| |
high school pride
High School. Aku udah tau artinya dari jaman kelas 1 SD. High school. Gampang. Sekolah Menengah Atas, SMA. Atau yang sekarang udah berganti nama jadi Sekolah Menengah Umum--SMU.
Pride. Kata yyy.sederet.com, artinya "kebanggaan". "Keangkuhan". "Harga diri". Waktu SD, aku pernah denger kata ini beberapa kali, tapi aku nggak pernah tau artinya sampe aku SMP. Dan akhirnya, sekarang aku bener-bener tau apa itu "pride" dalam kehidupan.
Pride itu bersifat addicting. Tapi juga membunuh. Aku baru belajar tentang kata ini di Samarinda, kota yang bener-bener asing buatku. Well, nggak se-asing itu sih, soalnya dari kecil aku udah sering liburan ke sini. Tapi ya tetep aja....... Jogja sama Samarinda? Jauuuuuh!
Jadi, apa hubungannya antara "high school" dan "pride" kali ini?
Simpel. FYI, aku udah 15 tahun (gonna post a special entry about my birthday bash anyway :D) dan tahun ini aku bakal resmi jadi MURID SMA. Sedikit interupsi, ini postingan pertamaku sebagai seorang....... pengangguran pasca SMP? Hehehehe. Soal sekolah...... alhamdullilah, aku udah diterima di salah satu sekolah yang, yah, kata orang bergengsi-banget-di sini lah. Lewat jalur PMDK. Nggak, aku nggak lagi nyombong kok, santai aja.
Nah, selama di Samarinda, aku udah pernah ngeliat dan ngerasain langsung berbagai macam pride di sini. Tapi kalo yang namanya "high school pride", ini (pastinya) bener-bener yang pertama kalinya. Kayak yang udah kutulis di atas, high school pride itu addicting. Tapi juga membunuh. Waktu SMP, aku udah pernah ngalamin junior high school pride (nggak beda jauh sih...), tapi, serius deh, pride yang itu nggak se-mengerikan ini!
Kalo kita salah pilih TK, kita masih bisa memperbaikinya di SD. Kalo kita salah pilih SD, kita masih bisa memperbaikinya di SMP. Kalo salah pilih SMP? Insya Allah masih bisa diperbaiki di SMA. Tapi, kalo salah pilih SMA? Memperbaiki di universitas? Udah telat, kan? Bukannya orang dewasa selalu menerapkan aturan "SMA = universitas = jawaban dari masa depan kita"? Alias kalo SMA jelek, terus dapet universitas jelek, masa depan cerah bakal sulit dateng?
Jangan nge-judge apakah aturan di atas itu benar atau salah adanya. Karena aku pun sendiri nggak tau, namanya juga aku masih....... baru-mau-masuk-SMA. Tapi, selama ini, orang-orang dewasa di sekitar aku selalu ngasih aturan yang sama. Mereka selalu ngucapin hal yang sama.
"Kamu harus dapet SMA bagus, Non. Jadi gampang masuk universitas yang bagus. Dan kemungkinan punya pekerjaan bagus pastinya bakal jadi lebih besar lagi."
Sekali lagi, orang dewasa yang menetapkan aturan semacam itu bukan cuma ada satu atau dua aja loh. Aku kenal banyak orang dewasa yang berprinsip kayak gitu, walaupun mungkin beberapa di antara kalian yang lagi ngebaca postingan ini berpikir, "orang-orang itu dangkal banget sih". Terserah kalian mau mikir apa, yang penting jangan salahin aku. Karena aku cuma semacam korban dari aturan itu :p
Nah, balik lagi ke topik awal. Dengan aturan yang udah pasaran semacam ini lah, anak-anak seusiaku (seenggaknya yang aku kenal) banyak yang kena sindrom "high school pride" tingkat akut. Mereka yang berhasil masuk ke sekolah ultra-keren-bangetngetnget bakal jadi orang-orang yang disanjung. Mereka yang "gagal"? Bakal dicap "LOSER" sama orang-orang.
Bisa dibilang, salah satu temen deketku termasuk di dalam kategori yang terakhir itu. Bukannya apa-apa, menurutku dia cuma kurang hoki aja (luck does matter loh waktu ikutan PSB). Sayangnya, semua orang udah terlanjur menggolongkan dia sebagai "another loser". Bahkan, bisa dibilang.......... keluarganya sendiri. Orang-orang yang seharusnya jadi orang pertama buat menghibur dia.
Akhirnya? Dia memutuskan buat tetep masuk ke sekolah yang mau nerima dia itu. Tapi, dia nggak bakal lama di sana. Dia bilang, dia bakal pindah ke sekolah lain (yang notabene, ehem, sekolahku) dalam waktu kurang dari enam bulan. Dan, ternyata, banyak orang lain yang juga punya planning semacam ini. Bertahan di suatu sekolah selama beberapa bulan, dan akhirnya pindah ke sekolah incerannya diawal.
Orang tuaku nggak suka hal-hal semacam ini. Mama bilang, kalo itu terjadi sama aku, Mama ga bakal mindahin aku dsb. Mama bilang, aku harus diajarin bertanggung jawab atas apapun yang terjadi karena aku. Kenapa "karena aku"? Soalnya, NEM-ku emang jelek (banget), dan, yah....... faktor hoki emang does matter, tapi paling cuma 10-20% doang.
Mama bukannya ngomong gitu karena aku termasuk orang yang beruntung. Bukan karena kami nggak ngalamin hal semacam itu. Hal kayak gini pernah terjadi sama aku kok. Aku dilempar, ditendang dan nggak diterima sama 2 sekolah favorit waktu di Jogja dulu. Dan akhirnya aku masuk ke salah satu sekolah yang favorit juga sih, tapi tetep aja itu termasuk di bawah standar awalku.
Toh, akhirnya keluargaku nggak mindahin aku segala macem. Mereka kecewa sama aku, sama kayak aku kecewa sama my bad luck. But, that's all. It doesn't mean they would do anything to get me in to those schools. Kalo emang itu jalannya, kenapa kita harus "mangkir"? Dan akhirnya, aku ended up sayaaaaaang banget sama sekolahku di Jogja itu. Nggak ada lagi kata "di bawah standar". It has been my forever TOP class even until now :) shout out to my former school, the amazing SMPN 6 Yogyakarta! Kudos to you!
Soal high school pride, Mama termasuk di antara sekian dikitnya jumlah orang yang nggak terpengaruh sama itu sindrom. Mama orang asli sini. Tapi Mama nggak pernah berambisi buat masukkin aku ke sekolah yang sekarang, like what everyone does. Mama nggak pernah nyuruh aku buat masuk ke sekolah tertentu. Justru Mama termasuk orang yang aneh. Mama pernah bilang ke aku :
"Selama di Samarinda, menurut Mama semua sekolah itu sama. Mama nggak perlu ngeforsir kamu untuk sekolah dimana pun, karena ini Samarinda."
