Lady Octopus by Nona Soedhowo. +Follow | Dashboard
Lady Octopus
Entries ~~ LadyLo ~~ Friends ~~ Connect



encountering angsty feelings
Kamis, 15 Agustus 2013 | 0 comments
"Cari orang yang bisa ngasih kamu segala-galanya, apapun itu, tanpa harus kamu minta."
"Tapi buat aku orang itu kamu, Rem. Beneran, you give me everything tanpa aku harus minta." 
"...berarti kamu yang udah ketemu. Aku yang belum; nggak di hubungan ini."
--Perahu Kertas (The Movie).




Lately, I've been drowning in this dreamy + gloomy mood... again. Semuanya berawal dari iseng nonton ulang Perahu Kertas, berlanjut ke hobi dengerin You Could Be Happy by Snow Patrol (it's been my life anthem these days).


Somehow everything I own smells of you
And for the tiniest moment it's all not true




Random banget ya? Hahahaha... and thanks to these somewhat angsty feelings, aku jadi makin pengen punya dan baca The Fault In Our Stars by John Green. IYA, EMANG TELAT BANGET. :') Ini novel sempet masuk ke Gramedia Lembuswana kemaren-kemaren, tapi cuma dalam jangka waktu yang pendeeeeeeek banget. Baru-baru ini aku ngecek ke sana and guess what? Novelnya udah ludes. Di komputernya aja udah nggak ada datanya. MAJOR HEARTBREAKING MOMENT







And the good news is.... bakal ada versi film-nya!!! Yay! :D Baru bakal dirilis tahun 2014 nanti, but it's okay.... sambil nunggu, mendingan nonton Catching Fire bulan November ini. OMG I'm soooo excited (padahal belom baca bukunya). Oh, dan bagi Octopuses yang juga suka sama novel Daughter of Smoke & Bone (for those who haven't read the book yet: YOU DEFINITELY HAVE TO READ IT. TOTALLY RECOMMENDED BY ME), Universal Studio has decided to work on the movie! Seneng banget ngeliat banyak novel bagus yang difilmin gini :3

Balik lagi ke The Fault In Our Stars... for the time being, let's watch the book trailer (it's beautiful) here:



Now,


CATCHING UP WITH LIFE.


The previous post back then (the one about addiction) was written waaaaay before my birthday. Which means, I have missed LOTS of moments to write about on this blog. Sorry, dear Octopuses ;( now that I realised it... nggak ada postingan tentang my birthday, OSIS trip to Java, liburan kenaikan kelas, proses pembuatan Afternoon Tea, dan bahkan tentang Lebaran sekalipun.

So... to sum it up, I lost my iPod. Yup, that good ol' buddy of mine yang udah nemenin dari SMP sampe SMA itu :'D kejadiannya agak tragis sekaligus doesn't make any sense (yang selalu bikin aku kesel sama diriku sendiri sampe sekarang). But hey, the wi-fi is back, and here I am! Emang bener ya, semua kejadian pasti ada hikmahnya. Rezeki satu barang udah abis, dikasih lagi sama Allah rezeki yang lainnya... :) (Walaupun baru-baru ini BlackBerry abis kerendam air di tas sendiri dan nggak bisa nyala lagi - which means semua hape Nona officially rusak) 

Terus... minal aidin wal fa idzin semuanya!! Mohon maaf lahir dan batin! :D Aku minta maaf ya selama ini banyak salah... sekarang libur Lebaran udah selesai, otomatis balik lagi ke sekolah. Say hello to the harsh senior year, everyone...

Oke, kayaknya kali ini sampe sini dulu kali ya. Oh iya, as you might notice, Lady Octopus just went under a BIG MAKE-OVER. Baru nyadar udah dua taun pake layout yang sebelumnya, jadi pengen ganti tampilan... tapi masih yang sejenis. Jadinya gini deh, hehehe. I spent a whole day in editing the whole thing, so I hope you would enjoy the new layout. 


WELCOME TO THE NEW HOME, OCTOPUSES!


P.S.: Also, welcome back to the industry, Ellie Goulding and John Legend! Loving the new singles already, can't wait for the whole album WOOHOOOOO.








Love,
LadyLo.

Label: , , , , , , ,


giggles and... tears.
Minggu, 13 Desember 2009 | 0 comments
Hey pals! Ups, I mean... octopuses. Yup, started from today, I'm going to call you all "octopuses", not "pals" anymore! Hihi :) take it easy okay? ;)

Okay, maybe you're wondering the reason why did I choose that title for this post. Aku sendiri juga bingung kenapa milih judul itu. Well, mungkin karena dalam postingan kali ini bakal ada hal-hal yang menyenangkan, sekaligus menyedihkan buat aku. Then, let's start this post from the "giggles" side first! ^^


Belakangan ini aku nyadar, kalo ikutan mading di Spansa udah menciptakan berbagai kegilaan tersendiri buat aku. Di postingan sebelumnya aku udah cerita kan, kalo aku sampe kena banjir waktu ngurusin mading? Nah, lagi-lagi aku ngalamin kejadian yang buatku nggak terlupakan gara-gara ngurusin mading, hehe.

