihnya
dan aku tak tahu bagaimana kau dapat
bersama dengannya

Namun melihat kalian berjalan bersama
Namun melihat kalian tertawa bersama
Namun melihat kalian melalui hari-hari dengan indah
Hatiku terasa sakit
Hatiku terasa pilu

Huh,
seandainya kalau gadis yang berjalan denganmu itu aku
seandainya kalau gadis yang kau gandeng itu aku
seandainya kalau gadis yang kau kirimi SMS itu aku
seandainya kalau gadis yang kau nanti-nantikan itu aku
seandainya kalau gadis yang ada di hatimu itu aku
seandainya kalau gadis yang ada di sisimu itu aku

Mengapa kau memilih dirinya?
Mengapa kau tidak mencoba menengok ke arahku?
Mengapa kau tidak berusaha menganggapku ada?

Entahlah.
Namun, seandainya saja gadis itu aku....


Label: , , ,


I Hate You
Jumat, 11 September 2009 | 0 comments
Dulu aku menyukaimu, begitu menyayangimu
Tiada hari yang terlewatkan tanpa memikirkanmu
Berkomunikasi denganmu adalah suatu keharusan
atau hari akan terasa kurang lengkap

Namun kini,
aku membencimu

Mengingat wajahmu membuatku menangis
Mengingat suaramu membuatku hancur
Membayangkan gestur tubuhmu
sama saja dengan meremukkan hatiku

Kenangan-kenangan indah yang dulu kita lalui
kini menjadi mimpi buruk bagiku
Siap menerkam jiwaku, memburuku yang lemah
Dan aku hanya bisa berlari
berharap tak tergapai oleh semua kenangan itu

Aku benci mengingat senyummu
Aku benci mengingat derai tawamu yang renyah
Aku benci mengingat suara beratmu yang terdengar lembut
Aku benci mengingat bagaimana caramu menggandeng tanganku
Aku benci mengingat bagaimana caramu melindungiku
Aku benci mengingat bagaimana caramu berbicara
Aku benci mengingat tatapan matamu yang mempesona
Dan aku sangat benci mengingat caramu menatapku

Kini semua hal yang kukagumi darimu
Kini semua hal yang paling kusuka darimu
Berubah menjadi suatu kebencian yang tak berujung

Aku benci mengingat caramu mengatakan sayang padaku
Aku benci mengingat caramu menunjukkan cintamu padaku
Dan hatiku begitu pedih, mengingat caramu meninggalkanmu
Mengingat betapa ringannya caramu mengatakan "putus" padaku

Aku masih ingat, hari itu
Langit cerah dan angin terasa begitu lembut
Tiada firasat di hatiku tentang ini semua

Siang hari kau memanggilku
Mengajakku duduk di bangku taman yang telah rapuh
Masih dengan seragam putih abu-abu yang telah memudar, kita duduk bersama

Awan berarak lembut, dan angin bertiup pelan
Rerumputan melambai kecil, dan daun-daun berguguran
Suasana begitu damai dan tenang, menghipnotis hatiku
Di sisiku, kau menatapku dalam
Tatapanmu yang lurus padaku seolah mencoba membaca isi hatiku
Aku membalas tatapanmu dengan pandangan penuh cinta
Dan entah mengapa, kau malah mengalihkan pandanganmu

Dengan pelan, kau memutus hubungan kita
Gesturmu begitu santai
Caramu berbicara begitu tenang
Aku tak mengerti, apa yang kau pikirkan saat itu
Dan aku tak mengerti, apa yang ada di hatimu saat aku meneteskan air mata

Kini dengan mudahnya kau berbicara
Bercerita tentang perasaanmu pada perempuan lain
Setelah sebulan semuanya berlalu
Begitu cepatnya kah kau melupakanku?
Sementara aku masih meratapi kenangan-kenangan kita

Aku benci caramu menatapnya
Aku benci caramu berbicara dengannya
Aku benci caramu merangkulnya
Aku benci caramu menyentuhnya
Aku benci ketika kamu tersenyum karenanya
Aku benci ketika kamu tertawa karenanya
Aku benci ketika kamu berusaha tidak mendahuluinya ketika berjalan bersama
Aku benci ketika kamu berusaha mengerti dirinya
Aku benci ketika kamu bercerita padaku tentang betapa hebatnya dia
Aku benci ketika kamu sadar bahwa aku hanya masa lalumu!
Aku benci diriku ketika aku mengerti bahwa kamu hanya kenanganku

Dan aku benci ketika aku menangisimu.




this quirky poem is inspirated by my friends and dedicated to my friends
broken heart is not the end of the world , gals
and I know , you can get the better guy for you
with love ,
LadyLo .

Label: , ,


Older Post