Aneh kan? Padahal orang lain sibuk nyuruh anaknya masuk sekolah A, sekolah B, sekolah C. Ada juga yang masih nyuruh anaknya ikut les privat ini-itu, padahal semua ujian sekolah udah kelar dan mereka ngelakuin hal itu demi anaknya bisa lulus ujian masuk sekolah (dan ternyata tahun ini PSB di Samarinda mulai pake NEM! Kasian temenku D:). Tapi Mama beda. Padahal Mama orang sini, orang yang harusnya udah punya ambisi itu mendarah-daging :p
Jadi, intinya........... high school pride itu adalah hal yang sangat BESAR dan LUMRAH di Samarinda. Kota lain juga pasti punya high school pride. Tapi menurutku, high school pride levelan di sini bener-bener undeniable, incredible, a creepy one. Karena derajat orang aja bisa dibedain dari "asal sekolah".
Dan semoga, aku ga akan pernah kena sindrom ini sampe tingkat akut. Apalagi kalo sampe nyela orang dari sekolah lain. Amin. Because we would never know. "Influence nya lingkungan" itu lebih dari sekedar kata ataupun kalimat.
By the way, happy late birthday to myself! :D Dan alhamdullilah karena so far, semuanya berjalan sangat lancar. Semoga ke depannya pun begitu, amin! Semoga my upcoming high school years are gonna be a fun ones!
Terima kasih banyak buat SMPN 1 Samarinda dan SMPN 6 Yogyakarta yang udah ngajarin aku banyak hal; terutama fakta bahwa teenage life itu nggak sesimpel kedengerannya. Terima kasih buat bapak-ibu guru untuk tiga tahunnya yang berharga. Nggak ada ilmu yang nggak berguna, betul begitu kan, Pak, Bu? :) Dan terima kasih juga buat temen-temenku semuanyaaaaa, mulai dari my amazing friends waktu kelas 7 di Jogja, sampe my wonderful, gokil, awesome friends dari kelas 8 sampe kelas 9 di Samarinda. Cuma Spansa yang bisa nyewa dan nguasain satu ASTON plus ngundang SM*SH buat perpisahan sekolah yang berkedok prom night, kan? ;D
I love, love, LOVEEEE you guys!! =D
Love, LadyLo.
Label: About me, Daily story, Experience, Friends, Just babbling, Life, Renungan, School
when the school makes me frustated
Do I hate school?
Nah-nah, I don't. Yah, bukan berarti aku tipikal nerd yang hobi banget dateng ke sekolah sih. Nggak. Aku masih normal kok. I hate homeworks, exams, and scary teachers. Aku juga punya banyak antis di sekolah, dan hal itu jelas bikin aku cukup males buat masuk sekolah. Tapi aku punya temen dan hal-hal asyik yang kudu diselesaiin di sekolah. Makanya aku masih ada sedikit "rasa" sama sekolah. LOL.
Terus kenapa sekolah berhasil bikin aku kelimpungan dan galau selama sebulan terakhir ini? Well, I'm worried. Karena aku udah kelas 9--which means I'm officially a senior in my school now--dan bakal menempuh ujian dalam waktu kurang dari 8 bulan, aku khawatir. Bener-bener khawatir.
Karena aku tipe orang yang mencintai nilai tinggi, atau hasil bagus dengan nilai membanggakan, atau hasil menyenangkan dengan ranking bagus, atau hasil bagus, nilai bagus, ranking bagus, whatever you called it, aku khawatir.
Sangat khawatir.
Jujur aja aku jadi pesimis tingkat tinggi setelah tahu NEM terendah di Padmanaba--SMAN 3 Yogyakarta--yang nggak lain nggak bukan adalah sekolah incaranku in case aku masih sekolah di Yogyakarta adalah, ugh, 37 koma sekian.....
Aku khawatir.
Apakah aku bisa ngedapetin NEM minimal 37,50 walaupun aku sekolah di Samarinda? Apakah aku bisa tetep mempertahankan NEM-ku dulu, walaupun aku udah nggak di Yogyakarta? Apakah aku bisa mendapatkan pendidikan yang terbaik di sini? Apakah aku bisa menyamai nilai temen-temen di Yogya? Apakah aku BISA?
Dan berbagai pertanyaan galau khas anak labil lainnya.
Oke, orang-orang bisa mengeluarkan saran-saran yang cocok masuk di buku pelajaran Bahasa Indonesia, such as "Dimana pun kamu bersekolah, asalkan kamu rajin, kamu pasti bisa!" atau "Yang penting kamu berusaha, tinggal berserah diri aja!". Kembali ke realita, faktanya adalah, tempat--lokasi, lingkungan, dan suasana sekitar kita sangat berpengaruh dalam menghadapi ujian.
Admit it, deh! Mau bukti? Bukannnya aku ngeremehin daerah luar Yogyakarta, Jawa, atau manapun juga loh ya. Tapi kenyataannya, berdasarkan pengalamanku nanya sama orang-orang, perbedaan NEM murid-murid di sana dan di sini memang jauh sekali.
Sekali lagi, bukannya aku ngeremehin. Bold those words.
Dan inilah aku. Remaja berumur 14 tahun yang lagi galau dan berada di puncak kelabilannya. Aku bener-bener berharap bisa dapet NEM minimal 37,50 walaupun aku sekolah di sini. Aku bakal berusaha dengan keras, walaupun harus ngulang kejadian kurang-lebih 2 tahun yang lalu (ikut kelas remidial waktu liburan semester, nangis-nangis karena harus belajar keras tiap hari, putus asa karena jadwal belajar yang mengikat, stres tingkat tinggi, gugup, dsb). Mungkin agak impossible, sih. Tapi dulu aku berhasil ngedapetin NEM yang, yah, pasaran sih di Yogya. Cukup susah nyari sekolah. Tapi aku berhasil ngedapetinnya walaupun aku sekolah di desa yang terpelosok. Sekarang, kenapa aku nggak bisa?
Aku masih seorang Nona Soedhowo, kok. Orang yang sama dengan anak kecil diwaktu 2 tahun yang lalu. Kenapa aku nggak bisa? Aku pasti bisa. Aku harus bisa.
Oke, please abaikan 2 paragraf di atas. Aku lagi nyoba menghibur diri sendiri waktu nulis dua paragraf tersebut. Faktanya adalah :
AKU GUGUP! AKU TAKUT!