Jadi, kemaren (hari Sabtu) ada pengasapan di sekolahku. Biasalah, karena musim hujan, nyamuk-nyamuk semakin mengganas dan berkeliaran dimana-mana. Makanya sekolahku ngadain pengasapan besar-besaran. Terus, apakah kejadian yang nggak terlupakan itu?

Nah, kemaren aku mau nempelin mading sama Ina (belum sempet ditempel hehe). Harusnya kami berdua nempelin tuh mading bareng anak-anak mading yang lain. Tapi anak-anak kelas 8A pada latihan buat upacara Senin, sementara anak-anak kelas 8D... hmm, kemaren aku jarang ketemu sama anak-anak 8D. Jadi, karena aku sama Ina nggak ada kerjaan, kami putuskan buat masang mading saat itu juga (mumpung nggak ada pelajaran karena ada pengasapan).

Pas baru mau masang mading, kami berdua baru inget kalau... madingnya ada di kelas 8A!! Oh crap! Kami bisa aja sih ngambil tuh mading di kelas 8A, terus langsung masang madingnya. But, guess what? Kelas 8A baru aja diasapin sama petugas-petugasnya. I mean, 8A lagi diasapin sama para petugasnya.

Sebenernya, kalau mau dipikir ulang, kami bisa nunggu asap di kelas 8A hilang. Cuma, mengingat kelas kami, 8F, yang udah diasapin dari beberapa waktu yang lalu tapi asapnya belum hilang... kayaknya tuh mading bakal keburu lumutan kalau nggak diambil saat itu juga.

Nah, berbekal jaketnya Shera, aku sama Ina nekat naik ke kelas 8A yang ada di lantai dua. Biarpun nggak tahan sama asapnya yang bikin aku pusing, kami tetep naikkin tangga dengan sangat-amat-sangat pelan. Mau gimana lagi? Asapnya pekat banget! Kalau nggak hati-hati, kami bisa kepeleset.

Oke, kami berhasil sampai di lantai dua. Misi kami berikutnya adalah: masuk ke kelas 8A yang ada di ujung koridor. Great then, hahahaha, aku ketawa garing dalem hati.

"Nonaaaa, yakin nih kita mau lanjut?" Ina udah ragu buat ngelanjutin perjalanan jauh. Sebenernya aku juga males banget buat ngelanjutin perjalanan, secara asap pekat udah menuhin koridor, dan bikin aku pusing banget. Tapi, kayaknya kok nanggung banget buat nyerah ya? Makanya, kami putuskan buat tetep nekat.

Aku sama Ina mulai jalan pelan-pelan. Buset, koridor udah dipenuhin sama asap super pekat. Rasanya koridor gedung itu udah dipenuhin sama kabut-kabut di Persona 4. Eh iya, aku sama Ina berasa masuk ke dalem game Persona 4 deh! Hihi. Seru, seru!

Wah, seru bangeeeeet!, aku, yang emang adrenaline junkies, sempet-sempetnya kepikiran kayak gitu. Sok abis mikir tuh kejadian seru, padahal kepala udah pusing setengah mati, dan tenggorokan serasa kebakar.

Awalnya aku mikir seru, tapi lama kelamaan berasa horor juga. Gimana nggak? Kami ada di dalem koridor yang panjang, yang nggak ketawan "apa" yang ada di depan kami karena pekatnya asap. Apalagi cuma ada tiga orang di gedung ini; yaitu aku, Ina, sama satu anak laki-laki yang udah masuk lebih dulu dengan penuh semangat dan ninggalin kami jauh di belakang.

Dan, pas aku sama Ina sibuk nutupin hidung + mulut pake jaketnya Shera, tiba-tiba....

"HWAAAAAA!" anak laki-laki barusan teriak sambil lompat ke depan kami. Ckck, saking pekatnya asap, aku sama Ina nggak bisa ngeliat kalau dia sempet lari ke arah kami. Tiba-tiba aja dia lompat dari pekatnya asap dan berdiri di depan kami. Then, some minutes later, I saw his blushes. Yup, kayaknya dia salah ngira deh. Mungkin dia kira, aku sama Ina itu temen-temennya, terus dia ngagetin kami. Aku sama Ina langsung bertukar pandang, mikir betapa najisnya tuh cowok.

Berbekal rasa malu, tuh cowok langsung lari nurunin tangga. Great, kali ini kami bener-bener cuma berdua di gedung itu.

Setelah jalan beberapa lama, kepekatan asapnya berkurang sedikit, jadi kami bisa ngeliat jauh ke depan. Nobody, I mean, "nothing". Karena udah nggak tahan lagi dan mulai ngerasa sesak napas, kami langsung lari masuk ke kelas 8A.