Jadi gimana dong nih, Octopuses?? Got some advices for me? Bisa membesarkan hatiku? Pleaseeeeeeee, I really need your support right now! I beg you :(
I should stop writing this post. Kelabilan lebih mendominasi entry ini daripada keresahanku. Sekali lagi, tolong bantuin aku ya, Octopuses :'(
Love, LadyLo
Label: About me, Daily story, Experience, Just babbling, Life, Nostalgia, Obsessions, Problem, School
my first FLOOD
Hey fellas! Sorry for the seldom updates. If you wanna keep in touch with me, you can follow my Twitter HERE ;). And finally another Indonesian post! Hehe, sorry for dissapointing you... my English is suck for these last days... so, I'm going to start this post! :D
Oke, karena aku harus cepet tidur, kuceritain dengan singkat aja yaa ;) Kisah yang menurutku nggak terlupakan ini berawal dari hari Kamis kemarin, waktu aku sama Ina terpaksa pulang sekolah super telat karena harus ngurusin mading. Yap, karena aku wakil ketua I dan Ina ketua madingnya, jadi bisa dibilang kami yang paling sibuk diantara seluruh anggota redaksi mading sekolah hehe. Dan kemarin kami pulang telat karena harus nempelin mading yang udah jadi ke tempatnya.
Waktu aku sama Ina mau ngumpulin anak-anak mading, terjadi sebuah insiden antara Ina dan Ilham, yang--yah... nggak perlu diceritain deh ya, hehe. Nah, finally, aku sama Ina nongkrong di kelas 8G bareng anak-anak mading yang tersisa (ada yang ikut try out di bimbel, ada yang udah dijemput, dsb). Sebenernya kerjaan kami udah selesai, tinggal touching sama clearing aja. Tapi karena Deden yang biasa masangin pita-pita udah pulang, terpaksa kami bekerja 2 kali lebih keras demi ngurusin pita-pita itu.
Setelah sekitar 1 jam-an, aku sama Ina ngerasa lapeeeer... banget. Maklum, waktu anak-anak mading yang lain istirahat ke kantin, kami tetep tinggal di kelas buat diskusi soal 'Kana', sekaligus ngejagain mading. Jadi kami putusin buat ninggalin anak-anak mading bentar, and finally we were going to the canteen ^^v.
And guess what? There was a deep flood!
Yup, begitu aku sama Ina turun dari lantai dua dan bersiap pergi ke kantin, kami langsung kaget gara-gara halaman sekolah kami udah kerendam banjir. Dalem, pula! Ina udah gugup-gugup gitu ngeliatin banjir yang naujubile dalemnya itu. Sementara aku malah pasang tampang najis, nahanin diri biar ga langsung nyemplung ke tuh banjir. Maklum, that was my first flood so I was so interested gitu hihi :D
Awalnya Ina udah ilfeel duluan dan semangatnya ke kantin menghilang secara tiba-tiba. Sekali-dua kali dia nanya ke aku, "Yakin kita beneran mau ke kantin?". Sebenernya aku agak males juga buat nyebur, secara aku belom ada beli sepatu dan sepatuku itemku cuma satu -,- tapi rasa laper mengalahkan semua resiko yang ada, jadi dengan cueknya aku nyopot sepatu + kaos kakiku. Ina, dengan berat hati, terpaksa ngikutin apa yang udah kulakuin hehe.
Awal-awal nyebur.... oh, okay, beberapa senti di atas mata kaki. Sambil ngejinjing sepatu, kami mulai jalan pelan-pelan menuju kantin.
Setelah beberapa saat jalan... oh crap, nih air kok makin tinggi aja?
Saat hampir sampe di kantin... damn! Banjirnya udah sebetis!
Begitu banjirnya udah nyampe betisku, Ina lebih memilih buat jalan lewat atas, which means dia harus rela kebasahan kena air ujan. Kalo aku, jujur aja lebih milih basah bagian bawah daripada harus pusing, demam, dan flu gara-gara kena air ujan. Jadi, Ina jalan lewat atas, sementara aku jalan lewat bawah sambil ngangkat-ngangkat rok nggak jelas.
Yeah, begitu sampe di kantin, aku langsung ngerasa bangga. Bangga karena udah berhasil ngelewatin tantangan yang begitu berbahaya (halah apaan sih haha). Tapi.... ngekk, kantin inceranku sama Ina kehabisan stok air panas, jadi kami nggak bisa pesen Pop Mie! Damn... -,- udah gitu kakiku mulai gatel-gatel najis gitu pula!
Akhirnya aku sama Ina muterin kantin, dan ternyata masih ada satu kantin yang buka. Dengan penuh hawa napsu (laper), aku sama Ina langsung mesen Pop Mie dua, milo anget satu, plus Susu Saya Susu Bendera (hihi bilang aja Frisian Flag napa?) rasa vanilla satu. Nyamm, that was soooo good!
Begitu selesai makan, aku sama Ina langsung balik ke kelas karena udah bertenaga. Oke, emang nothing special sih keliatannya, tapi buatku kemaren itu pengalaman yang berharga banget. Pertama kalinya aku ngadepin banjir! Hihi. Dan pertama kalinya kegatelan abis kena air (baca: air yang najis abis :p).
Hari ini?
Hari ini sih berjalan dengan damai (that doesn't mean if my problem with Kana has done) buatku. Kulewatin dengan joget-joget ala SNSD bareng Ina (dan direkam plus ditonton anak-anak sekelas), ngegambar paru-paru sebagai soal ulangan harian dari guru Biologi, belanja ini-itu di PM (Plaza Mulia), sentilan-sentilan nggak jelas dari biangnya sentilan di kelas 8F, pokoknya damai deh! Yah walaupun aku sempet ngerasa jadi fashion disaster gara-gara make jilbab yang ga matching sama gamisku sih (gara-gara itu aku jadi badmood pas baru nyampe sekolah). But I was better than someone that wore grey outfits with PINK skirt, hihi :p a lot of people said that to me ;)
Well then, I hope you had a great day too for today ;) I'm going to sleep now.
PS : I met my BFF on elementary school in Facebook today. I was going to "sigh" when I couldn't chat with Teru, but some minutes later I was screaming happily when I saw a message from my BFF. I'm proud of you, Puti :)
Love, LadyLo
Label: About me, Daily story, Friends, Fun, Just babbling, Nostalgia, School, Updaties
no reason to be proud :(
 Hey fellas! This day wasn't a happy day for me at all. I had to join my school's choir at the flag ceremony, but I didn't do it because I was too busy for buy a new school cap (yup, I lost it for the first time). Then, I didn't bring my maths book and my science book. That was awful :(
And I got my temporary exam results. Not good at all.
Maths : 65/100 (Rank : 10/40) No wonder about it. I'm stupid at maths. Art and Culture : 40/100 (Rank : 20/40) My teacher said there was a problem about the keywords, so that's not my fault at all :3 She'll check it once again ^^ English : 95/100 (Rank : 1/100) No comment about it :3 Citizenship Science : 74/100 (Rank : 1/100) My fella said I'm the first rank for this lesson in my class, but my score is only 74!! *shocked* Social Science : 82,5/100 (Rank : 10/100) I've tried my best, and trust me, the questions were so hard :(
I'm still haven't earned some of my exam results like:
- Religion
- Science
- Indonesian
- Science of Technology
I'm still waiting for them and for the real results. There are no reasons for me to be proud now :( I'm dissapointed for the temporary results, but I promised I'll do my best next time :D
I made this one from ImageChef.com :D
Well then, I think that's enough for this time :) I found and saved a lot of SNSD's pics, and of course I can't post it all here. But I love this one :3
Makes me feel happy when I see it :) Hmm... then, I'll finish the mangas that I read now, hehe. I don't have any plans for tomorrow, but still, I haven't moved to the new bedroom. Too lazy for doing the tidy-up thingy! :p
Love, LadyLo
Label: About me, Celebrity, Daily story, English Post, Just babbling, Life, Misuh, Photo, Sad, School, Screenshot, Updaties
today is wednesday :)
Happy-Wednesday! :D How was your day? My day was... nothing special, actually. Hehe :D But I hope that tomorrow will be A NICE-NICE-NICE DAY! Because tomorrow is Dhea's birthday! Huuuraaaaaaay :DD
Hari ini ada mahasiswa (a-teacher-wannabe) yang PPL di sekolahku. Wait, what does 'PPL' mean? Jujur, aku nggak tau kepanjangannya. Aku cuma tau kepanjangan dari PKL (Praktek Kerja Lapangan). Jadi, apa itu PPL? Sejenis kayak PKL kali ya? Whatever lah, haha.
Mbak PPLnya bernama Endang, berkerudung, dan kalo nggak salah mahasiswa Unmul. Katanya dia asli Balikpapan, dan udah 3 taun menetap di Samarinda. Hum, whatsoever deh.
Yang jelas aku berterima kasih banget sama si Mbak-Endang-PPL yang udah singgah di kelasku, karena berkat si Mbak-Endang-PPL kami jadi batal ulangan PKn! Hahahaha, thanks God! :D Dan yang jelas, Bu Mala nggak stay di kelasku. Ehem *batuk bahagia* Bukannya Bu Mala nggak asik sih. Justru Bu Mala asik (banget), cuma ya tetep aja bahagia gitu hehe :)
Hm, pulang dari sekolah aku langsung ke Lembuswana sama Mama. Disana kami makan di KFC (pake menu Mega Deal + 1 puding besar, as usually xD). Begitu selesai makan, kami langsung ke Gramedia, nyari hadiah buat Dhea yang bakal ulang taun besoknya (as I said). Awalnya bingung banget mau ngasih apa. Tadinya mau beliin notebook, cuma ternyata Gramedia di Lembus nggak selengkap Gramed di Jogja (yang di Kota Baru itu). Masa nggak ada notebook lucu-lucu! Koleksiku bakal macet nih :(
Akhirnya aku muter-muter di lantai dasarnya. Sempet kepikiran buat beli kipas elektrik mini, secara di kelasku nggak ada kipas angin dan kayaknya bakal berguna kalo lagi kepanasan. Cuma rasanya nggak afdol aja gitu, ngasih hadiah yang mini-mini. Abis itu mau beliin cermin jam, jadi kayak cermin kecil yang bentuknya bulet gitu, tapi kalo kita pencet jamnya bakal ada jam digital di dalemnya. Keren deh :D Tapi lagi-lagi nggak kerasa afdol kalo ngasih sesuatu yang kecil. Terus aku ngeliat hadiah paling standar sepanjang masa: pigura. Walopun banyak yang lucu-lucu, tetep aja nggak ngerasa puas.
Dan akhirnya aku dapet satu kado yang bikin aku ngerasa puas. Aku beli dua. Satu buat aku, satu buat Dhea. Punyaku warna item, punya Dhea warna brunette :) Apa itu? Rahasia! Kalo kutulis disini, entar si Dhea baca. Entar nggak jadi surprise deh :p Besok aja ya kukasih tauu :D Oh iya, aku dapet bonus setelah beli hadiah buat Dhea. Aku dapet cermin warna ungu yang ada lampunya. Lucu deh! Hehehe :D Jadi inget legenda 'Cermin Ungu' yang ada di komik Nube itu. Duh -___-
Waaah, nggak sabar besok deh! Pengen cepet-cepet ke SCP bareng Dhea dll, hehe. Tapi aku harus ulangan IPS dulu... hiks :'( Ya udahlah nggak papa, hoho. Just see what'll happen tomorrow! Hmm... enough dulu yaa :D Mau minjemin modem ke Tante dulu, hehe.
Well then, nite-nite! ;D
Love, LadyLo Label: About me, Daily story, Friends, Just babbling, Schedule, School, Shopping
panic--again!
Ada orang yang dengan bangganya ngaku kalo dia benci sama aku. Well--bukan cuma sama aku sih bencinya. Sama banyak orang. Awalnya aku keki juga ngedenger dia benci sama aku, padahal aku nggak ngerasa did something to her. Tapi akhirnya aku putusin buat nggak terlalu menggubris dia.
Why?
Karena aku pikir, udah nggak jaman lagi yang namanya musuhan di SMP. It's just something that the elementary students do, you know... dan kupikir, alesannya 'ngebenci' aku sangat nggak logis. Lagian, menurutku dia kekanak-kanakkan banget.
Please deh, masa-masa SMP itu udah bukan jamannya sebel sama seseorang sampe musuhan kayak gitu. Dan karena kupikir aku bukan anak-SD-wannabe kayak dia, aku putuskan buat 'ngacangin' aksi 'anak kecil'nya itu.
Enough blabbing about that meaningless thing. Let's off to the main topic! ;D
Hari ini adalah hari yang bikin panik. Oke, just say this is a-woman-only-post :p Hehehehe, sorry boys. Kupikir ini hal yang nggak lucu aja gitu buat dishare sama cowok. Tapi kalo masih mau ngotot baca yaa... it's up to you ;)
Hari berawal dari aku yang kena diare (again) dateng ke sekolah dengan tampang lesu dan pucat. Tiba-tiba aku ngerasa ada 'something' di badanku. Dalem hati aku mikir: "aduh, masa aku ngompol sih? Ieeew, najis amat!".
Akhirnya begitu selesai upacara, aku langsung ke toilet sama Dhea. Dan pas aku cek... OMG, aku 'dapet'. Yes!!! *teriak dengan paniknya* Aku langsung lapor sama Dhea dan kami langsung ke UKS demi nyari pembalut. Nihil. Akhirnya ke kelas 7f dan dapet.
Udah ah, cerita sampe situ aja. Adegan selanjutnya sangat-tidak-pantas untuk ditayangkan disini. Wkwkwkwk.
Yaaah, I want to say "THANK YOU!" alot to my dearest bestie, Dhea Revina Shabilla yang udah ngebantu aku. Without her... I don't think that I'm still breathing until now. Hahahaha, lebay ya? Tapi makasih banget yaa Dheee :D Kayaknya nggak cukup ya cuma bilang makasih hahaha :p
Enough ah, hehehe.