Yeah, jendelanya kebuka!, cuma itu yang pertama kali kupikirin waktu masuk ke kelas 8A. Ina langsung ngecek lemari tempat dia nyimpen mading, sementara aku langsung lari ke arah jendela deket lemari barusan. As I said, jendelanya kebuka. Walaupun masih dikelilingin asap, tapi setidaknya masih ada sedikit udara seger dari tuh jendela. Makanya aku langsung ngecharge paru-paruku. Hmmm... rasanya pusingku berkurang gara-gara ngirup udara sedikit segar. Hehe.

"Ina, rasanya tenggorokanku panas deh," aku bilang gitu ke Ina yang udah ikutan ngejulurin kepalanya keluar lewat jendela. Kami berdua sama-sama ngecharge paru-paru.

"Iya, Ina juga," jawab Ina yang keliatan pucat. Kami berdua emang sama-sama lemah dibagian pernapasan sama pencernaan. Hiks.

Nah, selama ngecharge paru-paru, kami berdua ngobrolin soal betapa miripnya environment di gedung itu sama suasana di Persona 4. Ya ampun, kami berasa lagi masuk ke tuh game deh! Terus kami kembali ngobrolin soal game Persona 3 dan Persona 4 (heran, kok sempet-sempetnya ya ngomongin game ditengah kondisi kritis kayak gitu?). Dan akhirnya, kami mulai jalan keluar kelas sambil tetep ngomongin Persona's sequels.

Kami kembali jalan menyusuri koridor yang udah nggak terlalu pekat asapnya, dan kami mulai nurunin tangga. Dan, yeah, kami selamaaaaaaat!! Walaupun aku ngerasa pusing dan tenggorokanku berasa kebakar, setidaknya misi kami sukses! Hihi :) I think that was my unforgettable experience deh! ;)


Okay, that's the "giggles" side. Now, let's talk about the "tears" side.


I'm on my hiatus now! I'm going to have some tests on next week, so I won't update my blog until I've finished my tests. I'm gonna miss you so much, octopuses! ><>



By the way, I found these funny posts on Nguping Jakarta:


Memangnya telor salah apaaaa?

Pembeli cablak: "Mas nasi gorengnya satu, telornya digaplok yah!"

Didengar oleh orang yang bergegas melaporkan kekerasan yang terjadi saat proses memasak.




Setelah itu, bikin segi empat tiga sisi!

Pembina:
"Ayo adek-adek, semuanya baris yang lurus membentuk lingkaran mengelilingi kakak!"

Tebet, didengar oleh seseorang yang ingin melihat bentuk yang sangat absurd itu.



LOL, I think they're funny! Well then, I'm gonna miss you so much, octopuses! Hugs and kisses from me :') And wish me luck on my tests, okay? :D



Love,
LadyLo

Label: , , , , , , , , , ,


panic--again!
Senin, 05 Oktober 2009 | 2 comments
Ada orang yang dengan bangganya ngaku kalo dia benci sama aku. Well--bukan cuma sama aku sih bencinya. Sama banyak orang. Awalnya aku keki juga ngedenger dia benci sama aku, padahal aku nggak ngerasa did something to her. Tapi akhirnya aku putusin buat nggak terlalu menggubris dia.

Why?

Karena aku pikir, udah nggak jaman lagi yang namanya musuhan di SMP. It's just something that the elementary students do, you know... dan kupikir, alesannya 'ngebenci' aku sangat nggak logis. Lagian, menurutku dia kekanak-kanakkan banget.

Please deh, masa-masa SMP itu udah bukan jamannya sebel sama seseorang sampe musuhan kayak gitu. Dan karena kupikir aku bukan anak-SD-wannabe kayak dia, aku putuskan buat 'ngacangin' aksi 'anak kecil'nya itu.

Enough blabbing about that meaningless thing. Let's off to the main topic! ;D

Hari ini adalah hari yang bikin panik. Oke, just say this is a-woman-only-post :p Hehehehe, sorry boys. Kupikir ini hal yang nggak lucu aja gitu buat dishare sama cowok. Tapi kalo masih mau ngotot baca yaa... it's up to you ;)

Hari berawal dari aku yang kena diare (again) dateng ke sekolah dengan tampang lesu dan pucat. Tiba-tiba aku ngerasa ada 'something' di badanku. Dalem hati aku mikir: "aduh, masa aku ngompol sih? Ieeew, najis amat!".

Akhirnya begitu selesai upacara, aku langsung ke toilet sama Dhea. Dan pas aku cek... OMG, aku 'dapet'. Yes!!! *teriak dengan paniknya* Aku langsung lapor sama Dhea dan kami langsung ke UKS demi nyari pembalut. Nihil. Akhirnya ke kelas 7f dan dapet.

Udah ah, cerita sampe situ aja. Adegan selanjutnya sangat-tidak-pantas untuk ditayangkan disini. Wkwkwkwk.

Yaaah, I want to say "THANK YOU!" alot to my dearest bestie, Dhea Revina Shabilla yang udah ngebantu aku. Without her... I don't think that I'm still breathing until now. Hahahaha, lebay ya? Tapi makasih banget yaa Dheee :D Kayaknya nggak cukup ya cuma bilang makasih hahaha :p

Enough ah, hehehe.

Love,
LadyLo

Label: , , , , , ,


Older Post