Love, LadyLo
Label: About me, Daily story, Friends, Incident, Just babbling, Misuh, School
Older Post
the lady

Nona Soedhowo. 17. Indonesian. A pudding enthusiast by day, a space wanderer by night. A cynic, and yet can't stop believing in Peter Pan and the Neverland. Currently finding for her own way to The Hodge 301 Cluster - her very own pink cluster.
cool people

Ale | Cho | Nabila | Ninda |
Puti | Rania | Ratna | Sindy | Tan
octopuses united

designer
Templates: Hafni
Base Code: Caca
Editor: Nona Soedhowo
high school pride
High School. Aku udah tau artinya dari jaman kelas 1 SD. High school. Gampang. Sekolah Menengah Atas, SMA. Atau yang sekarang udah berganti nama jadi Sekolah Menengah Umum--SMU.
Pride. Kata yyy.sederet.com, artinya "kebanggaan". "Keangkuhan". "Harga diri". Waktu SD, aku pernah denger kata ini beberapa kali, tapi aku nggak pernah tau artinya sampe aku SMP. Dan akhirnya, sekarang aku bener-bener tau apa itu "pride" dalam kehidupan.
Pride itu bersifat addicting. Tapi juga membunuh. Aku baru belajar tentang kata ini di Samarinda, kota yang bener-bener asing buatku. Well, nggak se-asing itu sih, soalnya dari kecil aku udah sering liburan ke sini. Tapi ya tetep aja....... Jogja sama Samarinda? Jauuuuuh!
Jadi, apa hubungannya antara "high school" dan "pride" kali ini?
Simpel. FYI, aku udah 15 tahun (gonna post a special entry about my birthday bash anyway :D) dan tahun ini aku bakal resmi jadi MURID SMA. Sedikit interupsi, ini postingan pertamaku sebagai seorang....... pengangguran pasca SMP? Hehehehe. Soal sekolah...... alhamdullilah, aku udah diterima di salah satu sekolah yang, yah, kata orang bergengsi-banget-di sini lah. Lewat jalur PMDK. Nggak, aku nggak lagi nyombong kok, santai aja.
Nah, selama di Samarinda, aku udah pernah ngeliat dan ngerasain langsung berbagai macam pride di sini. Tapi kalo yang namanya "high school pride", ini (pastinya) bener-bener yang pertama kalinya. Kayak yang udah kutulis di atas, high school pride itu addicting. Tapi juga membunuh. Waktu SMP, aku udah pernah ngalamin junior high school pride (nggak beda jauh sih...), tapi, serius deh, pride yang itu nggak se-mengerikan ini!
Kalo kita salah pilih TK, kita masih bisa memperbaikinya di SD. Kalo kita salah pilih SD, kita masih bisa memperbaikinya di SMP. Kalo salah pilih SMP? Insya Allah masih bisa diperbaiki di SMA. Tapi, kalo salah pilih SMA? Memperbaiki di universitas? Udah telat, kan? Bukannya orang dewasa selalu menerapkan aturan "SMA = universitas = jawaban dari masa depan kita"? Alias kalo SMA jelek, terus dapet universitas jelek, masa depan cerah bakal sulit dateng?
Jangan nge-judge apakah aturan di atas itu benar atau salah adanya. Karena aku pun sendiri nggak tau, namanya juga aku masih....... baru-mau-masuk-SMA. Tapi, selama ini, orang-orang dewasa di sekitar aku selalu ngasih aturan yang sama. Mereka selalu ngucapin hal yang sama.
"Kamu harus dapet SMA bagus, Non. Jadi gampang masuk universitas yang bagus. Dan kemungkinan punya pekerjaan bagus pastinya bakal jadi lebih besar lagi."
Sekali lagi, orang dewasa yang menetapkan aturan semacam itu bukan cuma ada satu atau dua aja loh. Aku kenal banyak orang dewasa yang berprinsip kayak gitu, walaupun mungkin beberapa di antara kalian yang lagi ngebaca postingan ini berpikir, "orang-orang itu dangkal banget sih". Terserah kalian mau mikir apa, yang penting jangan salahin aku. Karena aku cuma semacam korban dari aturan itu :p
Nah, balik lagi ke topik awal. Dengan aturan yang udah pasaran semacam ini lah, anak-anak seusiaku (seenggaknya yang aku kenal) banyak yang kena sindrom "high school pride" tingkat akut. Mereka yang berhasil masuk ke sekolah ultra-keren-bangetngetnget bakal jadi orang-orang yang disanjung. Mereka yang "gagal"? Bakal dicap "LOSER" sama orang-orang.
Bisa dibilang, salah satu temen deketku termasuk di dalam kategori yang terakhir itu. Bukannya apa-apa, menurutku dia cuma kurang hoki aja (luck does matter loh waktu ikutan PSB). Sayangnya, semua orang udah terlanjur menggolongkan dia sebagai "another loser". Bahkan, bisa dibilang.......... keluarganya sendiri. Orang-orang yang seharusnya jadi orang pertama buat menghibur dia.
Akhirnya? Dia memutuskan buat tetep masuk ke sekolah yang mau nerima dia itu. Tapi, dia nggak bakal lama di sana. Dia bilang, dia bakal pindah ke sekolah lain (yang notabene, ehem, sekolahku) dalam waktu kurang dari enam bulan. Dan, ternyata, banyak orang lain yang juga punya planning semacam ini. Bertahan di suatu sekolah selama beberapa bulan, dan akhirnya pindah ke sekolah incerannya diawal.
Orang tuaku nggak suka hal-hal semacam ini. Mama bilang, kalo itu terjadi sama aku, Mama ga bakal mindahin aku dsb. Mama bilang, aku harus diajarin bertanggung jawab atas apapun yang terjadi karena aku. Kenapa "karena aku"? Soalnya, NEM-ku emang jelek (banget), dan, yah....... faktor hoki emang does matter, tapi paling cuma 10-20% doang.
Mama bukannya ngomong gitu karena aku termasuk orang yang beruntung. Bukan karena kami nggak ngalamin hal semacam itu. Hal kayak gini pernah terjadi sama aku kok. Aku dilempar, ditendang dan nggak diterima sama 2 sekolah favorit waktu di Jogja dulu. Dan akhirnya aku masuk ke salah satu sekolah yang favorit juga sih, tapi tetep aja itu termasuk di bawah standar awalku.
Toh, akhirnya keluargaku nggak mindahin aku segala macem. Mereka kecewa sama aku, sama kayak aku kecewa sama my bad luck. But, that's all. It doesn't mean they would do anything to get me in to those schools. Kalo emang itu jalannya, kenapa kita harus "mangkir"? Dan akhirnya, aku ended up sayaaaaaang banget sama sekolahku di Jogja itu. Nggak ada lagi kata "di bawah standar". It has been my forever TOP class even until now :) shout out to my former school, the amazing SMPN 6 Yogyakarta! Kudos to you!
Soal high school pride, Mama termasuk di antara sekian dikitnya jumlah orang yang nggak terpengaruh sama itu sindrom. Mama orang asli sini. Tapi Mama nggak pernah berambisi buat masukkin aku ke sekolah yang sekarang, like what everyone does. Mama nggak pernah nyuruh aku buat masuk ke sekolah tertentu. Justru Mama termasuk orang yang aneh. Mama pernah bilang ke aku :
"Selama di Samarinda, menurut Mama semua sekolah itu sama. Mama nggak perlu ngeforsir kamu untuk sekolah dimana pun, karena ini Samarinda."
Aneh kan? Padahal orang lain sibuk nyuruh anaknya masuk sekolah A, sekolah B, sekolah C. Ada juga yang masih nyuruh anaknya ikut les privat ini-itu, padahal semua ujian sekolah udah kelar dan mereka ngelakuin hal itu demi anaknya bisa lulus ujian masuk sekolah (dan ternyata tahun ini PSB di Samarinda mulai pake NEM! Kasian temenku D:). Tapi Mama beda. Padahal Mama orang sini, orang yang harusnya udah punya ambisi itu mendarah-daging :p
Jadi, intinya........... high school pride itu adalah hal yang sangat BESAR dan LUMRAH di Samarinda. Kota lain juga pasti punya high school pride. Tapi menurutku, high school pride levelan di sini bener-bener undeniable, incredible, a creepy one. Karena derajat orang aja bisa dibedain dari "asal sekolah".
Dan semoga, aku ga akan pernah kena sindrom ini sampe tingkat akut. Apalagi kalo sampe nyela orang dari sekolah lain. Amin. Because we would never know. "Influence nya lingkungan" itu lebih dari sekedar kata ataupun kalimat.
By the way, happy late birthday to myself! :D Dan alhamdullilah karena so far, semuanya berjalan sangat lancar. Semoga ke depannya pun begitu, amin! Semoga my upcoming high school years are gonna be a fun ones!
Terima kasih banyak buat SMPN 1 Samarinda dan SMPN 6 Yogyakarta yang udah ngajarin aku banyak hal; terutama fakta bahwa teenage life itu nggak sesimpel kedengerannya. Terima kasih buat bapak-ibu guru untuk tiga tahunnya yang berharga. Nggak ada ilmu yang nggak berguna, betul begitu kan, Pak, Bu? :) Dan terima kasih juga buat temen-temenku semuanyaaaaa, mulai dari my amazing friends waktu kelas 7 di Jogja, sampe my wonderful, gokil, awesome friends dari kelas 8 sampe kelas 9 di Samarinda. Cuma Spansa yang bisa nyewa dan nguasain satu ASTON plus ngundang SM*SH buat perpisahan sekolah yang berkedok prom night, kan? ;D
I love, love, LOVEEEE you guys!! =D
Love, LadyLo.
Label: About me, Daily story, Experience, Friends, Just babbling, Life, Renungan, School
when the school makes me frustated
Do I hate school?
Nah-nah, I don't. Yah, bukan berarti aku tipikal nerd yang hobi banget dateng ke sekolah sih. Nggak. Aku masih normal kok. I hate homeworks, exams, and scary teachers. Aku juga punya banyak antis di sekolah, dan hal itu jelas bikin aku cukup males buat masuk sekolah. Tapi aku punya temen dan hal-hal asyik yang kudu diselesaiin di sekolah. Makanya aku masih ada sedikit "rasa" sama sekolah. LOL.
Terus kenapa sekolah berhasil bikin aku kelimpungan dan galau selama sebulan terakhir ini? Well, I'm worried. Karena aku udah kelas 9--which means I'm officially a senior in my school now--dan bakal menempuh ujian dalam waktu kurang dari 8 bulan, aku khawatir. Bener-bener khawatir.
Karena aku tipe orang yang mencintai nilai tinggi, atau hasil bagus dengan nilai membanggakan, atau hasil menyenangkan dengan ranking bagus, atau hasil bagus, nilai bagus, ranking bagus, whatever you called it, aku khawatir.
Sangat khawatir.
Jujur aja aku jadi pesimis tingkat tinggi setelah tahu NEM terendah di Padmanaba--SMAN 3 Yogyakarta--yang nggak lain nggak bukan adalah sekolah incaranku in case aku masih sekolah di Yogyakarta adalah, ugh, 37 koma sekian.....
Aku khawatir.
Apakah aku bisa ngedapetin NEM minimal 37,50 walaupun aku sekolah di Samarinda? Apakah aku bisa tetep mempertahankan NEM-ku dulu, walaupun aku udah nggak di Yogyakarta? Apakah aku bisa mendapatkan pendidikan yang terbaik di sini? Apakah aku bisa menyamai nilai temen-temen di Yogya? Apakah aku BISA?
Dan berbagai pertanyaan galau khas anak labil lainnya.
Oke, orang-orang bisa mengeluarkan saran-saran yang cocok masuk di buku pelajaran Bahasa Indonesia, such as "Dimana pun kamu bersekolah, asalkan kamu rajin, kamu pasti bisa!" atau "Yang penting kamu berusaha, tinggal berserah diri aja!". Kembali ke realita, faktanya adalah, tempat--lokasi, lingkungan, dan suasana sekitar kita sangat berpengaruh dalam menghadapi ujian.
Admit it, deh! Mau bukti? Bukannnya aku ngeremehin daerah luar Yogyakarta, Jawa, atau manapun juga loh ya. Tapi kenyataannya, berdasarkan pengalamanku nanya sama orang-orang, perbedaan NEM murid-murid di sana dan di sini memang jauh sekali.
Sekali lagi, bukannya aku ngeremehin. Bold those words.
Dan inilah aku. Remaja berumur 14 tahun yang lagi galau dan berada di puncak kelabilannya. Aku bener-bener berharap bisa dapet NEM minimal 37,50 walaupun aku sekolah di sini. Aku bakal berusaha dengan keras, walaupun harus ngulang kejadian kurang-lebih 2 tahun yang lalu (ikut kelas remidial waktu liburan semester, nangis-nangis karena harus belajar keras tiap hari, putus asa karena jadwal belajar yang mengikat, stres tingkat tinggi, gugup, dsb). Mungkin agak impossible, sih. Tapi dulu aku berhasil ngedapetin NEM yang, yah, pasaran sih di Yogya. Cukup susah nyari sekolah. Tapi aku berhasil ngedapetinnya walaupun aku sekolah di desa yang terpelosok. Sekarang, kenapa aku nggak bisa?
Aku masih seorang Nona Soedhowo, kok. Orang yang sama dengan anak kecil diwaktu 2 tahun yang lalu. Kenapa aku nggak bisa? Aku pasti bisa. Aku harus bisa.
Oke, please abaikan 2 paragraf di atas. Aku lagi nyoba menghibur diri sendiri waktu nulis dua paragraf tersebut. Faktanya adalah :
AKU GUGUP! AKU TAKUT!
Jadi gimana dong nih, Octopuses?? Got some advices for me? Bisa membesarkan hatiku? Pleaseeeeeeee, I really need your support right now! I beg you :(
I should stop writing this post. Kelabilan lebih mendominasi entry ini daripada keresahanku. Sekali lagi, tolong bantuin aku ya, Octopuses :'(
Love, LadyLo
Label: About me, Daily story, Experience, Just babbling, Life, Nostalgia, Obsessions, Problem, School
my first FLOOD
Hey fellas! Sorry for the seldom updates. If you wanna keep in touch with me, you can follow my Twitter HERE ;). And finally another Indonesian post! Hehe, sorry for dissapointing you... my English is suck for these last days... so, I'm going to start this post! :D
Oke, karena aku harus cepet tidur, kuceritain dengan singkat aja yaa ;) Kisah yang menurutku nggak terlupakan ini berawal dari hari Kamis kemarin, waktu aku sama Ina terpaksa pulang sekolah super telat karena harus ngurusin mading. Yap, karena aku wakil ketua I dan Ina ketua madingnya, jadi bisa dibilang kami yang paling sibuk diantara seluruh anggota redaksi mading sekolah hehe. Dan kemarin kami pulang telat karena harus nempelin mading yang udah jadi ke tempatnya.
Waktu aku sama Ina mau ngumpulin anak-anak mading, terjadi sebuah insiden antara Ina dan Ilham, yang--yah... nggak perlu diceritain deh ya, hehe. Nah, finally, aku sama Ina nongkrong di kelas 8G bareng anak-anak mading yang tersisa (ada yang ikut try out di bimbel, ada yang udah dijemput, dsb). Sebenernya kerjaan kami udah selesai, tinggal touching sama clearing aja. Tapi karena Deden yang biasa masangin pita-pita udah pulang, terpaksa kami bekerja 2 kali lebih keras demi ngurusin pita-pita itu.
Setelah sekitar 1 jam-an, aku sama Ina ngerasa lapeeeer... banget. Maklum, waktu anak-anak mading yang lain istirahat ke kantin, kami tetep tinggal di kelas buat diskusi soal 'Kana', sekaligus ngejagain mading. Jadi kami putusin buat ninggalin anak-anak mading bentar, and finally we were going to the canteen ^^v.
And guess what? There was a deep flood!
Yup, begitu aku sama Ina turun dari lantai dua dan bersiap pergi ke kantin, kami langsung kaget gara-gara halaman sekolah kami udah kerendam banjir. Dalem, pula! Ina udah gugup-gugup gitu ngeliatin banjir yang naujubile dalemnya itu. Sementara aku malah pasang tampang najis, nahanin diri biar ga langsung nyemplung ke tuh banjir. Maklum, that was my first flood so I was so interested gitu hihi :D
Awalnya Ina udah ilfeel duluan dan semangatnya ke kantin menghilang secara tiba-tiba. Sekali-dua kali dia nanya ke aku, "Yakin kita beneran mau ke kantin?". Sebenernya aku agak males juga buat nyebur, secara aku belom ada beli sepatu dan sepatuku itemku cuma satu -,- tapi rasa laper mengalahkan semua resiko yang ada, jadi dengan cueknya aku nyopot sepatu + kaos kakiku. Ina, dengan berat hati, terpaksa ngikutin apa yang udah kulakuin hehe.
Awal-awal nyebur.... oh, okay, beberapa senti di atas mata kaki. Sambil ngejinjing sepatu, kami mulai jalan pelan-pelan menuju kantin.
Setelah beberapa saat jalan... oh crap, nih air kok makin tinggi aja?
Saat hampir sampe di kantin... damn! Banjirnya udah sebetis!
Begitu banjirnya udah nyampe betisku, Ina lebih memilih buat jalan lewat atas, which means dia harus rela kebasahan kena air ujan. Kalo aku, jujur aja lebih milih basah bagian bawah daripada harus pusing, demam, dan flu gara-gara kena air ujan. Jadi, Ina jalan lewat atas, sementara aku jalan lewat bawah sambil ngangkat-ngangkat rok nggak jelas.
Yeah, begitu sampe di kantin, aku langsung ngerasa bangga. Bangga karena udah berhasil ngelewatin tantangan yang begitu berbahaya (halah apaan sih haha). Tapi.... ngekk, kantin inceranku sama Ina kehabisan stok air panas, jadi kami nggak bisa pesen Pop Mie! Damn... -,- udah gitu kakiku mulai gatel-gatel najis gitu pula!
Akhirnya aku sama Ina muterin kantin, dan ternyata masih ada satu kantin yang buka. Dengan penuh hawa napsu (laper), aku sama Ina langsung mesen Pop Mie dua, milo anget satu, plus Susu Saya Susu Bendera (hihi bilang aja Frisian Flag napa?) rasa vanilla satu. Nyamm, that was soooo good!
Begitu selesai makan, aku sama Ina langsung balik ke kelas karena udah bertenaga. Oke, emang nothing special sih keliatannya, tapi buatku kemaren itu pengalaman yang berharga banget. Pertama kalinya aku ngadepin banjir! Hihi. Dan pertama kalinya kegatelan abis kena air (baca: air yang najis abis :p).
Hari ini?
Hari ini sih berjalan dengan damai (that doesn't mean if my problem with Kana has done) buatku. Kulewatin dengan joget-joget ala SNSD bareng Ina (dan direkam plus ditonton anak-anak sekelas), ngegambar paru-paru sebagai soal ulangan harian dari guru Biologi, belanja ini-itu di PM (Plaza Mulia), sentilan-sentilan nggak jelas dari biangnya sentilan di kelas 8F, pokoknya damai deh! Yah walaupun aku sempet ngerasa jadi fashion disaster gara-gara make jilbab yang ga matching sama gamisku sih (gara-gara itu aku jadi badmood pas baru nyampe sekolah). But I was better than someone that wore grey outfits with PINK skirt, hihi :p a lot of people said that to me ;)
Well then, I hope you had a great day too for today ;) I'm going to sleep now.
PS : I met my BFF on elementary school in Facebook today. I was going to "sigh" when I couldn't chat with Teru, but some minutes later I was screaming happily when I saw a message from my BFF. I'm proud of you, Puti :)
Love, LadyLo
Label: About me, Daily story, Friends, Fun, Just babbling, Nostalgia, School, Updaties
no reason to be proud :(
 Hey fellas! This day wasn't a happy day for me at all. I had to join my school's choir at the flag ceremony, but I didn't do it because I was too busy for buy a new school cap (yup, I lost it for the first time). Then, I didn't bring my maths book and my science book. That was awful :(
And I got my temporary exam results. Not good at all.
Maths : 65/100 (Rank : 10/40) No wonder about it. I'm stupid at maths. Art and Culture : 40/100 (Rank : 20/40) My teacher said there was a problem about the keywords, so that's not my fault at all :3 She'll check it once again ^^ English : 95/100 (Rank : 1/100) No comment about it :3 Citizenship Science : 74/100 (Rank : 1/100) My fella said I'm the first rank for this lesson in my class, but my score is only 74!! *shocked* Social Science : 82,5/100 (Rank : 10/100) I've tried my best, and trust me, the questions were so hard :(
I'm still haven't earned some of my exam results like:
- Religion
- Science
- Indonesian
- Science of Technology
I'm still waiting for them and for the real results. There are no reasons for me to be proud now :( I'm dissapointed for the temporary results, but I promised I'll do my best next time :D
I made this one from ImageChef.com :D
Well then, I think that's enough for this time :) I found and saved a lot of SNSD's pics, and of course I can't post it all here. But I love this one :3
Makes me feel happy when I see it :) Hmm... then, I'll finish the mangas that I read now, hehe. I don't have any plans for tomorrow, but still, I haven't moved to the new bedroom. Too lazy for doing the tidy-up thingy! :p
Love, LadyLo
Label: About me, Celebrity, Daily story, English Post, Just babbling, Life, Misuh, Photo, Sad, School, Screenshot, Updaties
today is wednesday :)
Happy-Wednesday! :D How was your day? My day was... nothing special, actually. Hehe :D But I hope that tomorrow will be A NICE-NICE-NICE DAY! Because tomorrow is Dhea's birthday! Huuuraaaaaaay :DD
Hari ini ada mahasiswa (a-teacher-wannabe) yang PPL di sekolahku. Wait, what does 'PPL' mean? Jujur, aku nggak tau kepanjangannya. Aku cuma tau kepanjangan dari PKL (Praktek Kerja Lapangan). Jadi, apa itu PPL? Sejenis kayak PKL kali ya? Whatever lah, haha.
Mbak PPLnya bernama Endang, berkerudung, dan kalo nggak salah mahasiswa Unmul. Katanya dia asli Balikpapan, dan udah 3 taun menetap di Samarinda. Hum, whatsoever deh.
Yang jelas aku berterima kasih banget sama si Mbak-Endang-PPL yang udah singgah di kelasku, karena berkat si Mbak-Endang-PPL kami jadi batal ulangan PKn! Hahahaha, thanks God! :D Dan yang jelas, Bu Mala nggak stay di kelasku. Ehem *batuk bahagia* Bukannya Bu Mala nggak asik sih. Justru Bu Mala asik (banget), cuma ya tetep aja bahagia gitu hehe :)
Hm, pulang dari sekolah aku langsung ke Lembuswana sama Mama. Disana kami makan di KFC (pake menu Mega Deal + 1 puding besar, as usually xD). Begitu selesai makan, kami langsung ke Gramedia, nyari hadiah buat Dhea yang bakal ulang taun besoknya (as I said). Awalnya bingung banget mau ngasih apa. Tadinya mau beliin notebook, cuma ternyata Gramedia di Lembus nggak selengkap Gramed di Jogja (yang di Kota Baru itu). Masa nggak ada notebook lucu-lucu! Koleksiku bakal macet nih :(
Akhirnya aku muter-muter di lantai dasarnya. Sempet kepikiran buat beli kipas elektrik mini, secara di kelasku nggak ada kipas angin dan kayaknya bakal berguna kalo lagi kepanasan. Cuma rasanya nggak afdol aja gitu, ngasih hadiah yang mini-mini. Abis itu mau beliin cermin jam, jadi kayak cermin kecil yang bentuknya bulet gitu, tapi kalo kita pencet jamnya bakal ada jam digital di dalemnya. Keren deh :D Tapi lagi-lagi nggak kerasa afdol kalo ngasih sesuatu yang kecil. Terus aku ngeliat hadiah paling standar sepanjang masa: pigura. Walopun banyak yang lucu-lucu, tetep aja nggak ngerasa puas.
Dan akhirnya aku dapet satu kado yang bikin aku ngerasa puas. Aku beli dua. Satu buat aku, satu buat Dhea. Punyaku warna item, punya Dhea warna brunette :) Apa itu? Rahasia! Kalo kutulis disini, entar si Dhea baca. Entar nggak jadi surprise deh :p Besok aja ya kukasih tauu :D Oh iya, aku dapet bonus setelah beli hadiah buat Dhea. Aku dapet cermin warna ungu yang ada lampunya. Lucu deh! Hehehe :D Jadi inget legenda 'Cermin Ungu' yang ada di komik Nube itu. Duh -___-
Waaah, nggak sabar besok deh! Pengen cepet-cepet ke SCP bareng Dhea dll, hehe. Tapi aku harus ulangan IPS dulu... hiks :'( Ya udahlah nggak papa, hoho. Just see what'll happen tomorrow! Hmm... enough dulu yaa :D Mau minjemin modem ke Tante dulu, hehe.
Well then, nite-nite! ;D
Love, LadyLo Label: About me, Daily story, Friends, Just babbling, Schedule, School, Shopping
panic--again!
Ada orang yang dengan bangganya ngaku kalo dia benci sama aku. Well--bukan cuma sama aku sih bencinya. Sama banyak orang. Awalnya aku keki juga ngedenger dia benci sama aku, padahal aku nggak ngerasa did something to her. Tapi akhirnya aku putusin buat nggak terlalu menggubris dia.
Why?
Karena aku pikir, udah nggak jaman lagi yang namanya musuhan di SMP. It's just something that the elementary students do, you know... dan kupikir, alesannya 'ngebenci' aku sangat nggak logis. Lagian, menurutku dia kekanak-kanakkan banget.
Please deh, masa-masa SMP itu udah bukan jamannya sebel sama seseorang sampe musuhan kayak gitu. Dan karena kupikir aku bukan anak-SD-wannabe kayak dia, aku putuskan buat 'ngacangin' aksi 'anak kecil'nya itu.
Enough blabbing about that meaningless thing. Let's off to the main topic! ;D
Hari ini adalah hari yang bikin panik. Oke, just say this is a-woman-only-post :p Hehehehe, sorry boys. Kupikir ini hal yang nggak lucu aja gitu buat dishare sama cowok. Tapi kalo masih mau ngotot baca yaa... it's up to you ;)
Hari berawal dari aku yang kena diare (again) dateng ke sekolah dengan tampang lesu dan pucat. Tiba-tiba aku ngerasa ada 'something' di badanku. Dalem hati aku mikir: "aduh, masa aku ngompol sih? Ieeew, najis amat!".
Akhirnya begitu selesai upacara, aku langsung ke toilet sama Dhea. Dan pas aku cek... OMG, aku 'dapet'. Yes!!! *teriak dengan paniknya* Aku langsung lapor sama Dhea dan kami langsung ke UKS demi nyari pembalut. Nihil. Akhirnya ke kelas 7f dan dapet.
Udah ah, cerita sampe situ aja. Adegan selanjutnya sangat-tidak-pantas untuk ditayangkan disini. Wkwkwkwk.
Yaaah, I want to say "THANK YOU!" alot to my dearest bestie, Dhea Revina Shabilla yang udah ngebantu aku. Without her... I don't think that I'm still breathing until now. Hahahaha, lebay ya? Tapi makasih banget yaa Dheee :D Kayaknya nggak cukup ya cuma bilang makasih hahaha :p
Enough ah, hehehe.
Love, LadyLo
Label: About me, Daily story, Friends, Incident, Just babbling, Misuh, School
Older Post
|